8 situs web yang menyediakan jutaan e-book gratis dan legal:
1. gutenberg. org
2. openlibrary. org
3. oapen. org/home
4. acehbooks .org
5. literature .org
6. publicdomain
7. archive. org
8. pdfdrive. com
tersedia berbagai jurnal-jurnal kepentingan penelitian
JANGAN CUMA SCROLL YA GUYS 😭
Kalau punya waktu luang, coba upgrade skill yang beneran bisa kepake buat masa depan.
1. English — latihan speaking, writing dll 15–30 menit/hari
2. Coding — mulai dari Python atau basic web
3. AI tools — belajar pakai AI biar kerja lebih sat-set
4. Excel/Google Sheets — basic tapi literally kepake di banyak kerjaan
5. Design — Canva, Figma, atau basic graphic design
6. Copywriting — belajar bikin tulisan yang nggak cuma bagus tapi juga menjual
7. Video editing — skill yang bisa dipakai buat konten atau freelance
8. Personal branding — mulai bangun portfolio & LinkedIn dari sekarang
Buku grammar terlengkap yang aku pakai selama 7 tahun belajar bahasa Inggris. Kalian masih ada yang struggle sama tenses? Di sini lengkap banget, dari berbagai level, plus latihan!
Feel free to download it and print it out for your study :
https://t.co/B6fomf3iFJ
Saran sih jangan dari skripsi kating, karena bisa jadi dia ngerjain di penghujung semester dan seadanya, mendingan:
> Ambil judul dari artikel yang udah dipublish di jurnal internasional
> Cari topik yang udah rame di LN tp belum ada/jarang di Indo dan bisa dipake di Indo
Officially from OXFORD 🇬🇧
Master the 3,000 most important English words for beginners (A1–B1).
📘 3,000 Essential English Words (A1–B1)
https://t.co/pQBZbQa6cI
📘 5,000 Essential English Words (B2–C1)
https://t.co/KlM7vs5Hhu
📗 Bonus: 500+ Real English Phrases
https://t.co/dHFRk1nEKF
If you're learning English, these free resources are worth saving.
Adik gue lulus S1 tahun lalu.
IPK 3,8. Cumlaude.
Udah 11 bulan nganggur.
Yang nerima dia kerja pertama kali?
Warung kopi depan rumah.
Gajinya Rp1,2 juta.
Gue gak nulis ini buat nyalahin dirinya.
Atau nyalahin kampusnya.
Gue nulis ini karena gue tau ada jutaan "adik gue" di luar sana.
Yang dibesarkan dengan satu keyakinan:
"Kuliah yang bener, nanti hidupmu terjamin."
Dan sekarang mereka bingung janji itu ke mana?
Gue bukan anti kuliah.
Tapi gue mulai curiga.
Gelar itu dulu pintu masuk.
Sekarang?
Gelar cuma tiket antre.
Semua orang pegang tiket yang sama.
Yang beda adalah apa yang ada di balik tiket itu.
HRD temen gue cerita jujur:
"Dari 200 lamaran yang masuk, 190 punya gelar S1."
"Yang gue panggil? Yang CV-nya beda."
"Portfolio. Project. Pengalaman nyata. Bahkan konten."
"Gelar? Gue liat belakangan."
Itu bukan pengecualian.
Itu udah jadi standar baru.
Adik gue habiskan 4 tahun belajar teori.
Skripsinya 80 halaman.
Tapi pas interview pertama ditanya:
"Pernah handle project apa?"
Dia diem.
Bukan karena dia bodoh.
Tapi karena 4 tahun itu gak ada yang ngajarin dia bikin sesuatu yang nyata.
Yang perusahaan cari sekarang bukan yang paling pintar.
Tapi yang paling siap.
Siap problem solving.
Siap komunikasi.
Siap deliver hasil bukan cuma tugas.
Skill itu gak ada di mata kuliah manapun yang pernah adik gue ambil.
Gue akhirnya kasih adik gue satu hal yang gue nyesel gak tau dari dulu.
Bukan buku kampus. Bukan modul.
Tapi cara berpikir yang beneran dibutuhin dunia kerja sekarang.
Sebulan setelah itu, dia udah punya 2 project freelance.
Tapi tunggu dulu ini belum selesai.
Ada bagian yang lebih bikin gue marah.
Yang bikin gue paling geram bukan sistemnya.
Tapi narasinya.
Orang tua kita masih bilang:
"Kuliah dulu yang bener, jangan kebanyakan kegiatan."
Padahal kegiatan itulah yang dicari HRD.
Kita dilarang melakukan hal yang justru menyelamatkan kita.
Gue gak bilang kuliah itu buang waktu.
Gue bilang kuliah aja gak cukup.
Bedain dua hal itu.
Gelar itu fondasi.
Tapi rumahnya lo yang harus bangun sendiri.
Dan kampus gak pernah ngajarin cara bangun rumahnya.
Adik gue sekarang udah kerja.
Bukan karena gelarnya.
Tapi karena dia akhirnya berhenti nunggu gelar itu bekerja.
Dia mulai bikin portfolio.
Dia mulai belajar skill yang beneran dibutuhin.
Dia mulai kelihatan di tengah 190 orang yang cuma pegang tiket yang sama.
Kalau lo atau adik lo lagi di titik ini
Gelar udah di tangan tapi jalan masih buntu
Jangan tunggu sistem berubah.
Sistemnya gak akan berubah secepat yang lo butuhin.
Mulailah dari apa yang bisa lo kerjakan hari ini.
Bangun portfolio.
Cari pengalaman.
Belajar skill yang memang dibutuhkan.
Karena pada akhirnya, yang membedakan lo dari ratusan pelamar lain bukan cuma gelar yang lo punya, tapi apa yang bisa lo tunjukkan dan kerjakan.
Menurut kalian, di zaman sekarang yang lebih menentukan dapat kerja itu gelar, pengalaman, atau koneksi?
sc:threadssarikuesari
1
@naibyheart saran saling connect, upload pencapaianmu sertifikat ataupun juara lomba, buat cv juga. btw aku ada template cv ats
https://t.co/js4vCuh01x