Sawah milik sendiri.
Dirubah jadi tambak udang modal sendiri.
Apanya yg salah?
Seorang pria di Batang ditangkap dan jadi tersangka karena merubah sawah miliknya jadi tambak udang.
@Yusrilihza_Mhd@ListyoSigitP
Apapun alasannya, kekerasan seperti ini sangat tidak di benarkan,.
Harap bantuan teman-teman agar ketiga begundal ini bisa segera di ringkus,.
Info berdasar bahasa berasal dari Bima - NTB, mohon pihak berwajib agar segera bertindak.
@Polresbimakota1@polda_ntb1
Jadi paham kan kenapa Pak Ignasius Jonan dipecat dari menteri perhubungan oleh jokowi dan sampai sekarang ga dipakai lagi? Karena rezim jokowi dan rezim prabowo, gak suka orang bener dan pinter π«£
NANGIS LIHAT GEROBAK BAPAK TERJATUH π
Panggilannya pak No 47th penjual kacang Beliau menderita kelainan di kakinya, kaki kirinya kecil, ia berjualan kacang keliling, berkilo kilo meter jauhnya, berjualan menggunakan sepeda mendorong sepedanya dengan langkah yg amat berat berjualan dari pagi sampai malam. terkadang kacang beliau hanya laku 5 bungkus, tak jarang juga kadang tidak laku sama sekali π₯Ή
Ditengah keterbatasannya ia tetap semangat mencari nafkah, tanpa mengeluh, tak jarang juga ia terjatuh karna kakinya terlalu lelah berjalan.
Dompet jatuh di parkiran Alfamart Mojopuro, Sumberlawang Sragen, ketika di cek CCTV ternyata ditemukan oleh mbah penjual some ini.
Dompet berisi surat-surat penting & uang Rp 400.000 Ketika Dompet mau diambil sama pemiliknya simbahnya bilang klo itu barang haknya dia dan kalau mau diambil duwit di dalam dompetnya jadi hak dia dan minta tambah Rp. 100.000 lagi Kata mbahnya "Namanya orang nemuin barang ya itu haknya yg nemuin, aku juga gak nyuri kok malah mau dilaporin.
Realita para pejuang rupiah di negara kaya raya tapi kekayaan negara tak dirasakan rakyat kecil.
Contoh sederhana nemu video ini : Rasa syukur luar biasa dari bang Ojol bikin si ibu malah sedih.
Tak banyak diberi tapi tak henti-hentinya berterimakasih.
π¦vt : rumah.mafarel
βSaya antar dia ke stasiun setiap pagi. Saya rawat dan sayangi dia sepenuh hati. Saya selalu bangga memiliki anak seperti dia. Tapi ternyata jalan yang dia pilih justru membuat saya kecewa.β
Kalimat itu keluar sambil diiringi tangis seorang ayah di hadapan mahasiswa PNJ dan banyak kamera yang menyorot ke arahnya
Dengan kepala tertunduk, ia bersujud dan meminta maaf atas perbuatan anaknya. Pada saat itu, harga diri yang selama ini ia jaga seakan runtuh di depan banyak orang.
Menjadi orang tua di era sekarang memang bukan perkara mudah. Tantangan datang dari berbagai arah, sementara pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman bergerak begitu cepat.
Orang tua sering kali berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tetap tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pilihan hidup anak-anak mereka.
Temen gw pengacara perceraian. 7 tahun bolak-balik Pengadilan Agama. Udah megang ratusan kasus cerai.
Gw nanya iseng: "Klien lo yang paling bikin lo merinding itu yang kayak gimana?"
Dia gak jawab "yang berantem hebat" atau "yang suaminya selingkuh."
Dia jawab:
"Yang paling mengerikan itu istri yang dateng TENANG. Duduk rapi. Senyum tipis. Suaranya datar. Gak ada air mata."
"Kenapa itu mengerikan?"
"Karena kalau dia udah TENANG, keputusannya udah final. Biasanya sejak 6 bulan lalu."
Frontline setiap kali kritik Persib selalu minta transparansi dan keterbukaan kan ya?
Bisa kali Frontline kali ini aplikasikan transparansi dan keterbukaan itu. Tunjukkan siapa pelaku kekerasan kemarin.
Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya π€²π
Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu :
Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'.
Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu.
Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat,
pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian!
Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!
Harga diri seorang laki-laki adalah bekerja mencari nafkah untuk keluarganya!
Meskipun harus merangkak dan menunggu belas kasih orang lain!
Ya Allah ampunilah kami yang selalu mengeluh dan sering kurang bersyukur atas semua nikmatMu!!
πππ
Namanya Agis Saputri, bocah 10 tahun anak seorang pemulung. Setiap hari ia bergelut dengan debu jalanan, membantu orang tuanya mengumpulkan kardus dan botol bekas demi isi perut.
Namun di sela-sela kerasnya hidup, Agis menolak pasrah. Berbekal krayon patah, kertas lecek, dan pensil tumpul, jemari kecilnya dengan ajaib menari melahirkan lukisan indah hanya dalam waktu 5 menit. Karya-karya tulus itu ia jajakan seharga Rp5.000 hingga Rp10.000 kepada warga yang lewat.
Uangnya? Untuk beli beras keluarga.
Saat anak seusianya asyik dengan gadget, dengan tegas Agis berkata, "Saya tidak mau jadi pengemis." Sebuah kalimat sederhana yg sarat akan harga diri dan keteguhan hati yang luar biasa.
Agis adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menggadaikan martabat. Di balik tumpukan barang bekas, ada bakat hebat & jiwa yg merdeka.
Sehat & sukses terus, Agis! Semangatmu menampar kita untuk berhenti mengeluh π¨
Aya nu apal kontak atau nu bisa dihubungi
Saya makan di rest area 88
Dinu loba truck
Saya ketinggalan kacamata disana
Tapi ieu mobil menuju pulang ka bdg