🇯🇵⚡🌊 Le Japon a mis au point une nouvelle façon de produire de l’électricité… simplement en mélangeant de l’eau salée et de l’eau douce, et cette technologie est utilisée dans une centrale située à Fukuoka.
Cette centrale unique n’a besoin ni de soleil, ni de vent, ni de carburant. Elle utilise ce qu’on appelle « l’��nergie bleue ». Lorsque l’eau de mer rencontre l’eau d’un fleuve, la différence de salinité crée naturellement de l’énergie.
À l’intérieur, d’extrêmement fines membranes séparent l’eau salée d’un côté et l’eau douce de l’autre. Les ions, ces minuscules particules issues du sel, traversent la membrane pour rejoindre l’eau douce. Leur mouvement génère de l’électricité, que la centrale récupère.
Comme elle ne dépend que de l’eau de mer et de l’eau des rivières, l’installation fonctionne 24 h/24. Elle est silencieuse, ne nécessite aucune machine en mouvement et ne rejette aucune pollution dans l’air.
Des milliers de membranes sont empilées les unes sur les autres, formant autant de petites « batteries ». Ensemble, elles produisent une énergie stable capable d’alimenter les communautés proches.
C’est une technologie idéale pour les îles et les régions bordées de rivières : compacte, fiable par tous les temps et entièrement renouvelable.
Deux eaux qui se rencontrent… et une électricité propre pour l’avenir. 💚
Elle montre quoi cette histoire ?
Elle montre que vous êtes tous influençable même ceux qui pensent ne pas l’être !
Nous sommes à l’air ou les intellectuels ont conçu l’ingénierie sociale, un outil très puissant permettant aux ultra-riches de nous manipuler..
👍 Like 💪 Partage
PADA TAHUN 2012, SEORANG PEMILIK JARINGAN RESTORAN SUSHI ASAL JEPANG TERBANG KE SOMALIA DAN MENGAJARKAN PARA BAJAK LAUT CARA MENANGKAP IKAN TUNA — DAN 'SECARA MANDIRI MENGAKHIRI SERANGAN BAJAK LAUT DI SOMALIA...'
Pada tahun 2011, bajak laut Somalia menyerang 237 kapal dan menahan ratusan pelaut sebagai sandera dalam satu waktu dan menuntut uang tebusan jutaan dolar...
Kebanyakan orang Amerika mengetahui masalah ini dari satu insiden — pembajakan kapal Maersk Alabama dengan kaptennya, Richard Phillips, pada tahun 2009, yang berakhir dengan penembak jitu Navy SEAL dan dibikin film Hollywood dimana aktor Tom Hanks berperan sebagai Captain Phillips...
Dua tahun kemudian, kapal perang dari AS, Uni Eropa, NATO, China, India, dan Jepang berpatroli di Teluk Aden, dan gak satu pun bisa menghentikan serangan bajak laut...
Kemudian seorang pemilik restoran sushi dari Tokyo terbang ke Somalia dan pergi ke pesisir untuk berbicara dengan para bajak laut...
Namanya Kiyoshi Kimura, pemilik jaringan Sushi Zanmai — pria yang dijuluki Jepang sebagai Raja Tuna, yang membayar rekor $3,2 juta untuk satu tuna sirip biru Januari ini...
Menurut pengakuannya sendiri, dia pergi sekitar tahun 2012 dan menyimpulkan bahwa para bajak laut itu adalah nelayan yang kehilangan pekerjaan karena ikan di perairan mereka udah dihabiskan oleh kapal pukat asing...
Jadi katanya ia memberi mereka empat kapal penangkap ikan, mengajari mereka menangkap tuna sirip kuning, menyediakan freezer untuk menyimpan hasil tangkapan, dan berjanji akan membeli setiap ikan...
"Mereka bahkan gak suka merompak," katanya... "Saya menyarankan agar mereka menangkap ikan tuna aja, dan mencari nafkah yang membanggakan untuk keluarga mereka..."
Serangan bajak laut Somalia turun dari 237 pada tahun 2011 menjadi 15 pada tahun 2013, dan pada tahun 2015 pembajakan udah berhenti...
International Maritime Bureau memberi kredit kepada Angkatan Laut, penjaga pantai, dan pemerintah Somalia...
Nama Kimura gak ada di dalam daftar itu...
Begitulah cara seorang penjual sushi dari Tokyo untuk selamanya "mengakhiri pembajakan di perairan Somalia seorang diri..."