Lihat di IG ada yang komen soal salah sebut "gaji hakim" jadi "gaji guru". Komennya sopan dan bilang, kurang lebih, bahwa pidato kenegaraan itu harusnya disampaikan dengan akurat. Membaca teks, apalagi ketika bicara data, bukan bentuk kelemahan (atau ketidakjagoan pidato), tapi justru bentuk tanggung jawab, akuntabilitas, dan respect kepada yang mendengarkan.
Setuju sih. Sebetulnya blunder2 seperti orang desa nggak pakai dolar, salah hitung angka di grafik, itu fatal.
Cuma karena udah kebanyakan isu dan tau besok-besok bakal gitu lagi, jadi jarang kebahas ya soal decency ini.
Alumni itu sudah bukan civitas akademika lagi.
Akun email berdomain organisasi/institusi apapun yg diberikan ke kamu demi operasional sehari-hari (studi/kerja) itu bukan milikmu pribadi.
#Gempa Mag:6.5, 06-Feb-2026 01:06:11WIB, Lok:8.98LS, 111.17BT (89 km Tenggara PACITAN-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
If you're still supporting Prabowo (02) after he states:
-Palestina itu ditindas karena mereka lemah
-Rohingya itu tidak usah diurus, Indonesia saja masih kesulitan. (Di hari mereka diusir di Aceh)
-Sistem hukum di Indonesia sudah baik
Sincerely, FUCK YOU. APA YANG LO BELA?