@havensinge +
"Then, what are we waiting for? That's all the more reason we need to hurry up and go," he grinned as he took his sister's hand and lead her towards the front door with a car key he stole on his other hand.
"I'll drive—you tell me where this café is."
[@havensinge ]
@havensinge +But he would invent a new world for Yua if it means she wouldn't have to hear their parents fighting.
"We can even go to Di*neyland if you want," he teased.
@havensinge "girl, you can have 𝘢𝘯𝘺𝘵𝘩𝘪𝘯𝘨 you want," he replied, "as long as it's out there. I'm sick of hearing them. Aren't you?"
It's true that the ice cream is just a pretense to leave the house and Kousei knew that his sister knows that already.+
@be_lovedmodel "begitu menurutmu?" Tanyanya sambil menaikkan sebelah alis
"Yah, setidaknya, terima kasih kau tidak menyuruhku untuk 'mencari pekerjaan yang lebih realistis' atau semacamnya"
@be_lovedmodel "begitu, ya..." Ujarnya.
"Seseorang pernah bilang bahwa setiap cerita pasti memiliki akhir yang tragis—kecuali kau tahu harus berhenti di mana," ujarnya, "karena semuanya pasti memiliki satu akhir yang sama; yaitu kematian."
+
LIV. salam.
Kami adalah sender dari menfess ini.
Mohon jangan sungkan-sungkan untuk berinteraksi dengan Kousei baik secara spontan maupun terencana. DM kami selalu terbuka.
"selama ini, aku menulis kisah-kisah dengan akhir yang bahagia," ujarnya lebih kepada dirinya sendiri, "kupikir sudah terlalu banyak tragedi di dunia nyata—namun mungkin sebuah kisah akan sulit dipercaya jika penulisnya belum pernah mengalaminya."
"menurut GPS sih harusnya ini jalan yang benar," jawabnya sambil melihat gawainya yang menunjukkan sebuah titik lokasi, namun jalan di depannya adalah jalan buntu.
"Kau juga sih kenapa ngotot makan di restoran yang sangat terpencil seperti ini!"