Singkatnya: distribusi susu formula lanjutan & susu pertumbuhan untuk bayi <2 tahun tidak diperlukan, berisiko, dan bertentangan dengan pedoman global. BGN plis kaji ulang kebijakan seperti ini demi kesehatan anak Indonesia.
Sekadar berbagi opini tentang materi sosialisasi BGN soal distribusi formula lanjutan & susu pertumbuhan untuk bayi <2 tahun dalam program MBG 2026. Program ini berencana membagikan follow-up formula dan growing-up milk untuk bayi–anak <2 tahun: https://t.co/DepWL6LfVI
Jika tujuan program adalah menurunkan stunting, maka pendekatan ini justru bisa kontraproduktif. Menyusui dan MPASI berkualitas tetap intervensi paling efektif dan efisien.
Pedoman global yang direkomendasi WHO-UNICEF, AAP, dll, sudah sangat jelas: bayi 0–6 bulan: ASI eksklusif, 6–24 bulan: ASI + MPASI. Tidak ada rekomendasi distribusi massal formula untuk bayi sehat.
Kenapa ini problematik? Masalahnya: produk ini bukan kebutuhan dasar gizi, tapi produk komersial, bertentangan dengan prinsip IYCF (pemberian makan bayi-baduta) dan melanggar pedoman global terkait BMS Code (kode untuk mengatur promosi pengganti ASI).
Applies to all health professionals.
And my most sincere recognition to GP coleagues, who are enslaved with exhausting schedules and the lowest salaries in the job market.