Cleopatra spoke nine languages, studied astronomy, medicine, and philosophy at the Library of Alexandria, and ruled Egypt for two decades through war, famine, and Roman invasion. Rome reduced all of it to one word: seductress.
stop letting people consume you. they didn't call? go to sleep. they didn't message you? put your phone down and have a better day. they left you on read? delete the conversation. they didn't make an effort? match their energy. never let your happiness depend on anyone
Lo bayar iPhone 15 juta.
Tapi jujur, 90% orang cuma pake buat WA, IG, TikTok, sama kamera.
Di dalemnya ada 12 fitur gratis yang udah lo bayar dari dulu, tapi ga pernah lo nyalain.
Rugi bangett
tadi liat orang sibuk kerja terus gue mikir.. damnn, even if i disappeared tomorrow, the world would still keep going. even if i embarrass myself today, life still goes on. SOOO why am i so scared of embarrassing myself? just do it. if i fail, i learn. if i win, that’s a bonus 𑣲
Haii, kenalin kami Geng Umbi-umbian Nusantara.
Berhubung kawan masih suka buta arah kalau disuruh bedain kami di kebun atau di pasar, mari kita absen satu-satu biar kalian melek soal kamu hehhe..
1. Si Kembar Beda Bentuk: Kimpul & Bote (Talas)
Kenalin, aku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang lagi trending itu.
Tolong catat baik-baik, ciri mutlakku ada di bentuk daunku yang melekuk seperti panah tajam. Jangan panggil aku Talas. Talas itu nama lain dari saudaraku si Bote (Colocasia esculenta). Kalau si Bote, lekukan daunnya lebih tumpul dan berbentuk seperti hati yang utuh. Walau umbi kami sama-sama enak direbus, daun kami jelas beda.
2. Para Raksasa Nyentrik: Sente & Suwek
Kalau kalian lihat yang daunnya guede banget menantang langit, itu aku si Sente (Alocasia macrorrhizos). Daunku bentuknya segitiga raksasa, dan umbiku juga super besar di bawah tanah. Tapi kalau kalian lihat ada yang batangnya loreng-loreng kayak ular sanca, itu saudaraku si Suwek (Amorphophallus paeoniifolius). Si Suwek ini daunnya majemuk (terpecah-pecah) dan tumbuh memayung.
3. Geng Akrobat Pemanjat: Uwi, Mbolo, & Mbili
Nah, kami bertiga ini beda aliran. Kalau umbi lain batangnya tegak (pseudostem), batang kami tumbuh melilit dan memanjat.Kami dari marga Dioscorea.
- Aku Uwi (Dioscorea alata), punya daun bentuk jantung yang besar.
- Aku Mbolo (varian Uwi), primadona yang umbinya berwarna ungu eksotis di dalam tanah.
- Aku Mbili (Dioscorea bulbifera), si paling mindblowing. Kenapa? Karena selain nyimpen umbi di dalam tanah, aku juga memproduksi Bulbil Udara alias umbi yang menggantung di batang atasku. Keren kan, karbohidrat bisa berbuah di udara😂😂
So.. Selamat pagi dari kami geng karbohidrat lokal kearifan Nusantara.
Mulai sekarang, jangan sampai salah sebut nama kami lagi ya kalau mblusuk ke kebun atau belanja di pasar.
Kawan-kawan di sini paling suka olahan dari umbi yang mana nih? Digoreng, direbus, atau dibikin kolak? Coba absen.
tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation—even from yourself
emotional intelligence itu..
- mengetahui apa yang sedang kamu rasakan dan kenapa kamu merasakannya.
- mampu mengenali dan menghadapi pemicu emosimu, bukan malah menyalahkan orang lain.
- memahami bahwa masa lalu masih bisa memengaruhi caramu menjalani masa kini, lalu menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang.
- menyampaikan apa yang sebenarnya kamu rasakan tanpa rasa bersalah, malu, atau terlalu banyak menjelaskan diri, karena kamu percaya pada dirimu sendiri.
- menenangkan diri sebelum bereaksi, bukan langsung bertindak berdasarkan emosi sesaat.
- tetap terbuka terhadap sudut pandang yang berbeda dari milikmu.
- tetap merespons dengan bijak ketika seseorang melakukan kesalahan.
- memilih melakukan hard conversations dari pada silent treatment
- menyadari ketika seseorang sedang kesulitan meskipun mereka tidak mengatakannya, lalu menunjukkan empati.
- menyadari bahwa kamu tidak harus sempurna untuk bisa dicintai.
- memiliki rasa ingin tahu terhadap dirimu sendiri daripada terus menghakimi diri sendiri.
- mendengarkan untuk memahami, bukan sekadar untuk memperbaiki keadaan atau membela diri.
- mampu menerima kritik atau feedback tanpa langsung merasa hancur atau menyerang balik.
- mampu mengelola stres tanpa melampiaskannya kepada orang lain.
- mampu beradaptasi dengan perubahan hidup daripada terus melawannya.
- tahu kapan harus berhenti sejenak, bukan selalu memaksakan diri untuk terus maju.
Bahasa Jawa kalau urusan bau detail banget😭
• Tengik = bau minyak basi
• Nyegrak = bau nyengat
• Sangit = bau gosong
• Langu = bau mentah
• Prengus = bau kambing
• Apek = bau lembap
• Banger = bau bangkai
• Pesing = bau pipis
• Anyir = bau darah/ikan
• Semribit = bau harum yang semerbak