Semakin viral @pandji semakin banyak org mengulik siapa sih dia. Aku pun. Ternyata @pandji bisa jadi semacam ibrah bagi kita semua. Besar dari keluarga yg tdk utuh, dia meniti karir dari nol. Yakin pd kemampuan diri dan kapasitasnya (anak ITB, pengalaman broadcast dll), ia hijrah ke NYC dan menggeluti hobi yg jadi nafkahnya, jalan hidupnya hingga survive bahkan thrive!
Well, di negeri ini ada org-org yg lahir dr keluarga utuh, tapi tetap disfungsional dlm menanamkan arti pada anaknya: mulailah karir dari 0. Bukan dr mengacak-acak aturan. Berkompetisi sehat bukan pakai jalur Bapak atau paman. Kalau pun bukan lulusan ITB, UI, ato UGM ya seenggaknya kalo beneran lulus dari luar negeri, ya bukan abal-abalan.
Aku merinding pas Pandji bilang di sebuah kesempatan:
semoga Bapak bangga sama aku di alam sana.
Rasanya begitu bitter sweet. Indah, Pandji sukses meski ayahnya ga sempat melihatnya di dunia.
Karena โฆ didunia ini ada yg didongkrak dikerek, dikatrol, dikarbit biar sukses gimana caranya, sampai ayahnya masih didunia pun dibiarin sakit-sakitan.
Bravo @pandji !
Note: to all parents
Kita sudah sering gagal, namun tidak sedalam kali ini.
Terima kasih untuk semua yang sudah bergabung bersama sayap-sayap Garuda dari putaran pertama sama keempat!
The North Remembers!