harsh truth yang harsh banget yang kadang juga masih sulit aku terima: se educated educatednya laki, se woke woke nya, se feminis feminisnya, mereka tetep laki yang gaakan paham how it feels to live as a woman
sleeping is nice until you wake up and realize you are still wni, prabowo still the president, karhutla still not yet stated as national disaster, papua still fighting for their hutan adat, high taxes low benefit, banyak deh
gue masih aneh dah ama perempuan yang bitter ke perempuan lain yang bersuara soal pembalut yang pajaknya 11%.. kayak hey MEMEK LU DIPAJAKIN ITU BENTAR LAGI HUTAN LU DIGUNDULIN DIGANTI LADANG SAWIT
7 porsi sedihnya jadi perempuan
1. WNI
2. Menstruasi
3. Suka Baca Buku
4. Guru Honorer
5. Pajak buku 12%
6. Pajak Pembalut 11%
7. Gaji Guru di bawah UMR
memajaki produk menstruasi tuh bener² ga masuk akal, like being a woman is already expensive enough, and we literally have no choice but to deal with it every month. kasian banget sama perempuan² di luar sana yg harus mikirin biaya buat kebutuhan yang bahkan bukan pilihan mereka