Guys, Ahok baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling berani dan paling jujur yang pernah diucapkan mantan pejabat Indonesia secara terbuka.
Dan kalimat yang paling mengguncang bukan soal Pertamina.
Bukan soal Jakarta.
Bukan soal penjara.
Tapi tentang mengapa rakyat Indonesia sengaja tidak dibiarkan pintar.
di pelihara agar tetap bodoh
dan tidak kritis dan tidak perlu
mempertanyakan semua yang terjadi
di negeri ini
Ini kata Ahok langsung, tanpa sensor:
"Saya khawatir memang dari zaman Belanda semua dipelihara supaya gampang dihasut.
Dengan politik suku berantem, agama berantem, SARA dipakai.
Orang yang pintar akan berpikir kritis.
Dia akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya untuk mereka."
Gue baca kalimat itu tiga kali.
Bukan pengamat yang ngomong ini.
Bukan aktivis oposisi.
Ini mantan Gubernur Jakarta.
Mantan Komisaris Utama Pertamina.
Orang yang pernah berada di dalam sistem dan melihat langsung bagaimana sistem itu bekerja dari dalam.
Dan dia sambung dengan sesuatu yang lebih keras:
"Yang paling dikhawatirkan oleh oknum politisi dan pejabat
jangan ada yang punya ide nolong rakyat.
Karena kalau ada ide ini, rakyat akan tanya:
kenapa Ahok bisa, lu enggak bisa?
Ini celaka.
Kalau gitu ramai-ramai penjarakan Ahok saja.
Karirnya dihabisin."
Dia tidak bilang ini sebagai teori.
Dia bilang ini sebagai pengalaman pribadi yang dia jalani sendiri.
Dan ini yang paling mematikan:
Ahok bilang IQ rata-rata Indonesia 78.
50% pegawai kita pernah mengalami stunting waktu kecil.
Bukan karena negara ini tidak punya uang.
Anggaran pendidikan 600-700 triliun per tahun.
Dijamin konstitusi 20% dari APBN.
Tapi anggaran itu tidak dipakai untuk benar-benar mencerdaskan rakyat.
Yang dipakai untuk apa?
Untuk program yang bisa difoto.
Yang bisa jadi bahan kampanye.
Yang hasilnya bisa diklaim dalam satu periode jabatan.
Sementara pendidikan yang bena yang hasilnya baru terasa 12 tahun kemudian tidak menarik secara politik.
"Itu alasan kenapa orang-orang ini tidak mau ada yang punya standar tinggi.
Jangan sampai orang bikin standar pejabat kayak Ahok.
Celaka."
Dan Ahok kasih analogi yang paling sederhana soal pajak:
"Lu belum lihat duit lu
sudah dipotong pajak penghasilan.
Lu makan minum apapun sudah dipotong PPN.
Lu kerja keras, lu bayar pajak, lu sudah invest ke negara.
Tapi waktu lu tua negara tidak sanggup pelihara lu.
Dan lu tetap dikenain pajak."
Negara mengambil dari semua arah.
Tapi tidak mengembalikan ke yang membayar.
Dan ketika ada orang yang mencoba mengubah itu seperti yang Ahok lakukan di Pertamina,
mengubah rugi 1 miliar dolar menjadi untung 4,7 miliar dolar dalam 4 tahun dia diserang. Dibikin viral dengan berita palsu.
Dituduh merugikan negara.
Bukan karena dia salah.
Tapi karena dia terlalu benar.
Dan ini yang paling perlu dipahami:
Ahok bilang dari dalam penjara pun dia tidak merasa dikalahkan.
Yang membuatnya hampir menangis bukan penjara itu sendiri.
Tapi video call dengan anaknya yang baru 11 tahun menangis, jatuh ke tanah, bilang "Pa pulang, Pa pulang."
Seorang anak yang tidak mengerti kenapa ayahnya yang tidak korupsi harus masuk penjara.
Dan Ahok bilang di titik itu dia marah.
Bukan pada penjara.
Tapi pada semua orang yang mengaku bersumpah menegakkan kebenaran dan keadilan tapi malah melanggar sumpah itu sendiri.
"Saya bilang semua akan diperkarukan Tuhan.
Waktu pengadilan saya bilang tugas pejabat itu pegang konstitusi.
Kalau enggak berani tegakkan konstitusi pengecut."
Rakyat yang pintar adalah rakyat yang berbahaya bagi penguasa yang tidak kompeten.
Rakyat yang pintar akan tanya kenapa uang pajaknya dibakar untuk program yang tidak jelas hasilnya.
Akan tanya kenapa guru digaji Rp1,5 juta sementara anggaran pendidikan ratusan triliun.
Akan tanya kenapa Nadiem yang tidak terbukti korupsi dituntut 27 tahun sementara yang korupsi Rp75 miliar dituntut 6 tahun.
Dan pertanyaan-pertanyaan itu menurut Ahok adalah alasan kenapa sistem ini tidak ingin rakyat benar-benar pintar.
Bukan dengan melarang sekolah.
Bukan dengan membakar buku.
Tapi cukup dengan memastikan kualitas pendidikannya tidak cukup untuk menghasilkan rakyat yang bisa berpikir kritis.
Cukup dengan memotong anggaran pendidikan untuk program yang lebih populis.
Cukup dengan memastikan guru yang paling berkualitas tidak mau jadi guru karena gajinya tidak layak.
Dan Ahok satu-satunya yang berani membuktikan sistem ini bisa bekerja lebih baik dipenjarakan.
Bukan karena dia salah.
Tapi karena standar yang dia tunjukkan terlalu tinggi untuk ditoleransi oleh sistem yang selama ini nyaman dengan standar yang rendah.
Seorang ibu yang turut bersama mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi di depan Gedung DPR, Jakarta, menghadang polisi yang berusaha membubarkan mereka, Kamis (28/8/2025).
๐ท: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
๐: https://t.co/t8g9ope05A
#Fotografi#DemoDPR #Jakarta #AdadiKompas #HarianKompas #KompasID
๐จ๐จ๐จ๐จ๐จ๐จ
INDONESIA NEEDS HELP!
INDONESIA NEEDS HELP!
Indonesian democracy is dead today ๐ฅ. Thousands of people were injured and even died after being run over by police, simply because we demanded workers' rights and justice. Over 150 people were injured, and medical personnel were shot. This even violates international law.
Jadi tahu kan alasan STY main relatif pasif/bertahan di GBK? Bahkan menurut Mintak salah satu laga dgn aksi bertahan yg baik (+ Paes). Ini karena dia tahu lawannya nunggu utk pertahanan terbuka. Makanya ga dikasih sama STY dgn main pasif biar tertutup rapat
Heel lang leek Indonesiรซ drie belangrijke punten te pakken in de strijd om plaatsing voor het WK, maar in de negende minuut van de blessuretijd ging het fout tegen Bahrein:
https://t.co/I7X8sCJOPg