[[AU FAV-ku!!💕]]
aku mo bikin kumpulan AU yg udh aku baca dan menurut aku seruu! Sbnrnya aku bikin gini supaya kalo aku mo baca lagi gampang sii😊
BTW, buat skrg kbnykan bakalan AU TBZ ama NCT yaaa.. Tp kalo ada yg seru lg, bklan aku mskin kesinii!! Hope u enjoy it!! 💕🎢
@karirfess Cari temen ngobroll nihhh.. Kali ajaa cucokk wakaka. F27, Bandung, islam, suka explore bandungg dan suka discuss. Lagi terpersib-persib. Ternyata bola seru bjierr. Tapi lagi mau nyari tau kenapa org suka liga luar? Coba racunin aku untuk nonton liga luarr.
Tau-tau si org ini tuhh.. kayak nyapa barista nya terus blg "mass ini AC nya dingin bgtt kayaknya. Ini mbak nya kedinginan nihh.. Padahal org bandung diaa". Aku kayak speechless, gileeee riill act of service bgt cuyyy. Kekk PEKA ABIESS MAS. Sayangnya aku ga tukeran kontak 😭😭🫵🏼.
Aku adaaa!!! Waktu itu aku ngerjain tugas di smiljan gramedia matraman. Singkat cerita aku terpaksa duduk di meja sharing karena aku mau charge laptopku. Dan tempat yg deket buat ngecharge tuh adanya di meja sharingg. Nah di meja sharing itu ada beberapa org.. Teruss -
kalian ada pengalaman random gak di tempat umum?
aku subuh buru2 mau ke stasiun takut ketinggalan kereta, singkat cerita emg sepatuku habis aku cuci dan belum aku pasang talinya. nah aku duduk di gate masuk kereta berusaha masukin tali sepatunya tp ga masuk2. tiba2 disamperin mas2 dan ditanya bisa ga. kujawab gabisa😂 karena ujung talinya tu udh pecah jadi susah, akhirnya dibantu sm masnya, dan sampe di korek apiin dulu tu ujung talinya baru bisa masuk. pas udh bisa pun aku bilang aku aja yg masang, tp mas nya gamau katanya kan mbak buru2. eh akhirnya pas udah selesai aku mau masuk dia minta tiktok, terus aku blg ga main tiktok dan dia minta sosmed lain juga tp karena aku buru2 aku senyum sambil pamitan😂
Singkat cerita akhirnya kita malah jadi ngobroll.. Lumayan banyak ceritaaa, walaupun aku lupa bggttt nama dia siapa. Nahh pas lg ngobrol aku tuh ngerasa tiba tiba cafe nya dingin.. Kayak ada AC nyala diatas kepala akuuu. Reflek aku ngeliat ke atas.. Tp aku ga blg apa-apaa.
Ini kalo persib hattrick juara bakalan emosyenel sihh pasti semua orangggg. Karena lika likunyaa beneran se-dar-der-dorr ituhhhhh. Dari di awal musim keliatan ga meyakinkan, jalanin 2 kompetisi, masuk ke 16 besar, gugur acl, ranking 1 di akhir musim pertama bahkan ampe skrg.
@EricSohn_S2 I create berry song as well. I know its not your song, tell your bestieee to seee thisss as well pleaseee lol 🤣🤣🤣. In this middle of chaos.. I hope you see thiss, and make your heart a lil bit happy.
https://t.co/pVKoXM5gMd
@EricSohn_S2 i create this when you went on hiatus a few years ago. Hope that everything gonna be okayyy. Remember the lyrics of this song, right?
https://t.co/JHcBlKUTay
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.