Gmna yaa nanti kalo ga jadi apa apa?
Udh umur segini, kok gw blom jadi apa apa?
'Memang Allah minta kamu jadi apa selain menjadi hamba yang bertaqwa??'
😭😭
Kek ada yg mengganjal dihati tapi gatau apa😭
Btw tudey hari pertama sekola😭
Pengen resign aja rasa rasanya😭 tapi yayasannya punya emak gw, gmna caranya biar bisa resign😭
Istri saya adalah pembaca buku fiksi terbanyak yg pernah saya kenal seumur hidup.
Koleksi bacaannya buanyak banget, dr mulai komik, conan, miko, genre metropop, terakhir beliau selesai baca animal farm, ada ratusan buku yg beliau koleksi kalau ikut hitung koleksi komiknya juga.
Bahkan ga jarang beliau beli buku yg pernah dibaca di ipusnas, karena bukunya bagus dan ingin baca ulang.
Impactnya apa?
Kreatifnya luar biasa, kyak Mr. DIY. Ada aja idenya.
Jago cari duit dr side income, jualan anting buatan sendiri pernah, sampe pernah endorse selebgram terkenal waktu kuliah dulu.
Dpt duit dr nulis di forum2 online, shopee affilate dll, jago banget.
Tapi, krna imajinasinya yg kreatif itu, saya jd sering kewalahan setiap diskusi sama beliau, sering ujung2nya malah debat dan berantem, krna referensi dan pengalaman kami beda.
Mgkin bnyak yg bilang hal tsb lazim sbg suami istri.
Tapi di pandangan saya, itu trjadi krna buku2 yg beliau konsumsi, membentuk pola pikir, imajinasi, dan sikap mentalnya sampai sekarang.
Hats off utk istriku! 😘
Hal yg sungguh sangat membanggakan bagi diri gw sendiri saat ini adalah bisa rehat sejenak +2bulan tanpa hp tanpa scroll tiktok dan sosmed lainnya (dengan sabar tanpa mengeluh karena resiko keteledoran sendiri wkwk)
Percayalah, se-hands on apapun suamimu ke anak dan sesayang apapun suamimu ke kamu.. In this society, perempuan biologically akan lebih struggling daripada laki/laki.
Karena tubuh kita dikasih karunia untuk mengalami haid dan punya potensi memiliki anak, we can't function the way our male counterparts do their things.
Selama dunia ini blm bisa menyediakan ruang yg benar-benar setara bagi perempuan dan laki-laki, setuju sama kata beliau, 'Lebih baik memilih dengan selektif, daripada salah pilih'
Bukan karena laki2nya jahat loh. Tapi untuk bisa mengarungi hidup berdua secara solid, perempuannya harus kuat dan punya support system yg baik.
fun fact: aku gak ingat kehidupanku di 2025, yang aku ingat cuma beberapa hal sedih aja. alasan aku bisa loss memory: karena aku kebanyakan suppress emosi
jadi guys, kalau mau sehat, kalau lagi mau nangis nangisin aja, mau teriak teriakin aja. loss memory rasanya engga enak
Kalau ada yang tanya “kenapa kamu belum nikah-nikah?” jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini 😂
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16–20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak “marrying down”.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananya… semua struktural 🤣
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.
Rasanya pengen nangis kenceng dehh kalo ada yg ngobrolin tentang 'menikah' terus tujuannya ke gw
Yallah mana yg lebih dahulu datang menjemputku? Jodohku atau ajalku?
Membayangkannyapun aku tak sanggup 😭
Dikit dikit mikir mending behel dulu apa nikah dulu
Ehh sekarang kepikiran lagi mending ke Jerman apa Aussie
Bingung deh😟
(Meanwhile i don't doing anything and I just lay in my bed🤣)
Akhirnya memberanikan diri dan memutuskan untuk warnain rambut omg😭
Degdegan, takut, excited campur aduk semua. Baru stengah rambut terlintas 'takut ih, udahan segini aja kali yaa, biar gampang dipotong klo ketauan'😭 kita lihat besok respon keluarga, mreka bakalan 'ngeuh' ga 😏
Aku pernah dengar dari seorang psikiater, kalau ada orang yang gampang kepikiran, memilih sendiri saat lagi tertekan, ingin semuanya sempurna tapi sering menunda-nunda, itu kadang berhubungan dengan luka batin dari masa kecil. Perasaan seperti pernah diabaikan, tidak diterima, atau kurang mendapat perhatian bisa terbawa sampai dewasa.
Mungkin karena hidup gw lurus lurus aja, jadi dikasih cobaan berupa 'belum' ditakdirkan bertemu jodohnya, dikala teman-teman sebaya gw sudah berkeluarga.
Ya gw sih husnudzon aja sama Allah bahwa Ia sudah menyiapkan hal-hal yang sangat indah bagi gw dimasa depan. Aamiin ya allah
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”