🚨 𝗞𝗔𝗜 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲 🚨
Pasca anjlokan KA Purwojaya (KA 58F) di emplasemen Stasiun Kedunggedeh (Kab. Bekasi, Jawa Barat) pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 14.22 WIB.
Informasi terbaru dari petugas kami di lapangan, proses evakuasi KA Purwojaya (KA 58F) telah berhasil diselesaikan. Jalur hulu yang sebelumnya terdampak, kini dinyatakan aman dan dapat dilalui kembali dengan kecepatan terbatas. Pukul 04.47 WIB, KA Parahyangan (KA 134) tercatat sebagai kereta pertama yang melintas di jalur tersebut.
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan kereta api, atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini. 🙏
#KAI121
#KAIupdate
🚨 KAI Update 🚨
𝗞𝗔𝗜 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮 𝗔𝗽𝗶 𝗣𝘂𝗿𝘄𝗼𝗷𝗮𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁, 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan, akibat anjloknya Kereta Api Purwojaya (KA 58F) rute Gambir–Cilacap, di emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kab. Bekasi, pada Sabtu (25/10), pukul 14.22 WIB.
KAI memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh penumpang serta awak kereta dalam kondisi selamat, dan proses evakuasi telah berjalan lancar.
Sebanyak 232 penumpang dievakuasi menggunakan enam bus menuju stasiun tujuan masing-masing dengan pendampingan petugas di lapangan.
Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Dua kereta bagian belakang Kereta Api Purwojaya mengalami anjlokan, seluruh penumpang telah dievakuasi dengan aman.
Tim KAI dari Daerah Operasi 1 Jakarta bersama unit terkait terus melakukan pemeriksaan dan perbaikan prasarana di lokasi kejadian. Hingga saat ini, satu jalur sudah bisa dilalui secara terbatas, sementara jalur lainnya masih dalam proses penanganan intensif.
Beberapa perjalanan kereta api di lintas Kedunggedeh sempat mengalami keterlambatan, namun KAI terus berupaya mengatur perjalanan secara bergantian agar arus lalu lintas kereta tetap berjalan.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan yang terdampak. Seluruh jajaran bekerja maksimal agar perjalanan segera normal kembali.
Support photo 🙏🏼: @/raafiddhiyaulhaq (IG)
#KAI121
#KAIupdate
This male sumatran orangutan is Raku: he got a wound on his right cheek. Scientists were surprised to spot him applying a medicinal plant on his face: akar kuning (Fibranaurea tinctoria), a type of climbing vine that acts as an analgesic.
After about 8 days he applied the chewed stems and leaves of the plant, the wound began to heal and in approximately a month he completely recovered.
This series of observations undoubtedly constitutes the conclusive proof of the level of ingenuity that these majestic animals have.
Di Jawa Barat ada hotel seperti ini. Kumuh, pengap, stigmatized as haunted place. Kolom review dipenuhi ulasan horor. Banyak selentingan kabar; ada orang bunuh diri dari lantai 3, pernah jadi sarang imigran gelap, ada wanita dibunuh dsb. Penasaran, saya datang ke situ.
Foto penampakan di bawah.