selama liburan ke Bali, gw menemukan satu penyebab kenapa Bali nggak bisa comeback after covid.
Pemdanya wanprestasi
Warganya taken for granted
Kombo maut menuju downgrade daerah pariwisata.
102 hari kematian AFFAN dilindas barrakuda masih tak ada pertanggungjawaban pidana. Padahal pelakunya jelas, peristiwanya nyata, buktinya tersedia, saksinya puluhan pasang mata termasuk rekaman CCTV di TKP dan rekaman amatir.
Komisi Reformasi Kepolisian bisa mulai dari sini.
lu aje hutan di Bima ditebang tebangin gue mention mention ga direspon sama lu sama kementerian lu. Emang lu banyak omong doang. Tunggu ada korban baru turut berduka turut berduka.
hasilnya:
• ribuan anak-anak keracunan
• 13 orang meninggal karena 1312 (selama aug-sep)
• hampir 1000 orang dijadikan tersangka
• tni masuk posisi sipil
• banyak satwa endemik mati
• banjir bandang di sumatra, ratusan meninggal tapi nggak ditetapkan sbg bencana nasional
Saya udh menahan tidak upload soal rahasia umum ini ! Akhirnya pecah ! Video ini baru kejadian sore ini.
Yang saya heran dan kagetkan kenapa untuk MINTA MAKAN musti dipersulit . Ada oknum2 di posko bantuan yang minta KK , KTP.
Astaghfirullah . Mereka selamat dari bencana tapi tidak selamat dari kelaparan. Donasi makanan ditumpuk2 dan baru dibagikan malam. Dan kebanyakan sudah basi.
Itupun tidak merata. Padahal alasan awalnya “biar kami yang bagikan biar merata”. Tapi rata2 yg terjadi dilapangkan malah sebaliknya. Jujur saya bingung dengan SOP di posko bencana ini.
Bukannya posko bencana memudahkan utk segera sampai ke masyarakat? Keadaan sudah susah malah ditambah susah! Jd yg gak punya ktp / kk ga bisa dpt bantuan ? Semua terdampak disini. mau kaya mau miskin semua butuh bantuan. Boro2 mikirin dokumen saat bencana Pak,Buk. Mereka selamat aja udh syukur.
Sumber :ayuwisya
Tentara tentara ga punya battle experience. Saking gabutnya, ya begini petantang petenteng di kota.
Yang begini kalau di daerah, kalau ga gebukin petani, jadi centeng tambang, atau bodyback pulang dari papua.