Enak kan kalau cara berpikir Non voters 02 sedewasa dan se sehat ini.
jadi,enak kan kl fair begini berpikirnya jadi Kritik dan evaluasi yang disampaikan pasti ada solusinya dan akhirnya akan membantu sekali Program n kinerjanya Pemerintah untuk kedepannya.
orang yg menanggapi perbedaan pendapat dengan penghinaan, menunjukkan hambatan berpikir kritis, rendahnya kedewasaan emosional dan pola pikir yang kaku
SEKIAN DAN TERIMA FORTUNER
ANG ANG ANG
JADI BANTENG JANGAN SUKA BUZZER TERIAK BUZZER YAAAA
Jangan heran kl disosmed manapun views,like,komen mereka banyak dari yg pro pemerintah y ceuuuu🤣🤣
#BuzzerBanteng
TERNYATA 🥺
Kita Di Bohonggi Film "Pesta Babi:? Bukan Hutan Yang Di Tebang Tapi Rawa Rawa?
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah pilot yang terbang di Papua, area yang dibuka merupakan rawa-rawa yang “tidak terpakai”.
@Gerindra
Investasi senilai Rp7 triliun menandai proyek strategis di Karawang, Jawa Barat untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV) dan Energy Storage System (ESS). Fasilitas ini dikembangkan oleh MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama konsorsium CBL dan ditargetkan mulai beroperasi untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional.
Pabrik baterai berskala jumbo ini memberikan dampak langsung ke wilayah sekitar termasuk kawasan Bekasi dan Karawang dengan menghadirkan peluang sebagai berikut:
1. Sebagai Pusat Rantai Pasok: Menjadi fondasi rantai pasok hulu ke hilir kendaraan listrik nasional, menyuplai sel baterai untuk produksi mobil dan motor listrik.
2. Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka ribuan lowongan pekerjaan baru bagi tenaga kerja lokal di sektor teknis, manufaktur, dan rekayasa teknologi baterai.
3. Pertumbuhan Ekonomi Regional: Mendorong tumbuhnya industri pendukung, infrastruktur pendukung pengisian daya (charging station), serta peningkatan ekonomi lokal di koridor Jawa Barat.
"Petani lagi penak nang jamane pak Prabowo"
(Petani baru hidup enak di jaman pak Prabowo)
Menanggapi permintaan ibu dosen yang meminta turunkan harga beras , para petani ini mengungkapkan bahwa pekerjaannya sebagi petani menanggung banyak resiko diantaranya harus menghadapi ular, hama wereng, kena kerang dll. Dan baru dinera Presiden Prabowo para petani diperbaiki nasibnya.
oh ya, jangan lupa dik-adik mahasiswa , nasi yang kalian makan dari beras yang tiap tahun pupuknya dapat subsidi dari Pemerintah.
‣ Bapak lihat film Pesta Babi tidak?
>"Kalau nggak nonton nggak usah jawab."
>Mahasiswa riset tapi datanya diambil dari film, nggak mau observasi langsung di lapangan?
Ini sudah pas disebut:
‣ Mahadilog = Mahasiswa Anti-Dialektika dan Logika.
>Ple-setan satire dari Madilog yang bagai kitab suci untuk mereka:
>Kaum Tan Malaka Gen Z.
‣ Pembubaran diskusi rakyat di UGM oleh kaum Mahadilog ini harus dikecam keras.
> Rakyat dan pejabat tidak boleh takut dengan ancaman dari kaum Mahadilog barbar ini.
> Malah harus semakin berani perbanyak acara diskusi seperti ini di kampus-kampus.
> Agar Kampus tidak makin bodoh karena dijajah oleh kaum Mahadilog, pemegang kekuasaan di kampus ini.
> Kita harus rebut kembali, kebebasan rakyat berdiskusi di kampus dari tangan Mahadilog ini.
Semoga besok ada penulis yang membahas fenomena kebodohan ini:
‣Mahadilog: Manifesto Gerakan Mahasiswa Anti-Dialektika dan Logika Kaum Tan Malaka Gen Z.
‣ Lagian Mahasiswa kok takut banget dengan diskusi rakyat?
>Sampai diskusinya dibubarkan paksa dan melakukan intimidasi gitu.
‣ Kalian itu sebenarnya mahasiswa apaan sih?
Why Globalists Don’t Like Indonesia’s “Indonesia First” Model
Indonesia is quietly building something that makes globalists angry.
“Indonesia First” nationalism with a socialist touch in the economy and socially conservative values.
Under Prabowo, they are pushing hard on processing their own resources — nickel, bauxite, and more.
