Niatnya "Cuma Bercanda", Tapi Berujung Tragedi yang Mengguncang Indonesia 💔
Bayangkan, kamu berangkat ke sekolah dengan perasaan sangat gembira karena hari itu adalah hari ulang tahunmu yang ke-13. Tapi siapa sangka, hari yang harusnya penuh tawa justru menjadi awal dari sebuah mimpi buruk.
Inilah kisah pilu Maizatul Farhana, siswi SMP di Batam yang kehilangan nyawanya akibat prank ulang tahun dari teman-teman dan gurunya sendiri di tahun 2010 lalu.
Dituduh mencuri di depan kelas secara sengaja demi sebuah kejutan, mental Farhana terguncang hebat hingga mengalami depresi berat dan peradangan saraf. Tepat satu bulan setelah hari ulang tahunnya, ia mengembuskan napas terakhir.
Kisah ini menjadi tamparan keras untuk kita semua: Bercanda itu ada batasnya. Stop tradisi prank ulang tahun yang kelewatan, karena kita tidak pernah tahu seberapa kuat mental seseorang untuk menahannya.
👇 Bagaimana pendapatmu tentang tradisi prank ulang tahun? Tulis di kolom komentar ya.
Si kumis ngaceng "utusan" partai capLang ganti di keplak Feri Amshari.
Lagi lagi dia ngebet perbaiki tata kelola program MBG yg sebenarnya rakyat sendiri tidak menginginkan itu.
Apa yg skrg terjadi merupakan hasil coba-coba tanpa perencanaan yg akhirnya membuahkan dipenjaranya si Dadan CS (Celethong Sapi)
Memang sulit mengubah karakter Prabowo yang suka pergi keluar negeri. Kebiasaan keluar negeri seenaknya sendiri tanpa memperhitungkan kondekuensi itu sudah dia lakukan sejak muda.
Itu tercatat dari salah satu klausul rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) hingga Prabowo harus diberhentikan dari TNI karena sering keluar negeri tanpa izin atasan. Hal itu tercantum dalam dokumen DKP Nomor: KEP/03/VIII/1998/DKP (tanggal 21 Agustus 1998). Nampaknya karakter “nglencer” keluar negeri tetap dia teruskan.
Kalau dulu saja saat dia masih jadi tentara yang harusnya patuh karena memiliki atasan, tapi kenyataannya dibaikan, sekarang apalagi. Dia adalah penguasa tertinggi di negeri ini, sehingga tidak ada yang dia harus taati. Hanya keterpaksaan politik yang membuat dia tidak berbuat sekehendak hati. Jadi bung @dinopattidjalal tetaplah mengkritik dan menasehati tanpa harus berkecil hati jika tidak diikuti oleh orang yang memang “keras kepala” sejak dulu.