Masih ngakak sampai sekarang. 🤣
Pas nanya Edwin, “Makanan favoritnya apa?” Eh, begitu dia jawab… langsung pecah. Mana gue yang lagi take video, auto ketawa di tempat. 😂
Waktu edit videonya pun, bagian itu sengaja gue cut… dan taraaa, jadilah hasilnya. 😆🙏🏼
Supporter Belanda di Indonesia, jangan lupa follow @OranjeINDO 🇳🇱🧡
Jahat Banget Kerja 12 Jam Sehari Cuma Dibayar 30 Ribu😭
adik ini masih SMP tinggal bertiga sama dua adeknya yg masih kecil. mereka ngontrak. bapaknya ada di penjara, ibunya ada di RSJ. jadi dia terpaksa bekerja tapi dimanfaatin bos, kerja dari jam 9 pagi - 9 malam cuma dibayar 30 ribu sehari.
lokasi : Tanjungpinang
Tak bosan-bosannya gw ingatkan kalian..
Gibran pakai strategi
Do nothing and Win
Di saat yang lain suka gembar-gembor, bikin drama dan pernyataan kontroversial.
Dia menunjukkan dirinya "kerja", bergaul dengan rakyat dan membangun kedekatan.
Ga pernah kasih pernyataan apa pun.
Sasaran pasarnya pun jelas, bocil yang 5 tahun lagi akan memilih + rakyat menengah ke bawah
Plek ketiplek sama strategi bapaknya.
Jangan pernah sepelekan barang ini. Jangan pernah!
Ingat, guys, orang kita itu ga banyak mikir. Ga banyak baca berita.
Yang mereka tonton itu Hiburan. Karena itu, mereka ga suka keributan.
Makanya Mr. G selalu berusaha menghindari keributan dan banyakin gimmick politik (yang menghibur) agar relate sama rakyat.
Di sini lah problemnya.. Ketika kita ngamook ngamook
Bukan tidak mungkin silent majority akhirnya memilih dia.
(Jangan sampai terjadi)
Source gambar: ANTARA
Ini, kalau yg males baca, udah disimpulkan sama Grok.
Ringkasan Artikel (Thread X @SimonBrundish):
Simon Brundish, pelatih dan analis performa Liverpool, berargumen bahwa Arne Slot pantas dipecat karena performa tim yang merosot drastis musim ini.
Menurutnya, Liverpool sedang di jalur finis 26 poin lebih buruk dibanding musim lalu — penurunan yang sangat besar, meski tim sudah ditambah talenta senilai £450 juta dan memiliki skuad inti yang kuat (80% juara musim lalu).
Analisis data utama yang digunakan:
•Rotasi starting XI: Hanya 2,98 perubahan per pertandingan (cukup rendah, stabil di core pemain).
•Cedera: Sedang (3,69 pemain absen per game), tidak seburuk musim-musim sebelumnya, jadi tidak cukup jadi alasan utama.
•Menit pemain pengganti: Hanya 7,61% dari total menit (lebih rendah daripada 3 musim sebelumnya).
•Total beban menit pemain: Tinggi secara keseluruhan, tapi terkonsentrasi di core pemain.
Beban pemain inti yang ekstrem (termasuk menit internasional):
•Van Dijk: 50 full 90 menit (rekor karir di usia 34 tahun)
•Szoboszlai: 46 full 90 menit (rekor karir, 40% lebih tinggi dari sebelumnya)
•Gravenberch, Konaté, Mac Allister, Wirtz, dll. juga mencatat rekor menit tertinggi.
Brundish menyebut ini bukan sekadar “lelah”, tapi pengelolaan skuad yang salah. Slot terlalu mengandalkan core yang sama, jarang membagi beban ke pemain cadangan, sehingga tim kehilangan kesegaran, kecepatan, dan intensitas. Taktik belum terbentuk dengan baik meski sudah 54 pertandingan, dan performa tim sering terlihat “flat”.
