Ini yah, pentingnya vaksinasi yang lengkap. Difteri ini bisa menyebabkan perburukan kondisi yang cepat dalam hitungan jam kalau sudah sampai tahap obstruksi jalan napas.
And you know what? Penyakit ini bisa dicegah dengan ✨Vaksinasi✨yaitu DPT.
Jadwal vaksin DPT (juga HB-HiB) itu pada usia 2,4,6 bulan, terus booster 1 di usia 18 bulan dan booster kedua di usia 5-7 tahun dengan vaksin tetanus (DT atau Td).
Cakupan vaksin itu idealnya harus >90% populasi, biar gak kejadian outbreak semacam ini.
Sedikit cerita, dulu temen gw Bapaknya meninggal mendadak, dia anak paling geude dari 3 bersaudara.
Selama proses mandiin jenazah ampe pemakaman dll, dia kuat bgt, gak nangis, tp ekspresinya sama kek si Adek ini, ditahan - tahan.
Hari ke 3 setelah Bapaknya meninggal dia nelpon gw, nanyain ada tempat yg sepi yg gada orang kira kira dimana.
Awalnya gw kira dia mungkin pengen merenung atau pengen curhat atau apa, Sama gw dibawa lah ke kebun Teh Sinumbra, tempatnya emang bagus, sejuk.
Pas udah nyampe, karena dia pengen ke tempat yg bener bener gada orang, kita akhirnya jalan agak jauh dari posisi parkir motor.
Pas udah nyampe, temen gw lalu nangis sejadi jadinya, mana lama bgt kira kira mau 30-40 menit dia nangisin Bapaknya.
Sama gw akhirnya biarin aja dia nangis, gw agak menjauh lah takut ada orang lewat terus nanyain temen gw kenapa.
Ada Bapak Bapak sempet lewat, orang perkebunan mungkin denger tangisan temen gw, cm sama gw keburu dibilangin situasinya kek apa, si Bapak itupun ngerti terus akhirnya ngobrol bentar ama gw terus gw kasih rokok aja sambil ngobrol.
Udah agak lamaan, dia udah gak nangis lagi, gw samperin temen gw terus kasih dia rokok ama minum. Temen gw cuma bilang makasih terus dia bilang udah lega, udah ikhlas ama kepergian Bapaknya.
*BRO, PAS PENGHASILAN LO MULAI NAIK, LAKUIN INI!*
1. *STOP BELI BAJU BANYAK-BANYAK.*
pilih yang berkualitas dan tahan lama. gaya lo bukan soal kuantitas, tapi kelas.
2. *ISI PERUT LO DENGAN MAKANAN BERKUALITAS.*
tubuh lo butuh bahan bakar premium, bukan gorengan 5 ribuan tiap malam.
3. *SEWA ART KALAU LO SIBUK.*
waktu lo terlalu mahal buat dihabisin nyapu ngepel sendiri tiap hari.
4. *GANTI KASUR LO.*
tidur berkualitas itu investasi buat fokus, mood, dan performa lo seharian.
5. *INVESTASI KE PENGALAMAN & ILMU.*
bukan cuma beli barang. pengalaman ningkatin value, bukan sekadar koleksi.
6. *UPGRADE MENTOR ATAU PENASIHAT KEUANGAN LO.*
yang bawa lo ke level ini, belum tentu bisa bawa lo ke level selanjutnya.
7. *LINGKARIN DIRI LO SAMA ORANG YANG BIKIN STANDAR LO NAIK.*
energi mereka bakal nular. pelan-pelan tapi pasti, lo bakal berubah total.
bro, naik income itu baru awal.
naik level jadi pria berkelas — itu tujuan utamanya.
Gue punya tetangga. Sebut aja Pak Hendra.
Dua tahun lalu dia masih naik motor beat butut ke warung.
Belinya eceran kopi sachet, rokok sebatang, mie instan satu bungkus.
Sekarang?
Alphard putih parkir di depan rumah.
Renovasi total.
Pagar besi custom.
Kamera CCTV empat titik.
Usahanya?
Katanya bisnis properti.
Yang gue tahu dia jual tanah warisan bapaknya di pinggir kota yang tiba-tiba nilainya meledak karena ada tol baru lewat sana.
Satu malam kaya.
Bukan proses panjang.
Bukan kerja keras bertahun-tahun.
