@anggarasamvdr Kalo habis malan pedes, rasa pedesnya akan lebih cepat reda kalau minum susu. Alasannya, zat pedas capcaisin pada cabai larut dalam lemak.
Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
@tanyakanrl Ada 1 rules yg harus dipahami:
Cara bisa kita ikuti, tp rezeki ga akan bisa.
Kita harus sadar bahwa banyak hal yg berada di luar kendali kita, kita hanya bisa berusaha aja. Dan itu salah satunya faktor luck.
@kudanielbintik grgr twit ini gw makin benci sama kangparkir ilegal. mereka bisa dpt 10rb dengan sangat mudah, sedangkan pemulung perlu jalan seharian buat dpt uang segitu
Kota paling intoleran karena masyarakatnya cenderung homogen. Tidak punya kultur merantau sehingga masyarakatnya tidak punya daya juang tinggi dan tidak terbiasa dengan perbedaan.
Upah rendah. Transportasi umum bangke. Hutan kota dibabat jadi kafe atau hotel. Daerah resapan air jadi vila siga nu teu barutuh cai wae. Macet. Polusi. Kotor dan banyak sampah.
Dst.
Ada tipe orang yang kelihatannya biasa aja di sosial media. Jarang update. Nggak pernah share lokasi. Nggak pernah pamer lagi nongkrong di mana. Bahkan kadang orang mikir, “ini orang kemana sih hidupnya?”
Padahal dia tetap jalan. Tetap keluar. Tetap punya rutinitas, punya kesibukan, punya tempat favorit, punya circle. Cuma dia nggak merasa itu perlu diumumkan.
Dari situ dia belajar: kalau mau kemana-mana, ya bisa sendiri. Kalau mau makan enak, nggak harus rame-rame. Kalau mau nonton film, nggak perlu nunggu jadwal orang lain cocok.
Instastory? Paling cuma sekilas. Kadang foto random, kadang cuma upload lagu, kadang malah kosong berminggu-minggu. Bukan karena hidupnya sepi. Tapi karena dia nggak merasa hidupnya harus jadi konten, dia juga tipe yang nggak suka ditanya, “lagi di mana?” “sama siapa?” karena buat dia, itu hal pribadi. Bukan karena dia rahasia, tapi karena dia menghargai ruangnya sendiri.
@LambeSahamjja The Silent Observer.
Biasanya dia mampu melihat hal-hal yang dilewatkan orang lain.
Dia tahu rahasia atau motif seseorang hanya dengan mengamati.
Senyum dan tawanya hanya "masker sosial" agar orang di sekitarnya merasa nyaman, pdhl di dlm kepalanya sedang menyusun strategi.
@worksfess Berkali-kali aku bilang, ga ada yg salah/sia2 dgn kuliah/sekolah lanjut. Di situ kita mgkn emg ga dpt "materi" tapi kita dpt pengetahuan + dibentuk pola pikir + dpt additional value + pengalaman yg gabisa dibeli.
Kalo orientasi mu materi, ya jelas beda path