Berusaha melupakan
Tetap saja terpikirkan
Memantul-mantul terus dikepala
Jalur mendesak
Jejak
Catatan
Dan tempat saat bersamamu;
kukunjungi untuk mengingat kembali...
Awalnya, tak ingin ada rasa Hanya mencari perhatiannya untuk menjadi teman Lama-lama, aku kena batunya Hal tak terduga tiba Cinta tumbuh dengan sendiri _Mencoba mengatakan Dia menjawab,
hati ini telah beku Terkejut Sikap dingin, tenang dan selalu fokus; ternyata ada pemiliknya...
Satu hal yang ku inginkan sekarang
adalah bertemu
Langsung menemui
dan menatap wajahmu
Tapi,
hati selalu berteriak melarang
Menangis
Hanya menangis sambil meratapi Perkelahian perasaan;
yang tak bisa dikalahkan oleh tangan kosong...
Apa daya
Seiring waktu berjalan
Rasa cinta tumbuh dengan sendirinya
Tak bisa mengelak
Tak bisa menahan
ataupun menyembunyikannya
Tetaplah menjelma menjadi seseorang yang sulit digapai
biarkan doa yang akan menentukan;
kapan kau harus mengetahuinya...
Entah kenapa
Tak seperti biasa
Wajah manis yang semula menyebalkan
Tak pernah suka di sapa
Bahkan perhatiannya,
seperti teka teki yang sulit dipecahkan
Kini,
Kenyataannya
Kejutkan segala
Menggoda rasa
Sulit di lepaskan
Begitu berbeda;
pesona itu bermain dalam alur paradigma...
Perpindahan rasa, berlangsung dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan dan tahun terus berputar-putar Akan tetapi; hatimu tampak tak menggubrisnya...