Sepupu gue. Laki-laki. Nikah umur 21, kerja serabutan di Bogor. Kuli, ojek, apa aja.
Lawan bicaranya: Om gue. Punya toko bangunan gede + 2 mobil.
Di setiap arisan keluarga besar, sodara gue = "yang gagal" dari semua cucu.
Udah kayak stempel.
@LambeSahamjja Hal terbodo adalah buka rekening prioritas 🤣, kalo buat flexing ke org awam mungkin oke sih, tapi kalo buat bisnis big no
Kalo pingin dpt perlakuan istimewa mah cukup sering” ke bank trs kenal sama semua teller, cso, kabag, security pasti selalu diduluin kog kalo mau transaksi
@rgoestama Ketua RT kalo kerjanya bener juga bukan cuma dikasih atensi positif, sampe mau mundur ga dibolehin warga, kalopun harus pensiun karna usia anaknya diminta maju sama warga tanpa harus nyuruh adik ipar ngubah aturan
@Gerindra mendesak pemerintah untuk segera menetapkan kejadian gempa Lombok ini menjadi bencana nasional. Dengan tujuan agar penanganan pasca bencana terhadap daerah yang terdampak dapat dilakukan dengan intensif. https://t.co/buyyhbJSyJ
coba tonton ulang Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan berusaha tidak fokus ke drama percintaan Zainuddin dan Hayati.
pendapatku, Buya Hamka benar-benar menampar keras lewat tulisan, hal-hal yang hampir tidak bisa dilakukan orang banyak pada masa sekarang.
lihat bagaimana daerah yang terkenal akan islamnya, memotong ayam pun dengan Bismillah dan Allahu Akbar, tapi menginjak-injak perkataan Rasulullah, mengenyampingkan Allah, lalu berucap Alhamdulillah ketika keinginannya tercapai.
sebelum dimulainya acara lamaran Hayati, Ninik Mamak dan tetua lainnya bermusyawarah, musyawarah itu diawali dengan memotong ayam, sakral, menggunakan Basmalah.
lalu digambarkan bagaimana Ninik Mamak dan tetua bertanya ke Hayati soal pilihan hatinya. tapi alih-alih bertanya dan memberikan semua keputusan kepada Hayati, Ninik Mamak memaksa dan membentak Hayati agar pilihan jatuh ke Aziz.
Hayati tertekan dan terpojok, mau tidak mau, Aziz yang dia pilih.
setelah Hayati menjawab, Ninik Mamak dan tetua lainnya mengucap Allhamdulillahi rabbil alamin, Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad.
di sini tergambar jelas, yang terkenal kuat islamnya, menaruh islam di bawah adat. islam tidak berharga, ucapan Rasulullah tidak bernilai.
mereka memutuskan apapun dengan adat, kebiasaan dan harkat serta martabat lebih tinggi, islam nanti-nanti.
semena-mena dengan syariat, tapi selalu berbalut dengan khas keislaman.
dalam satu dialog ada tetua yang bilang 'jangan menilai orang karna mereka berbeda dengan kita, karna setiap negeri pun ada tradisinya", langsung dibentak, tetap Zainuddin dihinakan. kondisi seperti ini betul ada di masyarakat, dan andai Rasulullah tau soalan ini, habislah siapapun yang memberlakukannya.
jadi, kalau teman-teman tonton kembali, terutama yang membanggakan adat, pasti malu dibuat Buya Hamka, walau beliau sudah lama berpulang.
agaknya Buya Hamka pada masanya menegur keras orang yang meninggikan diri, menginjak syariat, atas dasar adat.
dan teguran itu, saking kerasnya, berlaku hingga akhir zaman.
@FiersaBesari Dia salah satu korban gagalnya Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan, ditambah lagi jadi korban kejamnya aparat yg dibayar pakai pajak rakyat
@AsahPolaPikir Banyak yang balas bisa. Tapi, pebisnis beneran sih gamang dan takut. Lebih memilih uang sendiri, daripada uang ngehayal ini. Hihihihi
Semangat buat para pebisnis dan perintis. Bukan pewaris. Hehehe
Di Indonesia, orang taat bayar PBB dibalas pakai sertifikat tanah ganda. Orang beli pertamax biar subsidi bisa tepat sasaran dibalas pakai BBM oplosan. Orang taat bayar pajak dibalas pakai pejabat publik yang gak kompeten.
Gak ketolong ini negara.
@petarpetirrow Padahal perilaku kita itu akan berimbas ke rezeki yang didapatkan. Bagaimana Allah akan percaya untuk mengamanahkan rumah, jika masih diberi rezeki kontrakan saja tidak dijaga kebersihan dan kenyamanannya? Hmmmm