Mau ngeluh kerjaan banyak dan kebanyakan uncharted territory bagi gua, tapi bersyukur juga dapet kerjaan. Tenanglah asam lambung jangan naik mulu, gua mau kerja yang bener.
@LambeSahamjja Karena memang gaada yang ga setuju buat ngasih makan siang ke anak anak. Yang jadi masalah itu anggarannya menekan anggaran pendidikan, pelaksanaan standarnya ga merata, sistemnya rentan korupsi dan udah terbukti terjadi. Jadi harus berbenah dulu, baru jalan lagi kalo udah rapi.
@nowthisimpact The exact same argument can be used to support raising the minimum wage. When it's about landlords, they suddenly care about raising utility costs and taxes. "Basically confiscating their property" yeah tell that to millions of people who must have second job just to stay afloat.
@kementerianmeme Bisa ga si? Tiap menit mati lampu direksi PLN terkait potong gaji. Biar jungkir balik kerja memastikan jangan sampe kejadian mati listrik. Masa hampir 1 pulau mati listik berjam jam, entah berapa besar kerugian rakyat karena elektroniknya mati, apa akan ada kompensasi oleh PLN?
@tempodotco Anjayy, perguruan tinggi disuruh nutup prodinya karena tidak sesuai dengan kebutuhan industri, sekarang diminta bangun dapur, ini negara mau jadi industri katering kah?
@67ohyul Ada yang bilang kalo orang kayak gitu ngeliat LGBT kayak ngeliat binatang di kebun binatang, seneng sama lucu lucunya, seneng ngeliat atraksi dan dramanya. Tapi kalo ketemu gajah ato orangutan di jalan, cuma ada rasa takut dan jijik, yang peduli for their well being cuma sedikit.
Aaa bodoh banget, gua abis ngerjain tes tulis buat masuk kerja. Gua udah pede karena ternyata masih nyangkut pelajaran pas kuliah. Tapi setelah gua kirim, baru sadar ada jawaban yang satuannya salah harusnya g bukan kg, mana tu soal bobotnya gede. Kayaknya gabakal keterima😔
Apakah lebih baik selamanya hidup di depan pintu? Atau memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam rumah dengan risiko kehilangan tempat pulang sama sekali?
Ada yang pernah ngerasa seperti hidup di depan pintu? Melihat ke dalam rumah yang hangat, dan akhirmya masuk karena diundang. Tapi yang masuk itu cuma topeng, orang aslinya masih di depan pintu.
Tapi sudah begitu dalam kaki orang itu mengakar dalam di bawah pintu. Berakar kuat karena segala rasa takut. Takut menyakiti perasaan, takut menghilangkan kehangatan rumah itu. Dan takut tidak diizinkan lagi untuk hidup bersama walaupun hanya di depan pintu.
@amouraXexa IMO sebagai parent kita cuma bisa ikhtiar, ajarin sebaik mungkin ajaran agama dan value ke anak. Setelah dewasa, kita cuma bisa terima keputusan anak dan cukup berdoa dari jauh aja. Semoga anaknya jadi seperti yang mba harap, tapi kalau ngga tolong tetep jadi ibu yang hangat.
@DefiantLs Basically education and linguistics, but only on ultra specific topics. It's not always about getting a job, some people learn for the sake of learning.
@tanyarlfes Setiap pekerjaan itu ada risikonya. Makanya kalo mau menjabat itu harus dengan izin sekeluarga, pastikan bahwa mereka siap menerima baik buruknya mengemban jabatan tersebut. Kalo mau hidup tentram sekeluarga, ya jangan jadi pejabat.
@direktoridosen@prabowo @PNS_Garis_Lucu Eh tapi kalo nambah SDM mahal ya buat gajinya, belom lagi buat nambah fasilitas penelitiannya. Mending kurangin mahasiswa aja, biarin nanti pada susah cari kerja dengan ijazah SMA atau mungkin harus utang sana sini buat bayar UKT di univ swasta.
@direktoridosen@prabowo @PNS_Garis_Lucu Apa kabar "mencerdaskan kehidupan bangsa". Kalau memang mau meningkatkan riset di universitas, berarti dosen dan penelitinya ditambahin, sehingga beban tiap pendidik itu lebih ringan dan bisa lebih bisa invest waktu dan teaga untuk riset. Cont.
@BROKENBRITAIN0 I feel the same feelings that happened right before covid. I felt somekind of relief that all that happened so far from my country. But before i know it, it's spreads to the whole world. I hope this fuckery ends by changes on the top, not after the deaths of millions of innocents
@Tguh_Em Peluang itu pasti akan lebih besar untuk si kaya. Tapi bukan berarti standarnya diturunkan, karena ini menyangkut survival dan kesuksesan belajar di LN nanti. Solusinya itu harusnya ke arah mempermudah akses pelatihan TOEFL agar menjangkau semua kalangan, bukan penurunan standar.