Pada akhirnya goals dari belajar selama 1smt bukan hanya tentang gift, nilai diatas kertas, ataupun peringkat semata. Bahkan lebih dari itu jika melihat lebih jauh, bisa membuka kepekaan, mengamalkan hasil yg didapat, ataupun bisa menjadi influence & berdampak terhadap sekitar.
Coretan kecil menutup akhir semester. Selain kejadian adu gift yang sering dibahas tiap akhir semester, ada pula hal lain yang mungkin sering dibahas luput dari esensi dan tujuan utamanya. Perihal nilai, peringkat & dampak.
Karena ketika menjadi influence dalam proses&progres belajar, pilihannya ada 2. Pertama bisa mempengaruhi sekitar untuk belajar yang lebih baik, ataupun yg kedua bisa dipengaruhi oleh sekitar untuk belajar yang lebih baik juga.
Mari kita mengenal sebuah wilayah yang di dalamnya ada 12 negara, yaitu Balkan 🙌🏻
Biasanya segala keributan bisa dihentikan lewat sepak bola. Ternyata kalo untuk Balkan sepak bola dijadikan sebuah pertarungan nasionalisme 👀
Selengkapnya baca #box2boxgeographic
PANDUAN RINGKAS PROSES PEMBUATAN FILM
Bagaimana proses terjadinya film dari mulai ide sampai bisa ditonton?
A THREAD
/Disclaimer: pembuatan film adalah proses yang kompleks. Utas ini dimaksudkan sebagai pengenalan ke proses pembuatan film dan bukan panduan utama/
Proses pembuatan film bisa dibagi menjadi enam fase, yaitu:
I. FASE PEMUNCULAN IDE (IDEATION)
II. FASE PENGEMBANGAN SKRIP (DEVELOPMENT)
III. FASE PRA-PRODUKSI (PRE-PRODUCTION)
IV. PRODUCTION (SHOOTING)
V. POST-PRODUCTION (PASKA PRODUCTION)
VI. MARKETING DAN DISTRIBUSI
Kita bahas satu-satu yuk:
I. FASE PEMUNCULAN IDE (IDEATION)
Sering tiba-tiba kepikiran ide cerita yang kalian pikir bisa jadi film keren? Mungkin aja. Ide cerita bisa dibagi dua menurut sumbernya:
Ide Cerita Original (bisa muncul dari renungan, mimpi. khayalan, sakit hati, dan sebagainya)
Adaptasi dari materi yang pernah dipublikasikan seperti novel, cerpen, series, film, dan sebagainya)
Ide cerita bisa muncul dari dalam production house (PH) yang memproduksi film atau dari luar. Beberapa PH punya departemen penulis yang disebut juga ‘Writer’s Room’ yang tugasnya termasuk melahirkan ide-ide cerita.
Cerita kejadian tadi pagi, ada beberapa hal yg mngkin sngt mengganjal, ada yang bertanya "bpk dpt apa ajah dari anak/orngtua/wali?" sambil mmbawa macam bingkisan yang diberikan dari orngtua/wali yg lumayan agak bnyk. Sedikit jawab san senyum "hanya dapet ini ajah kok"
Apakah juga tiap akhir semester/ hari guru/hari besar lainnya selalu ingin mengaharapkan banyak gift dari anak/orngtua/wali. Dan apakah sudah memberikan usaha yg maksimal dalam memberikan pelayanan kepada anak didik sehingga layak mendapatkan gift tsb?
Karena yg diharapkan ketika akhir semester bukan tentang dapet gift apa ajah yg diberikan oleh anak/orngtua/wali. Tapi sampai sejauh mana hasil yg sudah didapatkan, kalo belum maksimal setidaknya jangan menyusahkan.
Bahkan sampai ada perkataan lainnya yg terlintas "makanya nanti di akhir semester selanjutnya disiapin wadah/kantong yg gede biar bisa nampung banyak dan ngga ribet bawanya" mungkin hanya sekedar candaan. Tapi apakah harus seperti itu terus berulang?
Jika hanya mengandalkam bakat alami tanpa disupport untuk berkembang ya sama ajah cuman ngeramein event ajah. Minta lebih support dan persiapannya minim