Aku suka dengan statement ini:
Sebenarnya, pekerjaan yang kamu jalani sekarang adalah yang terbaik yang Allah hadiahkan untukmu.
Karena itu kamu ditakdirkan berada di pekerjaan yang kamu miliki saat ini, meskipun awalnya bukan di bidangmu sekalipun. Sebab Allah tahu kamu mampu menjalankan amanah tersebut.
Itulah mengapa kamu ditakdirkan dengan pekerjaan yang kamu punya sekarang.
Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz 🤍
ini method gw untuk stay sane being adult so far:
1. Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
2. La ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin.
3. Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍
“walaupun mulutnya jahat tapi hatinya baik”
But in Islam : “apa yang keluar dari mulut itu cerminan hatinya”
Simple words can have a big impact. Mind your words.
Normalisasi tidak prengat-prengut ke orang yang gak tahu apa-apa. Mood lu urusan lu, being nice to everyone adalah sebuah adab. Everyone is having their own battle, not only you. Jadi jangan merasa si paling sibuk, paling merana, paling hectic, paling stres.
Su asu.. di jalan itu kamu tinggal:
- pake helm
- tdk merokok
- kalau pelan ke sisi kiri
- mata sering nglirik spion
- TIDAK NRABAS PALANG KERETA
- tdk cari jam malam buang sampah
- punya mental "jalan ini bukan punya e mbahku".
Stelah itu baru kamu boleh misuh²i polisi korup.