Fasisme bisa dibangun melalui prosedur demokrasi seperti yang dilakukan oleh Hitler di Jerman. Demikian tulisan Sukidi di TEMPO hari ini. Tulisan yang mengingatkan dan mencerahkan untuk merawat demokrasi di Indonesia.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
🚨 JAPAN MUST WAKE UP BEFORE IT IS TOO LATE.
Pakistani Islamists are now wreaking havoc in Japan. The warning signs are flashing red and the entire country needs to listen carefully because this is exactly how it starts.
🔴 Do not let your beautiful country look like Europe.
🔴 Do not repeat the massive mistakes of Western nations that ignored the threat.
🔴 Protect your unique culture and ensure the absolute safety of your citizens.
Protect Japan and stay Japanese. 🇯🇵
Hit RT to spread this critical warning right now! 🚨
Ide ini ide yang sangat berbahaya lebih rawan penyalahgunaan dan juga tidak semua tempat ada atmnya disetiap desa. Apalagi daerah terpencil. Dan masih banyak hal lainya yang sangat mengkhawatirkan🥺. Awak menolak ide konyol ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menanggapi berbagai polemik terkait kebijakan sektor pertanian saat mengisi kuliah umum di Universitas Halu Oleo pada 6 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Amran menyinggung penolakan terhadap proyek strategis nasional (PSN) untuk pembangunan kawasan persawahan serta bantuan traktor dari Kementerian Pertanian yang ditujukan untuk mendukung pengembangan sektor pangan.
Namun perhatian publik justru tertuju pada momen perdebatan antara seorang mahasiswa asal Papua dengan Mentan Amran. Dalam video yang beredar, mahasiswa tersebut menolak menyebut istilah "Merah Putih” dan “Indonesia”, yang kemudian memicu diskusi dan adu argumen di hadapan peserta kuliah umum.
Peristiwa itu pun ramai dibahas di media sosial. Banyak warganet menyoroti substansi perdebatan yang terjadi, sementara lainnya menyoroti isu kebangsaan dan pembangunan yang menjadi latar belakang diskusi tersebut.