Makanya kalo ada diaspora yg rada jutek ditanyain soal #KaburAjaDulu ya maklum. Bukannya nggak mau membantu sesama 🇮🇩 di perantauan, tapi mental ‘Indonesia’-nya mbok jangan dibawa. Kebiasaan ngurus SIM nembak, bikin KTP pake agen, dapet job lewat ‘orang dalam’ itu ga ada di LN.
@feng9mihowl Aku baru pindah kerjaan baru. Yang aku gantiin resign karena mau kuliah master’s (ternyata 🇮🇩 juga), trus tadi dia sambat dia udah trained 6 orang tapi pada tahannya 1-3 bulan doang karena ya gitu deh dikit2 overwhelmed trus kabur. Waduh!
Bila diberi rejeki umur panjang, saat usia 90, aku bisa melihat diriku di hari ini & berkata, “you’ve done the right thing. It wasn’t easy, certainly not popular & cost you, but you walked out of that hell with your head high & your integrity intact”
https://t.co/8M3bi6oQ07
Di tengah-2 hebohnya statement Chef Juna, di 🇦🇺 malah banyak perusahaan yg sadar model kerja 8-10 jam/hari ga cocok sama banyak orang, karena banyak ortu yg harus antar jemput anak dll. Ada perusahaan yg bikin jam kerja cuma 5 jam! https://t.co/2IXvURTae9
sudah susah payah kerja & membangun hidup di sini lalu terpaksa harus balik ke negaranya karena masalah ijin tinggal, ngenes banget. Padahal kerja di perusahaan global lho, bukan ecek-2😢
2 orang eks-kolega saya (Vietnam dan China) ngambil kuliah master di #Australia lalu kerja full time di sini dengan visa 485. Namun skarang menghadapi kenyataan ga bisa lalu apply PR begitu saja. Mau apply 482, rata-2 perusahaan udah ga mau sponsor. Non-sponsored visa 189 🧵
Situasi seperti ini banyak banget terjadi diantara teman-2 lain, termasuk 🇮🇩. Jadi kalau ada yg rencana #kaburajadulu lewat jalur kuliah, mungkin pikirin dulu subject yg diambil yg ada pada occupation list kalo pengen tinggal permanen di sini ke depannya. Ngelihat teman yang🧵
Sudah makin banyak perusahaan yang mindahin kerjaan admin-nya ke negara berkembang. The Philippines 🇵🇭 kayaknya jadi pilihan utama, beberapa small business owners yg aku pribadi kenal punya #VirtualAssistant di sana. Perusahaan global malah bangun admin office di situ & India!
Sudah makin banyak perusahaan yang mindahin kerjaan admin-nya ke negara berkembang. The Philippines 🇵🇭 kayaknya jadi pilihan utama, beberapa small business owners yg aku pribadi kenal punya #VirtualAssistant di sana. Perusahaan global malah bangun admin office di situ & India!
Kehebohan seperti ini yg bikin diaspora suka ketar-ketir, apalagi kalo belum mengantongi status permanent resident, karena kebijakan visa di 🇦🇺 suka cepat berubah-2 kayak genZ galau….
#Australia lagi rame soal migran/pendatang lagi karena Angus Taylor (Federal MP & Shadow Treasurer) bilang migran itu net drain. Bangsa yg dibangun dari kerja keras imigran jadi pada marah https://t.co/AmXOnXhZCg