Dulu begitu banyak Ummat Islam marah ketika bendera tauhid dihina & dibakar. Mereka berkata "tauhid" itu di hati, bkn di bendera. Skrg bisakah logika & cara berpikir itu digunakan ?!
Serangan digital bertubi-tubi menghantam aktivis yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Pelaku serangan membajak akun WhatsApp dan media sosial mereka serta mencuri data pribadi yang kemudian disebarluaskan.
Ini hasil penelusuran Tempo.
https://t.co/ahuceO5hcz
Pembahasan RUU HIP bagian dari agenda politik. Kalau ingin tahu apa yang terjadi, ikuti dan plototi terus. Jangan sampai ketinggalan "kereta".
Misalnya, pejabat satu bilang, "Tidak mengirim surat..", satu lagi bilang, "Pembahasan RUU HIP ditunda." Satu lagi, "Namanya diganti.."
Inilah tabiat sistem Demokrasi. Persis yang dikatakan al-'Allamah al-Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani, 67 tahun lalu, dalam kitabnya Nidzam al-Islam.
Melalui Demokrasi, kaum Kapitalis (pemilik modal) atau cukong, mengatur dan mengendalikan kekuasaan. Bisa lewat parpol atau yang lain
La Haula wa La Quwwata Illa Billah.
Ketika hutang menumpuk, rakyat diperas, kezaliman merajalela, maka ini sudah nazak, sakaratul maut.
Ya Rabb, selamatkanlah negeri ini, dengan syariat-Mu dan para auliya'-Mu.
Hanya inilah satu-satunya solusi bagi negeri ini.
Nabi: "Akan datang suatu zaman pada umatku, mereka meninggalkan ulama' dan fuqaha'. Maka, mereka diuji tiga bala'. Allah angkat berkah dari hasil kerja mereka. Allah jadikan penguasa zalim menguasai mereka. Mereka meninggalkan dunia ini tanpa iman." (Nashaih al-Ibad, h. 18)
Ibnul Jauzy Rahimahullah berkata, "Demi Allah, seandainya penduduk kuburan itu punya harapan, niscaya mereka akan berharap untuk bertemu (sehari saja), sehari dibulan suci Ramadhan".