Dan perlu diingat, bhwa orang atau sekelompok orang yg prnh mengucilkan dan mengecilkan kita - pada sebuah masa dia akan bergantung dan berterima kasih kpd kita. Semoga kalian yg jahat - tak mendapat kejahatan yg serupa.
Kemarin, di kantor -
Atasan sebelah 'nyuruh' Sya bikin Laporan agenda yg tidak Sya ikuti. Sdngkn semua tim dia terlibat dalam agenda itu. Alasan dia krn "kamu sdh berpengalaman membuatnya". Dalam hatiku "matamu djancuk" tpi ekspresiku tetap ramah sambil mempertanyakan.
Ceita ini menunjukkan bhwa "CURHAT" terkadang tidak solutif. Yg lebih solutif dari semuanya adl tindakan kita sndiri atas dasar keyakinan dan kemampuan. Keyakinan bhw yg kita lakukan benar dan kemampuan menanggung segala konsekuensi. Trmasuk dikucilkan -
"Sya jg sbnrnya kasian, Sya paham posisi yg dia alami. Tpi, Sya yg cuma sndiri aja bisa handle laporan dan printilan lainny yg remeh temeh- Sya sndiri - sdng Tim mereka 3 kali lipat dripda jumlah tim kita. Sya kasian, Tpi setelah Sya pikir² Sya jg prlu respect trhdp diri Sya"
Responnya "Ya sbnrnya dia (atasan sebelah) kasian jg mngkin dia bingung cara memanage anggotanya yg sprti itu" dalam hati Sya "Jadi menurut anda kasian dia tpi mengorbankan Sya?" Namun Sya meresponnya dg mengiyakan wujud empati namun Sya tambahkan sebuah penyangkalan sprti ini
"Tugaskan saja Tim anda. Sya kan tidak terlibat dalam forum. Lagipula Sya juga punya deadline tugas dan pekerjaan sendiri. Dripda Tim anda every day every time ngobrol terus di ruangan mending diminta ngerjain laporan". Bbrp jam kemudian Sya perlihatkan histori itu ke atasan Sya
Kondisi dimana dalam sepanjang 2 jam itu, anggota tim atasan sebelah (tadi) ngobrol terus sepanjang durasi 2 jam bersamaan internal diri Sya berkecamuk. Lalu, Sya balas pesan ponsel atasan sebelah tadi dengan tanpa pembukaan atau permintaan maaf terlbih dhulu. Kira² begini
Keesokan harinya atasan sebelah (tadi) mengirim Speech Draf (begitu saja ke ponsel Sya). Lalu, 2 jam Sya sambil menyingkronkan pikiran dan perasaan Sya sembari tangan dan indera tubuh lainnya bekerja sprti biasa. 2 jam perdebatan logika dan perasaan itu hg muncul sebuah kondisi
Stlh mendengar jwbn dia tntng Sya yg lebih berpengalaman - Sya tinggalkan ruangan dan melaporkn ke atasan Sya responnya "atas dasar apa dia nyuruh kamu dan siapa yg nyuruh dia melakukan itu" - Selanjutnya Sya pergi meninggalkan kantor 2 jam
Di Indonesia; bbrp titik lingkungan kerja di lembaga pemerintahan terlalu bising, berisik, rame, riuh. Bukan krn mmng profesi mereka 'nyocot' - ntah mmng sdng tdk ada yg dikerjakan atau mmng habbit mereka demikian. Dalam 10 jam - mungkin tak sampai 2 jam efektif mereka bekerja.
usai menjelajah bersama cah iseng;
Mau ke Semarang tapi diarahkan ke Surabaya @07AhmadNurIchs1 Finally back to Jakarta - 'n welcome for life work balance 🤣
Berani²nya anda membuat Sya emosi pagi²
Sya ga mengusik aktivitas orang lain; sbb sya ga suka diusik. Begitu jg ketika Sya bad mood pagi² sbb kata² anda - anda lupa bhwa Sya bisa mengeluarkn kata² paling menyakitkan & mematikan. Itu sbbnya seringkali Sya diam - bkn krn ga sanggup
Kemarin lalu sempat iseng komen story kawan yg kerja di salah satu kementerian di Jakarta - asumsi saya krn pernah kenal dia cukup lama; akan ada argumen yg dialektik. Stelah bbrp bait balasan saya malah merasa menyesal komen story dia - menyesal krn mengetahui seberubah itu.
Kalimat yg mmbuat saya cukup (meski gak sangat) kecewa adl kira² intinya sprti ini
"Kita sdh bukan di era dulu. Jstru kamu Pit - kerja di birokrasi kok masih berparadigma kritik kan ambivalen"
Ingin rasanya Ku temui dan Ku pisuhi engkau wahai budak bumi.