dalam menjalankan amanah, selalu mengingat-ingat, meresapi dan berusaha menjalankan prinsip yang dirumuskan mas @analispolitik mas @Dharmatya@mijonchekov dkk:
BERGERAK TANPA KASTA, BERJUANG TANPA NAMA
Pendidikan Sosial Desa adalah upaya menanamkan nilai-nilai solidaritas untuk membangun desa dengan gotong royong. Anak-anak muda diberikan pembelajaran kreatif sehingga mereka berfokus pada skill dan praktik sosial masyarakat. Melalui diskusi, praktik dan film. #KuliahDesa
Pendidikan spiritual Desa adalah menyiapkan anak-anak muda yang menjadikan agama sebagai spirit perubahan. Agama diajarkan sejak dini agar nilai-nilai agama bersemayam dalam hati dan akal para pemuda. Dari usia TK-SMA mereka diberikan pengajaran berjenjang. #KuliahDesa
Pendidikan desa dilakukan dengan basis spiritual dan sosial. Di ruang-ruang ibadah desa memastikan para generasi terpenuhi belajar agama dan akhlak. Di ruang sosial generasi difasilitasi pelajaran kreatif melalui media digital dan praktik bersama ekonomi pedesaan. #KuliahDesa
Pendidikan desa itu penting, yaitu sebuah pembelajaran yang bersenyawa dengan gerakan gotong royong. Anak-anak desa di sekolah formal tidak mendapat wawasan lokal. Pendidikan desa berupaya mencerdaskan generasi muda memahami potensi dan pengembangan ekonomi desa. #KuliahDesa
Eco-Desa harus dikampanyekan melalui media sosial dan ruang desa. Tempat ibadah, sekolah, balaidesa zona olahraga, bahkan spot selfie di desa. Menjaga kualitas air, kualitas tanah dari bahan kimia, dan meminimalisir produk industri kapitalisme yang berdampak sampah. #KuliahDesa
Eco-Desa bisa dimulai dengan perkakas dari alam. Bahkan lebih efektif digerakkan oleh pemuda, namun praktiknya diajarkan oleh para tetua yang masih mengingat kreatifitas masa lalu. Hal ini seperti menyambung tali ekologis dan hasil kriya ini penting dalam ekonomi. #Kuliahdesa
Eco-Desa memberi harapan ke generasi Milenial. Mereka mendapatkan pendidikan urban-minded. Mengajak mereka peduli dan mengenal desa adalah upaya mengembalikan arus pemikiran kolektif. Mereka memang sudah hidup pada industri modern, tapi eco-desa adalah masa depan. #KuliahDesa
Eco-Desa juga bagian perjuangan mengembalikan kebudayaan. Betapa banyak perkakas rumah tangga dihasilkan dari tangan kreatif para leluhur. Dan mereka tidak meninggalkan beban pada bumi. Apa yang berasal dari tanah, tumbuh, dianggit dan kembali tanpa menyakiti. #KuliahDesa
Eco-Desa tidak membutuhkan birokrasi desa. Gerakan ini bentuk kesadaran untuk menggali kembali apa yang pernah diwariskan para leluhur. Dari mulai penggunaan pembungkus alami daun pisang atau daun jati. Tali dari bambu, anyaman bambu atau lidi, dan kreatifitas lain.#KuliahDesa
Eco-Desa dimulai dengan manyadari manusialah yang membutuhkan alam. Kesadaran bersama untuk hidup berdampingan, maka manusia akan mendapat banyak manfaat. Oksigen, obat, madu, sayuran, pangan pokok, predator alam, pestisida hayati dan mata rantai nilai lainnya. #KuliahDesa
Desa itu sebagai awal dari semua relasi manusia dan alam. Jadi dari desa memang perubahan paradaban manusia dimulai, kemudian kota hadir menegasikan alam. Semangat membangun desa adalah memulai kembali ikatan keduanya agar kembali pulih. Eco-Desa menebus kesalahan. #KuliahDesa