Rejeki nomplok yang nyata.
Dan yang berubah bukan cuma mobilnya.
Cara dia nyapa orang berubah.
Dulu kalau papasan di gang senyum duluan, tanya kabar, kadang nawarin kopi.
Sekarang?
Jalan lurus.
Tatapan ke depan.
Senyum tipis yang terasa seperti basa-basi yang tidak dia nikmati.
Anaknya yang dulu main bareng anak-anak kampung sekarang sekolah di tempat lain.
Istrinya yang dulu arisan bareng ibu-ibu kompleks sekarang jarang kelihatan katanya sibuk
Bukan jahat.
Bukan sombong yang ngomong kasar.
Tapi ada jarak yang tumbuh perlahan, tanpa drama, tapi nyata.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Komentar orang kaya lebih sopan dari orang miskin itu tidak sepenuhnya salah.
Tapi juga tidak sepenuhnya benar.
Yang lebih akurat mungkin ini:
Orang kaya punya lebih banyak ruang untuk terlihat sopan.
Mereka tidak dalam kondisi terdesak.
Tidak rebutan antrian.
Tidak stres soal tagihan yang jatuh tempo besok.
Tidak capek setelah 12 jam kerja berdiri.
Ketika kebutuhan dasar sudah terpenuhi otak punya lebih banyak kapasitas untuk berpikir tentang cara bicara, cara bersikap, cara memilih kata.
Itu bukan moral superiority.
Itu privilege dari rasa aman.
Dan yang terjadi pada Pak Hendra adalah pola yang gue lihat berulang pada OKB Orang Kaya Baru di Indonesia.
Kekayaan datang lebih cepat dari kesiapan mental untuk menghadapinya.
Tiba-tiba ada gap antara dia dan lingkungan lamanya. Dan gap itu tidak nyaman untuk kedua belah pihak. Tetangga lama mulai hitung-hitungan dulu dia biasa aja, sekarang sok.
Pak Hendra sendiri mungkin bingung mau tetap akrab tapi takut dimanfaatkan, mau jaga jarak tapi takut dibilang sombong.
Tidak ada pilihan yang benar.
Apapun yang dia lakukan akan disalahkan oleh satu pihak.
Dan ini yang paling jarang dibahas:
Sopan santun itu bukan produk dari kekayaan.
Tapi kekayaan memberikan kondisi yang lebih kondusif untuk menampilkan sopan santun itu.
Orang yang kelelahan, tertekan, dan tidak punya ruang bernafas secara psikologis memang lebih mudah tersulut.
Bukan karena karakternya buruk. Tapi karena resources mentalnya sudah habis sebelum hari berakhir.
Dan orang kaya yang kelihatan lebih sopan belum tentu lebih baik karakternya.
Mereka hanya punya lebih banyak energi sisa untuk menjaga penampilan sosial mereka.
Jadi kalau ada yang bilang orang kaya lebih sopan:
Mungkin. Tapi tanya dulu sopan karena memang baik karakternya?
Atau sopan karena hidupnya tidak sedang dalam mode survival?
Dua hal yang sangat berbeda.
Dan Pak Hendra?
Gue tidak judge dia.
Gue hanya berharap suatu hari dia sadar bahwa Alphard putih itu tidak akan pernah bisa menggantikan rasa nyaman yang dia punya waktu masih bisa senyum duluan di gang sempit itu.
Beli rumah itu gak mudah
Saya bapak-bapak umur 30+ dan sampai saat ini belum punya rumah
Setiap ngobrol sama orang tua atau mertua sekarang yang ditanya pasti sama
"Kapan punya rumah?"
Sebenarnya bisa aja dengan mudah saya ngambil KPR, tapi saya ga mau punya utang, apalagi utang yang mengikat sampai 10-20 tahun
saya gak mau seperti kebanyakan orang yg hidup untuk nyicil utang
- nyicil mobil
- nyicil rumah
- nyicil iphone
menurut saya mending beli barang sesuai kemampuan saja, apalagi klo sifatnya konsumtif
Hidup saya saat ini sudah tenang tanpa utang
dan saya rencana ingin beli cash saja sambil memutar otak bagaimana dapet uangnya 🤣
Hidup sesuai standar sendiri, gausah liat orang lain karena semua orang punya rejekinya masing-masing