" Jadilah garam..., jadilah terang... ", semua pribadi dipanggil untuk menjadi garam dan terang bagi dunia, mampu dan sedia memberi rasa kebaikan disetiap kehadirannya, mampu dan sedia membawa terang dan jangan menjadi gelap bagi hidup sesama, teruslah menjadi pewarta kebaikan...
Hidup bahagia dalam kacamata iman bukan hanya didasarkan pada segala apa yang kita miliki, melainkan tentang hati juga jiwa kita yang memiliki Tuhan dan melibatkan Dia dalam setiap sisi hidup kita, sebab kebahagiaan yang hanya didasarkan pada hal duniawi pastilah bersifat semu...
Cara dan sudut pandang dalam mengenal Kristus akan menentukan langkah hidup kita, jika memandang Dia hanya sebagai bagian kecil dari sejarah kristiani maka sia-sialah ungkapan iman kepercayaan kita, sebab dalam Dia kita kan punya daya ubah menuju pada kebenaran dan keselamatan...
Dalam iman terdapat rasa percaya dan penyerahan sepenuhnya hati dan diri kepada Tuhan, tiada kekhawatiran yang ada adalah yakin akan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita, dan hal itu akan mendorong keberanian diri meski di dalam kesederhanaan kita pun tetap sedia tuk berbagi...
Kita yang mengimani Kristus telah dipersatukan dalam persekutuan terbuka dan persaudaraan sejati, bukan lagi seperti roti yang dipecah-pecah tapi jadi satu dalam tubuh dan darah Kristus, dan dalam satu piala syukur iman kita dikuatkan untuk saling melayani demi kemuliaan Allah...
Kehidupan iman bukanlah soal aturan, kewajiban atau rutinitas keagamaan, Kristus mengajak kita untuk kembali melihat inti dari iman yang adalah menempatkan Allah sebagai pusat dalam segala pikiran, keputusan dan tindakan, serta nyata dalam kata dan laku kasih di kehidupan kita...
Ada pemahaman sederhana yang perlu kita yakini dalam mengimani Kristus, bahwa di dalam segala pengharapan kita kehidupan kekal adalah kepenuhan kesatuan kita dengan Allah, mustahil akan ada kehidupan kekal tanpa kebangkitan, sebab sesungguhnya Allah kita adalah Allah yang hdup...
Sediakah kita memberi sedikit bagian dari hidup kita kepada Tuhan, ataukah kita selalu dikuasai oleh ambisi dan ego pribadi, Kristus mengajarkan kepada kita untuk terus melangkah lebih dalam, bahwa dengan memberi kita sedia diubah, dibentuk dan diarahkan kepada kebenaran hidup...
Tritunggal Mahakudus adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, Allah Bapa pencipta semesta ini, Kristus wujud nyata kasih Bapa bagi umat manusia, dan Roh Kudus wujud penyertaan dan tuntunan Bapa bagi umat manusia tuk menjalani hidup beriman dalam peziarahan kita di dunia...
Kita sering lalai, merasa bahwa segala bagian dari hidup ini mutlak milik kita sendiri, namun sejatinya ada bagian yang merupakan titipan dari Tuhan yang harus sedia untuk kita bagikan, karena kita adalah para penggarap kebun anggur-Nya maka tetaplah berpusat pada kehendak-Nya...
Kita sering menilai bahwa kuasa dan kasih Allah ada lewat hal yang besar, dahsyat dan di luar akal sehat, rahmat-Nya hanya sebatas pemenuhan akan keinginan bukan kebutuhan kita, marilah dalam setia kita sadari bahwa dalam kesederhanaanpun Allah terus berkarya dalam hidup kita...