@MishelAbdul FYI roti tawar itu nyaris gak ada gizinya, karena bukan roti gandum, glukosanya tinggi. Dan FYI lagi, makanan manis untuk sarapan itu berisiko menyebabkan glucose spike, bikin anak-anak ngantuk pas menuju siang, jadi gak konsen belajar. Gak perlu jadi ahli gizi buat tahu ini.
dirut BEI udah di ganti, gak ngefek,
ketua OJK di ganti gak ngefek,
Gubernur BI di ganti , gak ngefek juga,
menkeu udah di ganti, malah makin anjlok,
sekarang siapa lagi yang mau kalian ganti ?
Jagung 2 biji Rp14.000, labu siam Rp11.000. Sinting kata gue 😭
Cuma beli 2 jenis sayuran aja udah Rp25.000. Lu gila apa gimana? Beneran mau bikin rakyat menengah makin miskin 😭
Kombinasi maut tahun depan: Kurs jebol, minyak meledak, PHK massal, dan tiba-tiba populasi penjual makanan naik 500% padahal daya beli masyarakat udah di dasar tanah. Mau jualan laris gimana kalau duit rakyat bawah beneran udah abis gak bersisa?
Kayaknya hampir se-Indonesia udah sampai di titik paling muak sama situasi negara sekarang.
Tapi anehnya, semua juga bingung harus ngapain. Nggak ada yang mau jadi percikan api pertama. Sama-sama geram, sama-sama kesel, tapi ujung-ujungnya cuma bisa saling tatap.
Absurd banget.
"Saya tetap melanjutkan MBG, Karena saya tidak mau rakyat saya kelaparan."
Sementara
Harga ayam sudah 45K
Harga galon naik
Harga gas naik
Harga beras udah 18K lebih
Harga minyak naik
Harga listrik naik
Buah sayur semua naik
Cari kerja susah
UMR gak ngotak
Demi anak makan 1x, banyak orangtua yang tidak makan berhari-hari.
GUNUNG AWU TERBAKAR, KUSKUS TAK BERDAYA. HABITATNYA HANGUS, KEHIDUPANNYA TERANCAM!
Seekor kuskus, satwa endemik yang hidup di kawasan Gunung Awu, Kepulauan Sangihe, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tubuh kecilnya tampak terbungkuk dan kaku. Diduga, satwa ini berusaha bertahan hidup atau mencari perlindungan saat api melalap habitatnya. Namun, di tengah kobaran yang membakar kawasan tersebut, ia tak mampu menyelamatkan diri.
Pemandangan ini bukan sekadar menyedihkan. Ini adalah pengingat bahwa ketika hutan terbakar, yang hilang bukan cuma pepohonan. Ada kehidupan di dalamnya yang ikut musnah satwa-satwa yang tak bisa berlari cukup cepat, tak tahu ke mana harus pergi, dan tak punya cara untuk meminta pertolongan.
Yang terbakar bukan hanya hutan. Rumah bagi makhluk hidup juga ikut lenyap.
Karhutla di Gunung Awu dilaporkan mulai terjadi pada 5 September 2026. Dalam perkembangan yang diberitakan media pada 9–10 September, api disebut masih belum padam dan bahkan mendekati permukiman warga. Polisi juga telah menetapkan seorang pemandu pendakian sebagai tersangka; kebakaran diduga bermula ketika kompor portabel terbalik dan jatuh ke area alang-alang. Proses hukum berjalan, tetapi kerusakan ekologis yang terjadi tak bisa begitu saja dipulihkan.
Dan di balik semua itu, ada pertanyaan yang patut kita renungkan: berapa banyak satwa yang menjadi korban, tetapi tak pernah ditemukan? Berapa banyak kehidupan yang hilang tanpa sempat tercatat?
Kita sering menyebut hutan sebagai kekayaan alam. Namun, hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang bisa dihitung nilai kayunya. Hutan adalah rumah, sumber kehidupan, dan tempat berbagai spesies bergantung untuk bertahan hidup.
Ketika hutan terbakar, satwa liar kehilangan tempat berlindung, sumber makanan, bahkan kesempatan untuk berkembang biak. Dampaknya tidak berhenti saat api padam. Pemulihan ekosistem bisa memakan waktu panjang, sementara kehidupan yang telah hilang tidak bisa dikembalikan begitu saja.
Karena itu, menjaga hutan bukan cuma urusan pemerintah, petugas pemadam, atau warga yang tinggal di sekitar kawasan. Ini tanggung jawab bersama. Kelalaian sekecil apa pun di kawasan rawan kebakaran bisa berujung pada kerusakan yang jauh lebih besar.
Jangan tunggu sampai hutan benar-benar gundul. Jangan tunggu sampai satwa-satwa hanya tersisa dalam foto dan cerita. Dan jangan menganggap kebakaran hutan sebagai perkara biasa hanya karena api tidak membakar rumah kita sendiri.
Gunung Awu bukan sekadar kehilangan pepohonan. Ada kehidupan yang ikut menjadi korban.
Semoga kuskus yang ditemukan ini menjadi pengingat bagi kita semua: alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga wajib dijaga.
MENJAGA HUTAN BERARTI MENJAGA KEHIDUPAN. LESTARIKAN ALAM DEMI MASA DEPAN BUMI.
🚨🚨🚨 BREAKING NEWS GEMES! 🚨🚨🚨
Gajah Mamah Lisa di Tesso Nilo, petang tadi selepas maghrib melahirkan seekor bayi gajah berjenis kelamin laki-laki 🐘♡
Tepat jam 7 malam, Flying Squad Elephant Camp resmi ketambahan 1 member baru 😍🥰
Udah dipantau sejak 27 September soalnya gerakannyaa makin lambat dan agresif.
20 menit setelah adek gajah nongol, udah bisa berdiri dengan kokoh! 😍
Bagi kita ini hanya 1 bayi gajah baru, bagi Tesso Nilo ini adalah 1 harapan baru untuk keberlanjutan Gajah Sumatera 🐘🩶🤍
Sehat selalu adekkk dan Mamah Lisa!
Can't wait to hear your name! ♡♡♡♡♡
ORANGUTAN KEMBALI KE RUMAH
Alhamdulillah Sindi ditranslokasi menuju kawasan Suaka Margasatwa Lamandau, Platform Feeding Camp Siswoyo.
Tempat yang dipilih sebagai habitat yang aman dan sesuai untuk melanjutkan kehidupannya di alam.
Selamat kembali ke rumah, Sindi. Sindi ini umurnya 20 tahun. Beratnya 32kg 🦧
📹: bksda_kalteng