ㅤㅤ
ㅤㅤ
[ 𝗣𝗟𝗘𝗔𝗦𝗘 𝗛𝗘𝗟𝗣 𝗥𝗧 / 𝗤𝗥𝗧 ]
Sebuah perkumpulan kecil bernamakan 𝗦𝗖𝗛𝗔𝗧𝗭, tengah mencari 3 perempuan tangguh yang ingin meluangkan waktu di sela-sela kesibukan sebagai 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
Gala terkekeh kecil, mengira itu lelah biasa.
“Nanti kita kelonan ya, Kak?”
Suaranya ringan. Tangannya masih sibuk memainkan jemari Nasya seolah dunia baik-baik saja.
Hening.
Dunia seakan berhenti bergerak barang satu detik.
Lelaki itu membeku di tempatnya, sementara sesuatu dalam dirinya benar-benar ambruk tanpa sisa.
“Gala, capek.”
Kalimat itu jatuh begitu saja di siang bolong, ketika matahari sedang tinggi-tingginya dan Gala masih menatap Nasya dengan sorot mata paling teduh yang ia punya.
Sebab Gala yang dahulu liar perlahan berubah menjadi lelaki yang lembut. Terlalu lembut. Ia menjadi seseorang yang selalu ada, selalu pulang, selalu menaruh Nasya di pusat hidupnya.
Sementara bagi Nasya, kenyamanan yang terlalu penuh rupanya berubah menjadi sesak.
Namun barangkali sejak awal, Nasya mencintainya bukan karena siapa Gala sebenarnya, melainkan karena keyakinan bahwa dirinya mampu memperbaiki lelaki itu.
Dan Nasya berhasil.
Terlalu berhasil, mungkin.