Gini biar kebayang.
Desil DTSEN ngebagi masyarakat dari yg posisinya relatif lebih rendah ke yg relatif lebih tinggi.
Itu aja. Bukan nilai absolut.
#CekFaktaDesil
Contoh: Pak Timbul. Setelah datanya diverifikasi dan diupdate ke Desil DTSEN, posisinya menyesuaikan kondisi saat ini.
Tapi ini proses pemutakhiran data. Bukan berarti otomatis soal bantuan.
#CekFaktaDesil
Terus bisa berubah gak? Bisa banget.
Karena kondisi sosial ekonomi itu dinamis. Ada yg naik usaha, ada yg nambah tanggungan.
Pas data Desil DTSEN diperbarui, peringkatnya ikut berubah.
#CekFaktaDesil
Satu lagi ya.
Desil DTSEN bukan satu-satunya penentu.
Bantuan punya aturan masing-masing. Jadi jangan bilang “Desil tinggi pasti coret” atau “Desil rendah pasti dapat”.
#CekFaktaDesil
Ada juga Mbah Suwarno
Kondisi sosial ekonominya berubah jadi harus masuk ke data juga
Perlu diingat perubahan data belum tentu langsung dapat bantuan
Tujuannya biar kita bisa Menemu Kenali kebutuhan secara adil dan utuh
#DTSENDataDinamis
Sekarang ada DTSEN datanya lebih nyatu dan diperbarui berkala
Kalau ada perubahan kerjaan penghasilan atau tanggungan datanya ikut berubah
Supaya kebijakan bisa Menemu Kenali kondisi yang paling update
#DTSENDataDinamis
Dulu datanya kepisah pisah dan update nya telat
Jadi banyak warga yang pas lagi susah malah gak kebaca
Kayak Nenek Siti waktu anaknya sakit pemasukan turun tapi datanya masih lama
Kita perlu sistem yang bisa Menemu Kenali keadaan asli
#DTSENDataDinamis
Jadi gini DTSEN memang belum sempurna
Tapi karena datanya dinamis kita bisa terus update dan koreksi
Biar bantuan makin tepat sasaran dan masyarakat yang butuh bisa semakin Menemu Kenali
#DTSENDataDinamis
Ambil contoh Pak Timbul dari Jogja
Usahanya turun motor dijual buat kebutuhan tapi di data masih masuk desil atas
Setelah lapor dan dicek lapangan datanya diperbarui
Dari situ DTSEN bantu Menemu Kenali realita di lapangan
#DTSENDataDinamis
Kondisi orang bisa berubah cepat dalam setahun
DTSEN memang belum sempurna tapi data yang dinamis bikin pemerintah bisa Menemu Kenali siapa yang butuh bantuan hari ini
#DTSENDataDinamis
Nostalgia Babel adalah bukti bahwa ketika kekuasaan berakhir justru disitulah pengabdian Erzaldi Rosman diuji dan beliau lulus dengan tetap setia melayani rakyat tanpa syarat apapun
#LegacyErzaldi
https://t.co/OOfp3XYi49
Nostalgia Babel muncul lagi saat ingat era Erzaldi Rosman yang berani buat sistem transparansi berlapis bersama BPKP dan KPK agar dana satgas covid 19 tepat sasaran dan tidak ada yang disalahgunakan #LegacyErzaldi
Nostalgia Babel selalu terasa saat mengingat 2020 2021 Babel justru bangkit dan jadi pertumbuhan ekonomi tertinggi se Sumatera karena keberanian Erzaldi Rosman memperjuangkan tambang rakyat dan UMKM #LegacyErzaldi
Nostalgia Babel mengajarkan bahwa usai pilkada dua ribu dua puluh empat Erzaldi Rosman tetap memilih jalan pengabdian dengan turun langsung menyapa dan membantu masyarakat yang membutuhkan
#LegacyErzaldi
https://t.co/4mDpDEwbVy
Nostalgia Babel kembali saat ingat strategi Erzaldi Rosman saat pandemi yang memfasilitasi UMKM dengan KUR subsidi bunga dan bantuan modal agar ekonomi rakyat tetap berputar dan pengangguran bisa ditekan #LegacyErzaldi