Pada hakikatnya demokrasi itu adalah liberty & freedom.
Bukan menjadi alasan untuk menjadi liar, brutal, dan anarki yang melibatkan individu maupun kelompok yang akhirnya berdampak pada kerugian. "Kebebasan" dalam demokrasi itu mengenal yang namanya "Konsekuensi".
Buddhisme bukan sekedar ajaran Sidharta Gautama, tetapi adalah ajaran realitas dan filsafat yang menuju pada jawaban atas esensi dalam diri manusia. Sejatinya bukan untuk mencari "Tuhan" tetapi memperdalam dan menghayati sebab-akibat yang pada akhirnya kembali pada diri manusia.
Apabila tak dapat berqurban tahun ini hendaknya mengurbankan fikiran buruk, persekongkolan jahat, fitnah, dan segala keburukan yang ada pada yang fana. Sembelih dan tumpaskan itu.
Kesalahan fatal pegiat feminisme soal feminisme itu sendiri:
- Misandri
- Merebut "posisi" lelaki
- Harus menjadi perempuan yang pemarah/galak
- Menjadikan perempuan sama dengan lelaki, bukan setara
- Penolakan keras pada nilai (kepercayaan, budaya, dll)
fakta terbaru tentang kedekatan raihan dan fara mahasiswi UIN Suska Riau, jelas bukan sekedar teman biasa, ada hubungan spesial yang mereka jalin berdua.
Cara Tuhan menurunkan petaka bukan hanya sekadar mencabut nikmat hidup dan memberi bencana,
tetapi Tuhan menurunkan petaka dengan menarik kembali ilmu bagi manusia yang egois, haus akan pengakuan Tuhan dan mengabaikan rasionalitas dan intelektualitas sebagai penyeimbang.