Bikinlah undang-undang desklasifikasi dokumen dan arsip negara yg berusia lebih dari 30 tahun agar akses ke publik, ini yg lebih urgent. Menjadikan UU deskalasifikasi itu sebagai kado Indonesia agustus nanti malah lebih bermanfaat.
Gak ada urgensinya pemutakhiran sejarah yg sedang berlangsung ini, sudah 4 kali kita lakukan toh yang diributkan tetap itu-itu aja, karena penyebabnya kan gak ada data baru. Maka lebih baik dibatalkan aja penulisan dalam rangka pemutakhiran data sejarah ini pak. Kita semua masih bias dan pasti subjektivitif memandang sejarah era Orde Baru dan Reformasi. Biarkan 2 generasi ke depan aja yang menulis dan menilai periode Orde Baru dan Reformasi itu supaya lebih obyektif.
Jika memang Pak @fadlizon mau bangsa ini memiliki sejarah yang objektif, lebih baik dari sekarang Kementerian Kebudayaan bersama DPR membuat aturan yang mengharuskan negara ini membuka dokumen-dokumen resmi dan rahasia negara yang berusia lebih dari 25 tahun atau 30 tahun agar bisa diakses oleh untuk publik, tujuannya supaya ke depannya bangsa ini beneran bisa belajar dari sejarahnya.
Irish fighter Paddy McCorry defeated Israeli Shuki Farage, raised the Palestinian flag, and repeatedly shouted “Free Palestine” inside the cage while beating Shuki who is a soldier in the ‘IDF’.
Definisi “olahraga” (mengolah tubuh) di tahun 1970-an merujuk aktivitas kebugaran fisik. Seharusnya “olahraga” memang segera didefinisikan ulang, karena E-Sport, Billiard, Catur dll jika pakai definisi versi 1970-an ya gak masuk definisi. Apalagi konteks saat itu anak usia 14 tahun yg kecanduan game online (free fire) pas ditanya Menteri apa cita-citanya, dia jawab mau jadi pemain sepak bola.
Diliat dari kegiatan anak itu kan minim bergerak karena tiap hari total waktu yg dia pakai 8 jam untuk main free fire, ya gak nyambung dengan cita-citanya jadi pemain bola yg butuh gerak fisik & latihan rutin.
Adiksi game online itu lah yg membuat orang tua si anak menyerahkan dia supaya ikut program Pemprov Jabar.
Saat itu dijelaskan juga regulasi game online untuk E-Sport sudah dipisahkan dengan batasan usia karena game untuk E-Sport umumnya bisa membuat adiksi, maka gak boleh diakses oleh anak di bawah 18 tahun.
Menteri dan Gubernur Jabar gak ada yg bilang E-Sport buruk apalagi gak penting.
Ini lah kenapa segala sesuatu perlu kita liat konteks-nya biar gak jadi reaktif dan gampang marah-marah.
diedit dong materi publikasi acara peluncuran en diskusi buku baru @KomunitasBambu "kutukan emas papua" karya greg poulgrain serta buku "papua bergerak" karya wilson...setelah rombongan korban penipuan intel lalu datang para intel jadi "panwas" acara
Kue iklan yg selama tiga dekade dinikmati media massa (TV, koran, majalah, radio), di tahun 2018 dominasi mereka tergeser oleh media digital dan media sosial yg mana aktivitas periklanan melonjak naik pilihan bagi pebisnis mengenalkan produk mereka juga macam-macam, mulai dari ads, paid promote, endorsement, branding dll.
Radio yg pemasukan iklannya sudah anjlok sejak awal 2000-an, nasibnya disusul oleh majalah dan koran yang pendapatannya anjlok bahkan bangkrut sepanjang tahun 2015-2019, goncangan media digital ini akhirnya menyisakan TV yg masih bisa bertahan. Tapi di tahun 2020 saat Covid-19 pendapatan media TV dari iklan makin merosot jauh, akibat kebiasaan belanja konsumen berubah, cara masyarakat akses informasi berubah, sampai cara orang mengakses hiburan juga berubah.
