randomly pengen bikin tweet kebaikan2 orang yg dilakuin ke aku.
Dimulai dari tadi pas di stasiun, buru2 ngejer kereta, kirain bakal ketinggalan ternyata ditungguin sama masinisnya. 🥺🥺🥺 sungguh jarang terjadi.
Yang dikorupsi bukan proyek mewah atau barang mewah, melainkan pakan satwa. Dampaknya bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi tubuh yang kurus, hewan yang sakit, dan nyawa yang hilang. Mirisnya, korbannya bahkan tidak bisa meminta keadilan.
Gila sebobrok ini Indonesia dipimpin Prabowo🇲🇨 Demo sebesar itu ga ada stasiun tv yg nampilin, semua di bungkam! I know,, kita masih kebawa Euforia bola.. tapi inget ada yg lagi berjuang melawan bangsa sendiri!!! Udah separah ini lo guys??! biasanya rame di timeline kok sepi banget ga ada yang upp!!?!!
The way I see it: sekarang udah di poin memang diniatkan begitu.
Memang diniatkan supaya kita desentitized dan terbiasa sampai bilang, “Kalo ada korupsi ya biasa itu,” (udah ada yang bilang)
Memang biar lama-lama dinormalisasi sampai bare-minimum jeblok dan harus diterima—
Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.
Negara ini bener-bener jahat ke guru. Wdym guru harus kerja dari pagi buta sampai siang atau sore dengan jobdesk seabrek, tapi gaji yang didapat bahkan gak cukup buat makan seminggu? Bahkan ada guru yang gak digaji 😵💫
Yaa Allah… 😱😭
Konten kreator @/liumikes membagikan momen seorang guru yang juga merupakan ibu rumah tangga di Desa Sikundo, Kabupaten Aceh Barat, yang setiap hari harus menyeberangi jembatan rusak karena akses utama terputus.
Melalui kunjungan bersama Ekspedisi Kitabisa, ia menyoroti bahwa di sejumlah wilayah pascabencana masih banyak masyarakat yang hidup dengan akses jalan, pendidikan, dan fasilitas dasar yang jauh dari layak, sehingga membutuhkan perhatian dan perbaikan infrastruktur.
Sc: ckevault. id
Before you stands a thing of metal and wheels that looks like you but does not blink, whose hunger is both absent and endless, and you trumpet a challenge it cannot hear and brace your tired muscles against its relentlessness because someone must, and there is only you.
aku sering dikira sebagai "girl boss high achiever gk mau nikah maunya kejar karir" type of person when i actually just trying my best to barely survive and is a certified lover girl yang sangat amat ingin menikah dan membangun keluarga dan berkebun dan memasak dan bahagia
Nangis baca kasus tapir dibunuh. Selama 10 thn kerja di konservasi, ga pernah aku nemu yg namanya konflik tapir.
Hewan ini ga ngerusak kebun orang. Ga makan ternak warga. Kalo ketemu manusia cenderung menghindar, gak agresif.
Tapirs are gentle & chill, but they killed him 💔
Urgent....!!!
Semalam kami bersama Damkar Mengevakuasi kucing liar yang terjebak di dalam Drum Aspal😭😭, sudah terevakuasi, separuh tubuhnya lengket aspal,semalem kami sudah coba bersihkan aspal yang menempel semampu kami, namun ini membutuhkan biaya besar utk pengobatan dan pemulihan.
barangkali ada Netizen yang berkenan berdonasi untuk kucing ini🙏🙏
berikut Link Donasinya:
https://t.co/lnvRH31ooi
sebuah dilema antara pengen ke taman buat nap dan baca buku atau di kamar aja cukup krn matahari di kamar seterang ini dan aku baru tidur 2 jam doang dari semalem. hmm
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Kata siapa di luar negeri itu mahal, kitanya yang dibrainwash buat gak merantau jir😭😂. kemarin ada konten WHV kerja sejam di aussie bisa buat beli kebutuhan beberapa hari, di Indonesia mana bisa.
Living abroad benar-benar mengubah perspektif & cara berpikir gue.
Ternyata, kita bisa mulai APAPUN dari nol tanpa melihat usia.
Standard sosial di Indonesia jadi terlihat toxic. Tentang, usia sekian harus lulus S1, usia sekian harus kerja, menikah, punya anak, yadda-yadda.
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.