sejelas ini blundernya kmrn, masih ada aja org2 elitis yg ngatain skill issue, skillnya dibawah teammatenya, garagenya gk salah, teamnya gk salah. mana ngotot lagi. matane micek opo gk nonton race ya??? mana ngatain cewe emg gausah nonton f1 pula, lah lau siape mpruy?
sejelas ini blundernya kmrn, masih ada aja org2 elitis yg ngatain skill issue, skillnya dibawah teammatenya, garagenya gk salah, teamnya gk salah. mana ngotot lagi. matane micek opo gk nonton race ya??? mana ngatain cewe emg gausah nonton f1 pula, lah lau siape mpruy?
wkwk giliran lewis hamilton bagus, dibilangnya ferrari sabotase charles leclerc. LAH MUSIM KEMAREN LU KEMANA DI SAAT LEWIS DIKATA WASHED, OVERPAID AND UNABLE TO ADAPT?! kok ga dibilang kalo ferrari sabotase lewis hamilton juga?
media italia emang banyak mafianya. ga heran.
Hei antek-antek rusli.
Pada detik ini, bangsa eh maksudnya fanbase yang besar ini, udah resmi mencapai 1,8 K followers. Aydol @GeorgeRussell63 liat fans kamu udah mau 2 rebu, kalo dulu katanya cuma 2 biji.
jujur kurang kuat min, coba kita diskusi pelan-pelan.
1. kata-kata george gaada yang salah, ini semua tergantung perspektif dari pembaca aja.
lu as pembaca sensi apa nggak sama dia? klo gak sensi ya bakal lu bakal anggap b aja statement dia, but ya klo sensi, bakal baca statement dia menjdi sebuah hal yang salah dan blunder. Dan setau ku, ini hal lumrah yang bisa dibicarakan oleh driver di media. Pula emang pada nyatanya regulasi sekarang ya lebih cocok di driving style kimi, kaya apa yang dijelasin sama f1speed. Dan dia sendiri juga bilang ko, dia bakal segera improve his driving style untuk menyesuaikan dengan regulasi sekarang.
2. Dibilang dia gamau nyalahin dirinya sendiri, krna statement dia yg ‘somebody doesn't want him to win’, lah dia mau nyalahin dirinya sendiri gimna? jelas-jelas problem yang dia hadapi diluar kuasa dia semua???
4. George rusak citra mercedes? bahkan george udah bantah isu sabotase, demi bela mercedes, dan 63s terima bantahan itu, gaada dari kita yang bahas itu lagi.
5. sebenernya lu tau ga sih min problem apa aja yang george alami selama race? yang bikin dia terkesal bisa “kalah” point sama kimi?? oke mungkin lu gaterlalu perhatikan george, so kita bedah pov dari gua as george fans.
- china: Sayap depan patah sebelum/selama lap terakhir Kualifikasi Q2. Di sesi Q3, after timnya melakukan the wrong firing procedure, mesinnya berhenti di lintasan dan itu butuh 90% waktu yang ditentukan baginya untuk balik ke garasi dan memperbaikinya, sehingga dia harus memasang putaran terakhir dengan baterai kosong dan ban dingin (punya waktu sekitar satu menit untuk keluar dari garasi dan lakukan putaran keluar).
- Jepang: Tim ngakui bahwa mobilnya mengalami masalah setelah perubahan kecil pada suspensi belakang, yang berarti mobilnya nggak dapat melewati tikungan dengan baik. Masalah terjadi di beberapa meter awal balapan, karena rem belum sepenuhnya terlepas. RE nyuruh dia untuk menerapkan pengaturan tertentu karena mereka percaya itu akan memberi George lebih banyak tenaga, tetapi malah memicu kesalahan dan mobil kehilangan semua tenaga (yang berarti dia disalip oleh mobil di belakangnya), mencapai harvesting limit sampai dia nggak memiliki baterai untuk memulai kembali setelah safety car (menyebabkan kehilangan posisi ke mobil di belakang). toto jelasin problem george : https://t.co/VhlU41R4wg
- miami: ya oke lah george di miami ini emg bukan his best track, dan dia agak struggle disana. TAPI tau ga? pas start ulang after safety car, mereka pake strategi yang salah untuk start ulang, dan bikin dia kehilangan satu posisi dari mobil di belakang. Dan dia akhirnya bru ngacir di lap 50an setelah ngotak-ngatik mobilnya. nih bradley jelasin case george : https://t.co/Y7DLdv1HPn
- canada: selama quali set up nya ga kawin sama driving stylenya dia, but pada akhirnya setelah dia nyesuain itu dengan driving stylenya dia, dia bisa ngacir rebut pole. DNF disebabkan oleh baterai, modul ERS rusak parah (MGU-K dan ES tidak dapat digunakan kembali), penjelasan bradley: https://t.co/7CC38Daojn
- monaco: monaco salah satu not his best track yk, jadi ya that’s not a big problem kalau pas quali dia struggle, gue paham. bcs george juga boleh dong punya “bukan tracknya”, bukan driver lain doang? dan kejadian selama race, kayanya ga perlu gua jelasin ya, karena lu tau sndiri mostly hasil dari ke idiotan teamnya.
Ini cukup menarik untuk di bahas.
Di video ini ditunjukkan kondisi radio George dengan Race Engineer nya yaitu Marcus setelah Leclerc menabrak tembok. Saat bendera kuning, para driver diminta untuk masuk ke area pit, George secara sukarela mengatakan bahwa ia bisa menghapus penalti tersebut karena di posisi tersebut ia unggul 12 detik di depan Gasly, sehingga jika dia membayar penalti nya, ia tetap berada di posisi yang sama.
Namun pada detik ke 49, Marcus mengatakan ke George bahwa ia hanya perlu melewati pit saja dan tidak perlu berhenti, secara tidak langsung ia mengatakan bahwa penalti sudah clear dari Safety Car yang di keluarkan ketika insiden Stroll sehingga ia tidak perlu berhenti untuk membayar penalti ketika masuk pit.
Kembali lagi ke detik ke 13, Marcus mengatakan bahwa mereka sudah melewati pit 5 detik di pit terakhir mereka dimana itu adalah [durasi] penalti George dan hanya cukup menunggu dari Race Director.
Kira kira kenapa Mercedes dan juga Marcus mengambil langkah demikian dan tidak transparant terhadap drivernya, kalau memang ada kekeliruan strategi seperti yang Toto Wolff sampaikan setelah race selesai?
emang dah fanbase f1 indo hampir semua bias bgt sama george. george mobilnya masalah mulu yg patut dikritik malah skillnya george. george wawancara di media seperti biasa, dibilang patut dikritik komentarnya di media.
lu kalo mau buat fanbase usahain research dulu, gausah bias.
George terlihat turun ke area trek untuk memantau langsung kondisi lintasan saat sesi dihentikan oleh red flag kemarin. Ia memanfaatkan jeda tersebut untuk mengamati situasi di trek dan melihat kondisi yang menyebabkan penghentian sesi.
– Alamy
Toto’s double standard is clear. He actively shields #12 from media attacks, yet offers #63 no defense, merely citing his "resilience." Instead of protecting him during tough times, Toto keeps #63 perpetually trapped in a cycle where he must constantly prove himself to the public