Kalau pake definisi school meals (world bank), semestinya MBG itu mendukung proses belajar. lah ini libur, tapi MBG tetep jalan.
Kesimpulannya, memang bukan untuk pendidikan dan pembelajaran. Lalu untuk siapa?
Ketika MBG dikirimkan langsung ke rumah siswa masing-masing, maka MBG sebagai daya dukung pendidikan menjadi hilang. Sebab tidak ada fungsi pendidikan disana. MBG disini seperti bansos, yaitu menjalankan fungsi kesejahteraan sosial.
Jika ini dipaksakan, maka sekolah akan dipaksa terlibat. Apalagi setelah SE soal PJ MBG. Guru yang sudah liburan harus balik kanan untuk memuluskan pengantaran MBG.
Sangat tidak setimpal.
Kalau ada yang pingsan, knp yah orang2 heboh banget supaya korban cepet2 siuman dg cara:
- ditepok2
- ditampar2
- dikasih minyak kayu putih seleher sebadan
- didudukin
- dikasih minum
Ngapain?
Ga usah! Malah bahaya.
Otak sengaja biar badan pingsan dulu, eh malah dipaksa bangun.
PPG
CGP
PMM
Kombel
MGMP
SKP
Balai pelatihan
Webinar
e-Kinerja
24jp Pembelajaran perminggu
Administrasi pembelajaran
Banyak sekali syarat dan ketentuan Guru untuk disebut profesional
Lupa ya mas ardian, pimpinan tertinggi kebijakan pendidikan skrg kan, salah satu pelopor hubungan "mitra" yang mana, alat produksi disediakan pekerja.
Kita, tenaga pendidik menuju ke arah sana.
(Gambar Hanya ilustrasi) 🙏
pernah gak sih ngebayangin gimana rasanya jadi sosok "ibu"?
baca buku ini rasanya ketampar banget.
ternyata kita gak pernah bener-bener tau soal ibu kita sendiri. we never know what kind of world she lives in😢
#RereNyarita
Saya mau share pengalaman umroh mandiri selama 4 hari yang saya lakukan tahun lalu dengan menggunakan visa transit dari Saudi Airlines
Berikut ini rincian itinerary & budget selama di sana
Pernah gak punya temen yg hobinya mengeluh tapi kalo dikasih solusi, malah ga dijalanin?
Kadang sampe capek dengerin komplain masalah yg sama berulang kali
Ternyata namanya Help Rejecting Complainer. aku jadi sadar kalo mereka...
Orang lain, siapapun itu, hanya bisa sebatas membantumu pulih dari luka batin.
Tapi untuk benar-benar memulihkannya, hanya dirimu sendirilah yang bisa melakukannya.
Enggak ada orang lain yang bisa memulihkannya. Tanggung jawabnya di diri kita sendiri-sendiri.
Rabbku, jika Engkau melihatku menjauhi-Mu dan aku mengikuti hawa nafsuku, aku begitu mengharapkan Engkau memperbaiki hatiku dan pula kembalikan aku ke jalan-Mu dengan cara yang indah.
Kuasai dunia dengan ilmu, jalannya adalah belajar, senjatanya adalah menulis, kekuatannya berasal dari membaca. Maka Iqra', Bacalah!
Dr. Fahruddin Faiz
The first modern flushable toilet was invented in 1596 by Sir John Harrington. He installed one for his godmother, Queen Elizabeth I. His invention included a water tank and a flush valve. However, the flush toilet wouldn't become popular for another 250 years. Most toilets in Medieval Europe were either holes in the ground, communal outhouses, or chamber pots.
If you were fortunate and born into considerable wealth, you might have used a garderobe (derived from the French word for "wardrobe"). These were small rooms built adjacent to the walls of medieval castles. The toilet was connected to a vertical shaft that extended down to the ground.
Low-ranking soldiers or servants were responsible for taking buckets of water to "flush" waste down the vertical shaft. Garderobes, which literally translates to "guarding one's robes," originated from the practice of hanging clothes in the shaft to kill fleas using the ammonia in urine.
Occasionally, daring knights would attempt sneak attacks by entering the castle through the shaft connected to the garderobe. Throughout history, there have been several famous people who died on the toilet, including King Edmund II of England (30 November 1016), Jaromír Duke of Bohemia (4 November 1035), Godfrey IV Duke of Lower Lorraine (circa 26 or 27 February 1076), Wenceslaus III of Bohemia (4 August 1306), and Uesugi Kenshin (19 April 1578).