🚨❤️🩹 Lisandro Martínez: “I was considering RETIREMENT from football after I suffered ACL injury last year”.
“I just didn't want to suffer anymore, you know?“.
"I was really hit low, but then my daughter was born, and that kind of balanced everything out for me”.
“I saw how my wife gave birth and the immense effort she made, and I said to myself: How am I not going to keep fighting?”.
#Gempa Mag:5.6, 27-Jun-2026 14:47:21WIB, Lok:8.96LS, 111.16BT (86 km Tenggara PACITAN-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Sebelum ngomong Grassroot .. benerin dulu ekosistemnya.
-Kompetisi di indo itu belum profesional even di kasta tertinggi
-masih banyak masalah soal lisensi, finansial, dan ketegasan hukuman nya.
-Karena kompetisi/liga itu lah yg akan menjadi wadah pemain muda untuk berkembang
Ngomong-ngomong soal Federasi,
PSSI ini sebetulnya bagus.
Perihal Talent War, Indonesia masih jadi yang terdepan.
Sempat mengalahkan Australia untuk naturalisasi Mathew Baker dan mampu mendatangkan pemain berkelas lainnya seperti Jay Idzes, Ole Romeny, Calvin Verdonk, Kevin Diks dll.
Siapa yang nyangka bahwa Indonesia memiliki pemain dengan valuasi lebih dari €10 juta?
Siapa yang nyangka, bahwa kiper Indonesia saat ini pernah berhadapan langsung dengan Ronaldo dan Dybala?
Siapa yang nyangka, bahwa ada pemain yang pernah membela klubnya dan mengalahkan Manchester United di Liga Champions?
Sukar untuk dibayangkan bukan? Ketika kita menempatkan diri kita di 7-10 tahun yang lalu.
Naturalisasi Indonesia bisa dikatakan sangat sukses, namun ternyata kita bukan Maroko.
Tim yang sampai saat ini konsisten di papan atas peringkat FIFA dan bersaing dengan negara-negara seperti Spanyol, Brasil, Inggris atau Argentina.
Maroko memang sangat unggul dalam talent war.
Mereka berhasil meyakinkan pemain-pemain yang dibesarkan di akademi Eropa seperti Achraf Hakimi, Hakim Ziyech, Sofyan Amrabat, Noussair Mazraoui, hingga Yassine Bounou untuk membela Atlas Lions.
Akan tetapi, mereka juga memiliki ekosistem pembinaan yang tetap menghasilkan pemain lokal berkualitas.
Akademi Mohammed VI memang tidak mendominasi skuad timnas, tetapi mampu melahirkan pemain seperti Youssef En-Nesyri, Nayef Aguerd, dan Azzedine Ounahi yang kemudian bersaing setara dengan para pemain diaspora.
Artinya, naturalisasi di Maroko berfungsi sebagai akselerator yang juga ditopang oleh fondasi jangka panjang.
Pemain diaspora datang untuk meningkatkan standar tim, bukan untuk menutupi ketiadaan kualitas dari dalam negeri.
Di sinilah letak perbedaan utamanya dengan Indonesia.
Indonesia sudah menunjukkan kemajuan besar dalam memenangkan perebutan talenta keturunan.
Namun, pekerjaan berikutnya adalah memastikan pembinaan usia muda, kualitas akademi, kompetisi kelompok umur, dan jalur transisi menuju level senior mampu melahirkan pemain lokal yang suatu hari dapat berdiri sejajar dengan Jay Idzes, Ole Romeny, Calvin Verdonk, atau Kevin Diks.
Sebab, untuk menjadi seperti Maroko, tidak cukup hanya menang dalam talent war.
Untuk pemain naturalisasi sudah lumayan rapih dan menjanjikan, namun jika tidak dibarengin dengan stok pemain lokal yang brilian, maka mungkin kita hanya akan berakhir seperti Tunisia 2026, atau Qatar 2026.
Ada 3 hal yang wajib di garap PSSI :
1. Talent war diaspora yang luar biasa sukses,
2. Akademi elite domestik seperti Mohammed VI,
3. Akademi klub lokal.
Betul?
I think we've become too accustomed to judging people by their appearance. Sure, a pretty face can immediately catch your eye, but over time, it becomes clear that looks aren't everything. We remember people not by their eye color or perfect features, but by how they treated us, how calm, warm, and comfortable we felt in their company.
Inner beauty isn't always immediately apparent. It manifests itself in the little things: kindness, the ability to listen, respect for others, sincerity, and empathy. These are the qualities that make a person truly beautiful. Because if there's nothing inside but the desire to look good, then even the most striking appearance loses its meaning over time.
Selamat siang/malam Min. Saya adalah pengamen pantomim yang biasa menghibur di Lampu Merah Kasihan/Tamantirto, Bantul (baju garis-garis kupluk kuning).
Min, saya nitip pesan tulus dari hati saya untuk warga Bantul dan adik-adik mahasiswa UMY. Saya mohon dengan sangat agar nama asli dan data pribadi saya TIDAK DIPUBLIKASIKAN demi keamanan anak perempuan saya yang sedang mondok di pesantren. Cukup posting pesannya saja dan pakai foto kostum pantomim saya agar warga tahu. Ini pesannya, Min:
SURAT TERBUKA DARI PENGHIBUR JALANAN (PANTOMIM LAMPU MERAH KASIHAN)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Untuk warga Bantul, teman-teman mahasiswa UMY, dan seluruh pengguna jalan yang setiap hari melintas di persimpangan Kasihan...
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya sekadar ingin memohon dan mengetuk hati panjenengan semua untuk bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Tolong, demi keselamatan bersama, jangan menerobos lampu merah, terutama bagi orang tua yang sedang memboncengkan anak-anaknya. Keselamatan buah hati Anda adalah yang utama.
Jujur, setiap kali melihat ada yang menerobos, saya selalu ingin mencoba menghentikan karena rasa kemanusiaan. Namun, terkadang ada rasa takut dinilai "sok suci", apalagi saya sadar posisi saya di jalanan juga sedikit mengganggu perjalanan panjenengan semua sebagai pengamen. Tetap saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kehadiran saya kurang berkenan selama ini.
Saya menyampaikan ini karena saya sangat kasihan jika terjadi kecelakaan. Di lampu merah ini, saya sudah sering sekali menolong korban kecelakaan, bahkan pernah ada yang sampai mengalami patah tulang. Sayangilah diri Anda, sayangi keluarga Anda yang menunggu di rumah.
Terma kasih banyak atas segala apresiasi, senyuman, dan kebaikan panjenengan sedoyo yang selama ini telah menjadi jalan rezeki bagi saya untuk bertahan hidup di masa sulit ini. Mari kita saling mendoakan, semoga semua hajat kita dikabulkan oleh Gusti Allah, senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesuksesan untuk kita semua. Sampun, matur nuwun.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam hormat dari penghibur jalanan.
Hi! My name is Jasmine. That's me in the photo above.
This photo has gained popularity and gone viral online in the last few hours. Thank you all for your kind comments! ∩^ω^∩
I'd also like to dispel some rumors. My full name is Jasmine Begalinova.
@_BangFu Ada ketum federasi bilang jangan mencampurkan sepakbola dengan politik.. tapi pas kampanye bilang " kalau mau sepakbola nya bagus pilih siapa ?"