INSTEAD OF WATCHING AN HOUR OF NETFLIX TONIGHT.
This 1 hour Stanford lecture by Joel Peterson will teach you more about negotiation and getting what you want than most people learn in years.
Bookmark it and give it an hour, no matter what.
"Banyak cowok ngefans sama seseorang bukan karena dia yang paling cantik... tapi karena dia bikin orang betah."
Kalau gue pribadi?
Alasannya sederhana.
Gue pernah nonton beberapa wawancara dan potongan videonya di YouTube maupun media sosial.
Yang bikin gue tertarik justru bukan penampilannya.
Tapi vibes-nya.
Kelihatan talkative, nyambung diajak ngobrol, ekspresif, dan tipe orang yang kalau diajak duduk ngopi dua jam rasanya tetap ada aja bahan obrolan.
Buat gue, itu menarik.
Karena buat gue, definisi "cantik" mulai bergeser.
Cantik itu enak dipandang.
Tapi kepribadian yang positif bikin orang betah.
Ada orang yang secara fisik luar biasa, tapi lima belas menit ngobrol rasanya pengen lihat notifikasi HP terus. 😭
Sebaliknya, ada juga orang yang mungkin awalnya biasa aja, tapi setelah ngobrol sejam, tiba-tiba jadi kelihatan jauh lebih menarik.
Energi itu menular.
Orang yang positif, rendah hati, dan nyaman diajak ngobrol sering kali meninggalkan kesan yang jauh lebih lama daripada sekadar penampilan.
Makanya menurut gue, daya tarik seseorang itu bukan cuma soal wajah.
Tapi soal bagaimana dia membuat orang lain merasa saat berada di dekatnya.
Dan itu jauh lebih susah dipalsukan.
Kalau kalian gimana? Saat ngefans sama seseorang, yang pertama bikin tertarik itu penampilannya, prestasinya, atau justru kepribadiannya?
Rutin gue baca ulang karena sangat bermanfaat untuk gue "menyederhanakan" penelitian yang ada untuk dikaitkan dengan fenomena yang gue temukan.
MUST READ!
Thank me later!
Solo quiero decir una cosa a las esposas.
Si tu marido no fuma, no vapea, no se queda despierto hasta la madrugada y no va detrás de otras mujeres...
Fíjate en cómo transcurre su día.
Porque, muy probablemente, su vida sea así:
Gw punya antithesis tentang ini.
Gw mau jadi orang yang serba bisa, gw set standard setinggi2nya.
Dimanfaatin? Gapapa. 6 bulan - 1 tahun dimanfaatin ga ada masalah.
Next-nya? Ya kasih tau impact yg lo kasih ke kantor, nego kenaikan gaji.
Kalo kantor gamau atau ga bisa, ya cabut.
Skill udah punya, pengalaman ada, bisa buat cari kerja baru atau project lain.
Kapan lagi dikasih ruang "gratis" untuk explore dan belajar sesuatu.
Ini mungkin bukan untuk semua orang, tapi ini yg gw lakuin.
Daripada tiap malem abis berjam-jam untuk scrolling Tiktok, mending coba deh untuk ganti pake website ini, ya ini gratis.
Hasilnya lu bisa belajar lebih banyak tapi pikiran juga lebih ringan cocok buat yang suka explore.
1. Google Arts & Culture
Bisa jalan-jalan ke ribuan museum terkenal di dunia langsung dari rumah.
2. FutureLearn
Banyak banget kursus gratis soal skill, psikologi, bisnis, sama teknologi.
3. Radio Garden
Nasihat Warren Buffett untuk anak-anaknya:
1. Beli rumah cepat, mobil murah saja.
2. Barang jangka panjang, pilih yang mahal dan awet.
3. Jangan kerja dengan keluarga atau teman.
4. Rajin olahraga.
5. Lebih baik buka bisnis sendiri.
6. Kuasai public speaking.
7. Biasakan mandiri dan sendiri.
8. Pilih kerja dengan komisi, bukan gaji tetap.
1. Kalo lagi bingung atau penat, mending gerakin badan. Bisa jalan santai, dance, stretching, atau cuma gerak-gerak badan aja. Intinya keluarin energinya. Ini bakal ubah suasana hati lo dan bikin pikiran lebih jernih.
2. Self-care di pagi hari itu wajib. Cukup 10 menit doang. Bisa berdoa, stretching, duduk tenang sambil ngumpulin nyawa, atau nentuin target hari ini. Beda banget antara "disetir" sama "nyetir" keadaan dan harimu.
