“Hei, bocah. Stres, ya, karena musim ujian?”
Langsung menebak saja. Resto sudah mau tutup tapi bocah ini masih saja berleha-leha di meja yang kosong.
@tirredoflife
@verdenish Did he hear that clearly? This brat.
“Were you just taunting me? Hm?” He put the last dish on drying rack before moving to the stove to cook. He leaned his waist there, watching him mopping the floowr with crossed arms. That remark managed to tick him a bit.
@verdenish untuk merebus kaldu.
Gelas diletakkan. Tubuhnya mendekat ke panci dan ia ambil secentong kaldu yang kemudian diteteskan di punggung tangan. Lidahnya mengecap langsung di sana.
“Mhm. Bagus. Memasak memang bakatmu.” Beri pujian serta usapan pada kepala juniornya.
@verdenish “Hmm.” Kepalanya menengadah sambil meneguk air hingga tetes terakhir. Namun, matanya melirik ke bawah, terpaku pada kaldu yang dilihat dari warnanya sudah pas, serta aroma rempah yang familiar. Persis yang ia cium setiap malam sebelum meninggalkan kompor menyala +
@sattellary “Wah?” Justru ia kira tidak akan dihabisi dan dibungkus setelahnya. Kalau begini, 'kan, ia jadi berniat usil.
“Hmm. 30 menit, ya?” Langsung tembak saja waktunya.
“Ah, ya.”
Selagi sedang bebersih meja bekas pelanggan, ia harus mempercepat pergerakannya untuk mencapai meja lain.
“Kau lagi.” Satu ujung bibirnya terangkat. Akhir-akhir ini sepertinya ada pelanggan setia baru yang hampir senang makan di sini “Seperti biasa?”
@sattellary
@verdenish “Yeah, yeah. Go wipe the floor first. Only after you cleaned it.”
He purposely left the terms & conditions last. Of course to eat his cooking is not for free. Kael needs to work as hard too, you know.
@verdenish berjalan langsung ke dapur mencari air putih. Mendapati juniornya yang tampak serius, lebih serius daripada ia pernah memandanginya saat memanggang kue.
“Gimana? Bisa?” Sapa Euijae sambil menuang air putih ke gelas.
@verdenish Srek... Srek... Srek... Suara dedaunan kering lama kelamaan jadi sunyi dan kini helaian tertumpuk jadi satu di ujung halaman. Musim gugur seperti ini memang harus rajin-rajin menyapu, tak enak dilihat jika resto penuh dengan dedaunan kering.
Selesainya menyapu halaman, Euijae +
Loh loh loh. Memangnya ini warung AYCE, ya? Sejak kapan sudah setinggi ini tatakan mangkuknya? Tak heran stok mangkuk di dapur menipis.
“Nasinya juga, Nona?”
@K0IBASHIRA
@K0IBASHIRA Berikan senyum paling cerah. Mungkinkah karena akhirnya ia bisa bersih-bersih lalu pulang? Atau sebatas formalitas seperti biasa? Tapi dipikir-pikir, jarang ada pelanggan yang makan sebanyak ini. Tidak direkam pula seperti pe-mukbang yang lain.
Benar-benar karena lapar, ya? +
@verdenish Despite his pretty looks that charmed almost every customer?
“Alright. I’ll feed you after this. Only because you’re weak as hell and need to eat more.” He can’t just abandon a starving puppy.
@verdenish ??? SO WEAK. If he put another force, this guy might’ve flew to the another side of the kitchen.
“Nonsense. Why would I call you ugly? You’re not even close to average.”
Sometimes he wonder why is Kael the way he is now. And don’t tell him someone called this kid ugly before? +