Covid-19 dan pembatasan aktivitas masyarakat menurut gue jadi titik balik TV ditinggalkan pemirsa yg rame-rame pindah ke streaming video/film . Selain dua hal ini, pihak TV yang selama bertahun-tahun tutup kuping saat masyarakat mengkritik buruknya kualitas acara yg mereka tayangkan karena cenderung di luar nalar, menyajikan gimmick, jual kesedihan dll makin membulatkan pilihan masyarakat untuk berpindah ke layanan streaming
@meutya_hafid sebagai jurnalis dan sebagai kepala rumah tangga, sy apresiasi program 1000 rumah subsidi untuk jurnaslis. Meski yg kami butuhkan segera adalah payung karena UU no. 40 thn 99 sudah usang.
ada ormas minta thr, responnya gak usah dipersoalkan. ada kantor majalah dikirimin kepala babi, responnya suruh dimasak aja.
pejabat kita antara gak pintar berkomunikasi, atau memang gak ada empati.
Bukan baru dibuat sekarang, sejak 21 tahun lalu aturan di UU TNI th 2004 pasal 47 memperbolehkan TNI aktif tugas di kementerian/lembaga yg berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara. Sekretaris militer presiden, SAR, BNN, BIN, Kemenkopolhukam masuk dalam kriteria yg boleh diisi TNI aktif, di luar lembaga yg disebut pada pasal 47 itu, harus mundur seperti yg tertuang di pasal 46.
Usut tuntas kasusnya Kerry Riza anak Riza Chalid. Keluarga mereka gak berhak dapat imunitas. Kejagung yg sekarang jangan mengulangi kesalahan Jaksa Agung AM Prasetyo saat kasus saham freeport tahun 2015 janji tangkap Riza Chalid gak ketemu.
Tiba 2018 Riza Chalid datang di acara NasDem yg mana Jokowi sbg presiden hadir juga di sana.
Pertanyaan publik soal peristiwa itu membuat Jaksa Agung AM Prasetyo turun tangan kasih penjelasan status hukum Riza Chalid sudah bersih, maka gak perlu ada penangkapan baginya.
Jaksa Agung yg dilantik lewat rekomendasi Nasdem juga beralasan, percakapan Riza Chalid, Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeddin soal ngakalin saham 10% dari Freeport sudah lama dinyatakan hilang.
Gue komen dua hari lalu justru karena udah nonton, tabel slide yg di ss @ardisatriawan gak ada dalam tayangan rapat Komisi 10 DPR tanggal 12 Februari lalu, gue udah nonton sepanjang 2 jam 39 menit. Gue hitung ada 33 slide tabel yang ditampilkan. 32 slide oleh 3 mentri dan 1 slide komisi 10.
Lo sendiri udah nonton? Pasti belom makanya ngegas. Itu gue kasih video yg singkat durasi 4 menit, kelewatan kalau mager nyimak juga.
Di YouTube rapat 2 jam setengah itu, menit ke 23:28-39:26 Menteri Kemendiktisaintek sepanjang penjelasannya cuma pakai satu slide tabel. Makanya @ardisatriawan gak jawab komen gue di menit ke berapa tabel yg dia posting itu tayang.
Kalau nonton video rapat itu sampai habis dan baca PPT nya utuh, gue yg lulusan SMA aja ngerti maksud tabel itu.
Di foto tabel halaman 11 yg tayang di rapat Komisi 10, yg coba gue edit kasih warna bukan untuk ngajarin kalian, tapi biar clear maksudnya.
🔵 Pagu awal
🟣 Pagu anggaran yg oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu nominal dan persentase di-efisiensi
🟡 Usulan kementerian supaya jangan kena efisiensi, tetap kayak pagu awal. 0% di situ bukan anggarannya beasiswa habis jadi nol, tapi 0% yg di-efisiensi alias alokasi anggaran utuh.
🔴 Tabel halaman 12-13 itu yg gue kasih tanda panah maksudnya kalau Dirjen Anggaran tetap minta efisiensi maka akibatnya seperti kolom yg di ss & di-posting Dosen Ardianto itu. Ini yg gue maksud postingan Pak Dosen melepas konteks foto tabel pas share ke publik bikin para siswa, mahasiswa, dan banyak orang tua kepalanya jadi pusing, orang jadi marah-marah dan saling caci maki. Padahal dampak yg di kolom itu lah yang ditolak kementerian dan seluruh fraksi DPR pas rapat tanggal 12 Februari lalu pukul 18:30 saat kesimpulan rapat.