Yang merupakan effort antara lain :
Anter-jemput
Beliin hadiah
Ngajakin jalan
Apapun yg ngeluarin tenaga , waktu dan uang
Dan effort layak dapet apresiasi.
Yang termasuk effortless :
Chatan
Telponan
Yang disebut bare minimum :
Setia
Kejujuran
Komunikasi
Gak genit ke lawan jenis lain
Kuharap gak ada campur aduk lagi atau bikin laki2 merasa serba salah 🙃
Gambar ini sendiri menjelaskan mengapa semua pemain yang pernah bermain bersama Lionel Messi begitu mencintainya.
Di menit-menit akhir pertandingan Argentina, nggak ada lagi tempat kosong di bangku cadangan, jadi orang-orang mulai cari solusi dan minta seseorang bangun supaya Messi bisa duduk setelah keluar lapangan. Tapi Messi menolak total.
Dia bilang ke mereka: "Nggak ada yang bangun dari tempatnya." Dan setelah itu, dia memutuskan untuk menonton sisa pertandingan sambil duduk di tanah di samping bangku cadangan, tanpa minta perlakuan khusus atau hak istimewa tambahan apa pun.
Kita lagi ngomongin pemain yang udah capai segala hal yang mungkin di sepak bola, juara dunia, pemegang rekor-rekor sejarah yang nggak masuk akal, dan salah satu atlet terhebat dalam sejarah olahraga ini, tapi dia masih bertingkah laku dengan kerendahan hati seperti anak kecil yang jatuh cinta sama bola.
Mungkin orang-orang bisa beda pendapat soal siapa yang terhebat, tapi susah banget buat nggak menghormati pemain sekaliber Lionel Messi ketika ini sifatnya setelah semua pencapaiannya.
Evlenirsen pişman olursun. Evlenmezsen de pişman olursun. Çocuk yapsan da yapmasan da pişman olursun. Kierkegaard bunu 200 yıl önce şöyle söylemiştir:
"Neyi seçersen seç pişman olursun. Çünkü sorun tercihlerinde değil yaşanmamış bir hayatı romantize etmendir. İnsan her daim gidilmemiş bir yolu cazibeli ve gizemli bulur. Bu yüzden mesele en doğru seçimi yapman değil. Hangi pişmanlıkla yaşayacağını seçip karar vermendir."
Sen neye karar verdin?
Beberapa hari kemudian, orang itu nggak pernah nyenggol bokap lagi.
Dari situ gue belajar, nggak semua konflik harus dibalas dengan konflik. Kadang respons terbaik adalah melakukan sesuatu yang tidak mereka duga.
Karena saat seseorang siap menghadapi amarah kita, mereka tahu cara melawannya. Tapi saat yang datang justru kebaikan, sering kali yang muncul adalah sesuatu yang lebih sulit dilawan: rasa bersalah.
@0tk0il Napa jadi pada tukang ramal gitu yak, bsk gedenya jadi ini, jadi itu. Lah dia mahasiswa gaes, kemewahan terakhir mahasiswa adl idealisme, mumpung banget tu bisa kritis dan berani resiko bersuara
Your brain basically stopped recording your life around age 25. Everything since then is a blur for a reason.
Neuroscientists measured this so many times they named it: the reminiscence bump. Ask anyone over 60 to recall their strongest memories and almost every answer clusters between ages 15 and 25. The decade where everything was new. First job, first apartment, first real relationship. Your brain encoded each day because nothing had a template yet.
After that window closes, most people enter a repetition loop. Same commute, same office, same weekend rhythm. The brain stops recording repeated experiences as distinct events. A year with 300 novel days leaves 300 memory anchors. A year with 10 leaves 10. Both took 365 days to live. Only one of them will exist when you look back.
This is why people at 50 say "where did the time go." The time went into routine that felt like living but left almost nothing behind.
Your remaining years are fixed. How many your brain bothers to remember is entirely up to you.
X: Sejak Z nge-lead, jumlah incident kita naik
Y: Tau dari mana?
X: Liat aja jumlah RCA kita naik berkali-kali lipat.
Y: Sebelum ini kalau ada incident, kita juga nulis RCA?
X: Ada tapi jarang.
Y: #lah
Kadang ada yang terlalu nyaman dengan kebenaran yg selama ini ditutup2i.