Dalam hidup, kita bertemu banyak orang, dan salah satu diantaranya "hadir sebentar, namun membekas dalam ingatan.
Ia mengubah semestamu, sudut pandangmu, caramu berpikir dan caramu dalam mengambil keputusan. Tapi sayangnya, ia hadir hanya untuk memperbaiki, bukan membersamai π
Ga ada yang peduli seberapa keren playlist sportifymu, seberapa kiri selera musikmu, seberapa kritis pola pikirmu, apa klub sepakbola favoritmu, dan seberapa banyak pengikut sosmedmu yang dipenuhi repost-an sok bijak itu, tapi jika itu membuatmu bahagia maka "RAWATLAH"
~unknown
Tirakat yang paling susah itu adalah memiliki hati yang baik, memiliki hati yang tidak suka menyalahkan orang lain, tidak suka membenci orang lain, dan tidak suka menjelek-jelekan dan ngomongin orang lain
Dibentuk dalam banyak bentakan, lepas liar mencari jalan sendiri tanpa peta, bertaruh untuk terus tumbuh, banyak sakit yang dirahasiakan. Saat sampai tujuan dibilang keberuntungan. Tak apa, hidup memang begitu, dan gak semua hal harus dijelaskan juga π₯
Rajin beribadah, rutin berolahraga, makan sehat dan istirahat yang cukup; merupakan wujud nyata dari mencintai diri sendiri dan keluarga.
Kalo kita "pergi" dunia hanya kehilangan satu manusia, tapi bagi anak kita ia kehilangan segalanya π
Seseorang pernah berkata, "sebuah pelangi akan tampak bila badai telah berlalu". Tapi mungkin ia lupa bahwa badai dimalam hari tidak pernah menghasilkan pelangi.
Jika terus mencari yang lebih baik mungkin kita tidak akan menemukan apa-apa nantinya. Karena terkadang dalam hidup, yang terbaik itu justru tumbuh bersama bukan tersedia begitu saja π
Apa yang sedang terjadi dihidup kita adalah yang terbaik bagi kita, meskipun kita tidak menikmatinya.
Mungkin ini ujian dari apa yang kita tanam dulu, atau mungkin ini nikmat yang sebetulnya belum kita tau.
Percayalah, Tuhan tidak keliru menempatan sesuatu kepada diri kita π