Pajak yg udh gw bayar buat gaji anak lu :
• PPN 11% tiap kali makan, belanja, atau pakai jasa
• PPh puluhan juta per tahun
• Pajak mobil 2 dan motor 3 (saat beli dan tiap tahun)
• Pajak rumah (PBB)
• Pajak usaha kontrakan
• Pajak tiket pesawat
• Pajak saat lewat jalan tol
• Pajak BBM
• Pajak pulsa, paket data, internet, dan listrik
• Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
• Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan
• SWDKLLJ saat bayar pajak kendaraan
• Pajak rokok
• Pajak hotel
• Pajak restoran dan kafe
• Pajak parkir
• Pajak hiburan (bioskop, konser, tempat rekreasi tertentu)
• Bea Meterai
• Pajak jual beli properti
• Pajak deposito dan investasi tertentu
• Pajak impor barang dari luar negeri
• Bea masuk barang impor
• Pajak reklame
• Pajak penerangan jalan (di tagihan listrik)
• Pajak transaksi saham tertentu
• Pajak transaksi kripto
• Pajak hadiah undian
• Pajak sewa tanah dan bangunan
• Pajak penghasilan UMKM/usaha tertentu
• Retribusi pasar
• Retribusi kebersihan/sampah
• Retribusi perizinan tertentu
• Biaya administrasi dan pungutan daerah lainnya.
Terus masih dibilang kurang kontribusi ke negara. 😅
Sebulan sebelum SEA Games 2019, ibunda Arif Dwi Pangestu meninggal dunia. Saat itu Arif berusia 15 tahun. Dia luar biasa terpuruk krn sang ibu adalah pendukung utamanya di panahan. Tp Arif menolak hancur.
Kematian sang ibu, justru memberikan motivasi sangat besar kpd Arif. Dia ingin membuktian diri dan memenuhi janji kepada ibunya. “Saya bilang ke ibu, ingin beprestasi. Saya ingin nama saya masuk mesin pencarian internet, koran, dan tv,” katanya.
Saat ini, saat baru masih berusia 19 tahun, Arif sudah mampu meraih 3 emas SEA Games, lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, dan tadi malam dia memastikan lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Arif menjadi atlet Indonesia pertama yg lolos ke Paris 2024 via jalur kualifikasi. Arif Dwi Pangestu, lahir di Bantul 25 Maret 2004, sudah menuntaskan janjinya kepada mendiang Ibu...