Ternyata bener ya bangun 40 kota setara Jakarta, internet gratis, 1 keluarga minimal 1 sarjana ini program murah pas ngeliat anggaran program MBG sekarang ini wkwk.
Susunan acara MBG di Sentul, belasan ribu peserta:
11:00 - Registrasi + ambil Lunch Box
16:15 - Sesi Motivasi (Tony Robbins)
18:20 - Kepala SPPG antre Uang Transport
Jadi dalam satu acara "makan bergizi gratis untuk anak miskin":
a. Ada lunch box (pasti bukan nasi + ayam Rp 10.000) b.Ada motivator kelas dunia (pasti bukan gratis)
c Ada uang transport untuk pejabatnya
Era efisiensi.🤮
Mau info orang dalem yang A1 gak?
Karena aku 2019 orang "dalem", Abul Muzaffar belum wkwkw, bercanda...
Sugiono itu gak pernah terpilih jadi anggota DPR RI
begitu pula Prasetyo Hadi.
Kemudian dari mana dua orang kesayangan Prabowo ini jadi anggota DPR RI?
Melalui mekanisme PAW, menggantikan anggota terpilihnya di Dapil Jateng I dan Jateng VI.
Dapil Jateng I: Sugiono menggantikan Sigit Ibnugroho Sarasprono
Dapil Jateng VI: Prasetyo Hadi menggantikan Harry Purnomo
Di Partai Gerindra, gak penting siapa yang terpilih di Pemilihan Legislatif; bisa di PAW kapan aja, tergantung keinginan ketua umum, keren kan?
siapapun yg kepilih, the whole ship is leaking everywhere. mau ekonom penerima nobel pun gak bkl bisa nutup lubang2 itu. the main problem lies in prabowo himself. it's a leadership failure!
Mungkin tidak banyak yang tahu, gara-gara PBNU menerima tambang dan mendapatkan kuota MBG, seolah-olah tidak ada suara kritis terhadap MBG dari kalangan "NU."
Beberapa waktu lalu saya diminta menulis di majalah Tebuireng yang berbasis pesantren. Setelah dikirimi cetaknya, ternyata banyak santri, ustadz dan kyai yang mengkritisi MBG dengan cara-cara khas pesantren, halus, seolah-olah moderat tapi tetap tajam.
Anda harus membacanya.
Saat Raja Mesir Ar-Rayyan bin Al-Walid bermimpi tentang masa paceklik, Nabi Yusuf tidak hanya berkata, “Tenang, Allah sudah menjamin rezeki kita.” Beliau justru menyusun strategi, mengelola cadangan pangan, meningkatkan produksi serta melakukan mitigasi risiko selama 7 tahun. Tawakal bukan berarti menafikan ikhtiar. Jaminan Allah itu pasti, namun mengajarkan perencanaan, kehati2an dan pengelolaan yang baik adalah sunnatullah yg harus kita lakukan.
Memang sulit mengubah karakter Prabowo yang suka pergi keluar negeri. Kebiasaan keluar negeri seenaknya sendiri tanpa memperhitungkan kondekuensi itu sudah dia lakukan sejak muda.
Itu tercatat dari salah satu klausul rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) hingga Prabowo harus diberhentikan dari TNI karena sering keluar negeri tanpa izin atasan. Hal itu tercantum dalam dokumen DKP Nomor: KEP/03/VIII/1998/DKP (tanggal 21 Agustus 1998). Nampaknya karakter “nglencer” keluar negeri tetap dia teruskan.
Kalau dulu saja saat dia masih jadi tentara yang harusnya patuh karena memiliki atasan, tapi kenyataannya dibaikan, sekarang apalagi. Dia adalah penguasa tertinggi di negeri ini, sehingga tidak ada yang dia harus taati. Hanya keterpaksaan politik yang membuat dia tidak berbuat sekehendak hati. Jadi bung @dinopattidjalal tetaplah mengkritik dan menasehati tanpa harus berkecil hati jika tidak diikuti oleh orang yang memang “keras kepala” sejak dulu.
Riil. Cicilan mobilku 4 bln lg lunas. Aku hepi sekaligus cemas. Masih cemas. Apakah tabunganku cukup membiayai pendidikan anak2ku?
Apakah anakku kelak kuliah di jurusan yg banyak lapangan kerjanya?
Apakah anakku akan punya job di atas UMR? I cannot ease my mind as middle class
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
@LambeSahamjja Kausalitas sederhana saja gagal dia
bkn rakyat miskin krn tdk bisa makan
Tp rkyt tdk bisa makan krn miskin
Yg diberantas itu kemiskinan, bkn kelaparan
Krena knyang hari ini belum tentu sjahtera
Tpi jika sejahtera, kelaparan & keterbatasan akses lain teratasi dngan sendirinya