Kesimpulan penulis: Meski ada faktor cedera, jadwal, dan transisi taktik, Slot sebagai manajer bertanggung jawab penuh atas pemilihan pemain, rotasi, dan distribusi beban. Penurunan 26 poin bukan “adaptasi sementara”, melainkan kegagalan manajerial dalam menyeimbangkan kestabilan, kesegaran, dan pengembangan skuad. Konteks tidak bisa membenarkan hasil seburuk ini.
Singkatnya, menurut Simon: Liverpool terlalu besar dan berbakat untuk turun 26 poin hanya karena “tahun sulit”. Slot gagal mengeluarkan potensi maksimal skuad, sehingga pekerjaannya sedang dalam bahaya besar.
Intinya FAK ARNE!
JUJUR KALIAN HARUS TONTON INI!!! BAGUS BANGET PENJELASANNYA. PLEASE TONTON.‼️💯📸
Gimana kalo selama ini Pengangguran itu adalah Kesengajaan yg tersistem?
sekarang yg katanya ekonomi naik dan bertumbuh tapi pengangguran malah makin naik dan tumbuh angkanya.
orang-orang sebenernya siap banget kerja, tapi sengaja ditahan buat ga dipakai. apa untungnya?
perusahan punya kontrol yg kuat!! orang yg kerja jadi takut dan patuh di pecat dan diganti, orang yg nganggur dibuat desperate mau kerja apapun yg penting ada penghasilan.
karena banyak pengangguran itu = daya tawar pekerja melemah, yg udh desperate nganggur mau bekerja walaupun dibayarkan dengan upah murah.
kata andalan perusahaan : "kalo ga mau kerja, masih banyak yg mau kerja!👀📸
SIAPA YG PERNAH ALAMIN ATAU MIKIR GINI!?!??
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil.
Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib.
Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri.
Kasusnya:
Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah.
Uang itu bukan uang biasa.
Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat.
Empat dekade tabungan kolektif.
Habis dalam satu pengkhianatan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya:
Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini:
Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller.
Lalu di mana pengawasan BNI?
Ini bukan pertanyaan retorika.
Ini pertanyaan teknis yang serius.
Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat.
Ada prosedur.
Ada tanda tangan.
Ada konfirmasi kehadiran.
Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum.
Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank.
Dan respons bank yang dikritisi:
Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini.
Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi.
AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya.
Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili.
Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan pertama kalinya:
Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia.
Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif.
Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara.
Yang perlu dituntut secara konkret:
Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan.
Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank.
Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun.
Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi.
Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?
hak PKWTT 10 tahun kerja di PHK alasan efisiensi tapi blm ada pembuktian mengalami kerugian :
uang pesangon : 9x gaji
uang penghargaan masa kerja : 4x gaji
uang pergantian hak : sisa cuti yg blm di ambil + ongkos jika dipekerjakan diluar domisili
jika surat phk sudah di dapat berhak ikut program JKP : bisa dapat 60% gaji (selama 6 bulan dari pemerintah)
TOTAL jika di PHk :
13x gaji + 60% gaji selama 6 bulan dari pemerintah + uang pergantian hak
SEMUA ITU BISA DIDAPAT JIKA DI PHK.
di PHK, jadi jangan mau disuruh ttd pengunduran diri.
Baca utas ini dan cuma bisa ketawa krn memang ada generasi yg SEMUA HARUS diangkat di medsos. Akhirnya terpercik karma sendiri.
Angkatan saya yg udah lepas WNI, BANYAK. Ada yg penerima beasiswa negara jg (sdh bayar tugas). Proses hukum dijalani dgn metodis dlm diam. Tidak norak.
FYI: Dalam buku ini dijelaskan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin sedikit anak yang ia miliki.
Kenapa bisa begitu? Karena orang berpendidikan tau bahwa untuk mendidik anak itu sulit + mahal (finansial & emosional).
Sementara itu, semakin rendah pendidikan seseorang, maka semakin banyak anak yang ia miliki.
Kenapa bisa begitu? Karena orang yang tidak sempat mengenyam pendidikan hingga ke titik tertinggi belum memiliki wawasan bahwa mendidik anak akan sesulit dan semahal itu.
Stabilitas ekonomi > akses pendidikan > akses pengetahuan > membuatmu teredukasi.
Education is A PRIVILEGE—in developing country.