Pak Dosen Ardianto posting foto screenshot dari tabel itu pukul 21:51 malam tanggal 12 Februari 2025. Yg gue heran sejak beberapa hari lalu, kok bisa-bisanya sarjana pendidikan tinggi sekaligus dosen malah menyimpulkan 0% di tabel itu artinya anggaran beasiswa habis? Karena tweet-nya gitu semua.
Apa beliau keliru baca tabel PPT?
Atau beliau gak ngerti maksud dari efisiensi tidak sama dengan pemotongan?
Namanya efisiensi ya dana anggarannya tetap ada di tempatnya, bukan dananya hilang. Efisiensi kan dananya dikeluarkan untuk program prioritas yg gak kena efisiensi.
➡️ Ini buat temen-temen yang mau baca utuh PPT nya https://t.co/RKhVjBB5IT
Gue ngetweet ini untuk respon kalian yg caci maki gue atau mikir gue minta suapin info menitnya.
Wawancara Ali Sadikin menegaskan Gus Dur bukan ketua RW tapi Presiden Indonesia. Ia menceritakan saat jadi Gubernur Jakarta butuh 6 bulan untuk menyusun program dan hasil baru terlihat dua tahun.
Konteks pembelaan Bang Ali terhadap Gus Dur karena pada 3 bulan kepemimpinan banyak isu, rumor dan hoax yang memantik kemarahan masyarakat, hujatan, kritik, dan diprotes untuk Gus Dur. Diperparah hak Gus Dur sebagai presiden telah dirampas, Kabinet Persatuan Nasional banyak menteri yang bukan pilihan Gus Dur.
Ali Sadikin mempersilakan para pengamat kelompok pro-demokrasi, LSM, mahasiswa untuk menyampaikan pemikiran dengan cara yang realistis, 100 hari kerja sebagai presiden ke-4 tidak tepat jika kelompok pro-demokrasi dan LSM langsung menyimpulkan Gus Dur gagal dan buruk mengelola pemerintahan.
🎥 by RCTI Files/@officialinews_
Demonstrasi kaum pelajar memprotes mahalnya harga buku di Jakarta penghujung 60-an 🔥
• Harga buku tinggi, semangat beladjar mati
• Lindungilah peladjar dari terror harga buku
• Harga buku membubung tinggi peladjar bersedih hati...
• Buku mahal, peladjar telantar
Mobil Sedan Pontiac 1949 milik Raden Mas Ngabei Slamet Condrowilwotikto Edi Pranoto Joyosentiko Mangundirjo Kusumo si anak juragan tembakau.
📸 by Rivaldi Putra
“Ireland is the biggest supporter in the world for Palestine.”
Former UFC Champion Khabib Nurmagomedov who famously defeated Conor McGregor, says Ireland supports their brothers in Palestine.
Bang, kalau gak ngerti tuh belajar, jangan main medsos mulu.
Kalau pake logika lo yg kemerdekaan cuma soal perang, harusnya tahun 1945-1949 dulu rakyat se-Indonesia ini ngungsi ke negara lain, yang tinggal di sini cuma petinggi republik, laskar perang dan TNI doang gebuk-gebukan sama KNIL tanpa diplomasi sama sekali.
Logika ini sesat karena gak mungkin bisa terwujud wong ngungsi ke negara lain itu ada karena keputusan diplomatik kok,
Makanya perang dan diplomasi sama-sama dibutuhkan untuk meraih kemerdekaan gak bisa dihilangkan salah satu.
Petinggi Hamas ke negara lain tujuannya diplomasi bukan ngungsi apalagi wisata.
Warga Palestina sendiri di video itu bilang mengungsikan mereka sama aja mempercepat kekalahan, tujuan mereka tetap di Gaza mempertahankan wilayah.
Warga Indonesia pas perang kemerdekaan pun kalau ditawarin ngungsi ya gak bakal mau lah. Mending mereka di sini bertahan dengan segala konsekuensinya.