They focus on food and energy self-sufficiency, big welfare programs like free school meals and housing, and sovereign wealth funds.
Strong government role plus Pancasila ideas.
Pancasila is Indonesia’s official philosophy since independence.
It has five simple principles: belief in one God, just and civilized humanity, national unity, democracy by discussion and agreement, and social justice for everyone.
It mixes religion, tradition, and national unity with care for the people.
It is not communism and not Western liberalism.
That’s why they take the good parts of socialism and capitalism, but always put Indonesians first.
They welcome investment, but only on their own rules.
Not full socialism, not open-border neoliberalism.
The goal is sovereignty, 8% growth, and real national strength.
Why don’t many globalists like it?
• Resource nationalism: Indonesia no longer wants to be just a cheap supplier of raw materials.
They process everything inside the country, keep more profit, and make the rules.
This breaks the old free trade game.
• Sovereignty over supranationalism: Indonesia has always been non-aligned.
Their “free and active” foreign policy started with Sukarno and the 1955 Bandung Conference.
They balance US, China, and others — without joining anti-China groups like QUAD or AUKUS.
They ignore lectures about liberal democracy, climate rules, or open borders.
• Social conservatism + unity: Pancasila comes first.
Traditional values, religious harmony under the majority culture, stability and order — not Western progressive ideas or extreme individualism.
• Populist developmentalism: Big government role in welfare and industry.
They criticize pure free markets.
They choose what works for Indonesia, not what Davos wants.
The military also plays a bigger role in government.
But it is very popular — 2026 polls from both pro and anti-government media show Prabowo’s approval steady at 70-80%.
Ultimately, it is up to Indonesia to choose their own system.
The most important thing is to protect their sovereignty.
No sovereignty means no real democracy, because democracy is a process of self-determination.
They put 280 million Indonesians and their resources first — not as a small part in someone else’s global system.
The globalist game hates strong countries that refuse to lose control of their borders, culture, and economy.
Indonesia shows a big developing nation can follow its own mixed path.
Pancasila developmentalism > globalist convergence.
Kabar baik yang dibawa menkeu dari kunjungan ke cina.
Kunjungan mentri Purbaya utk bertemu investor dan bahas Panda Bond membawa respon positif.
Investor cina juga memantau penuh kondisi ekonomi RI terutama terkait dgn isu2 negatif yg sering didengungkan tapi setelah dijelaskan mengenai kondisi real fiskal RI, mentri Purbaya sendiri yg memastikan komitmen investasi sebesar 17 milyar USD dari AIIB ( Asean Infrasructure Investment Bank) serta respon positif Panda Bond yang ditawarkan Indonesia.
Ini tentu kabar baik, pertama pembangunan Indonesia didukung investasi dr AIIB, jadi ini adalah kabar buruk buat negara cangkang spt little dot on map yg selama ini terus merongrong Indonesia lewat aksi jual rupiahnya utk membuat kesan Indonesia bangkrut agar mereka tetap menguasai sda Indonesia gagal.
Jadi inget menkeu bilang bulan Juni akan ada dana investasi masuk yg besar rupanya ini salah satunya.... Panda bond adalah upaya menguatkan rupiah agar tidak terlalu bergantung trs thd dollar.
Abis liat kelakuan nir adab mahasiswa SPG Film Pesta Babi pas ketemu 3 mentri
Skrg liat kelakuan dosen ketemu mentri lagi minta harga beras turun yg langsung dijawab mentan dgn tegas.....
No komen deh pantesan pak prabowo terus konsisten dgn programnya👇
Lihat langsung ke lapangan sana, jangan lewat layar film aja. Film dokumenter pun juga bisa salah kalau info atau datanya bukan dari sumber yang dapat dipercaya.
Melalui program Cetak Sawah Rakyat, masyarakat Sorong Selatan menyambut pembukaan 3.700 hektare lahan sawah sebagai langkah penting untuk menjawab kebutuhan pangan yang terus berubah.
Program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Lahan yang sebelumnya kurang produktif kini bisa dikelola bersama, menjadi sumber pangan, penghasilan, dan harapan baru bagi keluarga petani.
Seberapa besar pengaruh Indonesia di negara lain ketika Indonesia stop import beras? Para petani Thailand dan Vietnam ikut menjerit.
Masih ko tak bangga dengan Indonesia?
Petani Thailand dan Vietnam melakukan aksi protes karena Indonesia menghentikan import beras . Beras mereka tidak laku . Para petani meminta pemerintah melobby Indonesia.
Duta Besar Vietnam juga panik. Bahkan sampai bilang dia yakin Indonesia akan segera kehabisan beras dan kembali akan import.