Gw belum pernah nemu di internet orang di hina dgn kata "cis hetero", tp kalau orang di hina dgn kata "boti", pernah. Gw bahkan pernah di katain boti magang sama orang tolol meskipun gw cis hetero.
Jadi buzzer itu gak worth it, gimana rate untuk 1 komentar/postingan/tanggapan/ulasan cuma ratusan rupiah. Bisa sih pakai banyak akun, tp capek. Buang2 waktu.
Gw kalaupun jadi buzzer pemerintah, gw tentu pilih2 jobnya. Kalau di suruh untuk mendukung program goblok pemerintah, ogah gw. Kalau di suruh untuk mendukung program yg bagus, mau2 aja gw. Misalnya lgbt ancaman negara.
Gw kasih tahu, perusahaan asuransi itu kalau merefund 100 persen uang korban penipuan unitlink itu rugi, apalagi kalau bursa saham lg turun tajam. Gw gak bela perusahaan asuransi, bagi gw perusahaan asuransi yg makan duit korban unitlink, sampah, makan duit haram.
Bagi gw semua industri asuransi di indonesia itu patut di curigai pernah menzalimi orang. Gw terus terang, gw itu gak percaya kalau gw jadi nasabah asuransi jiwa, lalu gw meninggal, klaim ahli waris gw akan di bayar. Di pikir2 perusahaan asuransi itu untung gak bayar klaim.
Si jonru itu dia itu mengakui tulisannya di pagenya meskipun konsekuensinya dia kena pidana. sebenarnya salahnya jonru itu ngata ngatain orang tua jokowi.
Gw itu pernah kepikiran pejabat yg di tuduh korupsi itu sebenarnya gak korupsi, kan mungkin aja terjadi si b yg korupsi, tp yg di tuduh korupsi si a dan tololnya si a sama pengadilan di nyatakan melakukan tindak pidana korupsi.
Gw itu pernah ingin ngedm pejabat yg korupsi, gw mau dm "anjing kau", cuma gw mikir lg, gw takut salah sasaran aja. Misal yg korupsi si a, tp gw malah dm "anjing kau" Ke si b. Kan agak gimana gitu.