Hi all, Azz's here! Semoga betah yaa!
Jangan sungkan buat DM buat ngobrol/ngajak mabar yaa. Or tweet aja, kalo lewat aku samperinn.
Kukira Pharsa ternyata Kaja
Kukira ada rasa ternyata temenan aja.
Awalnya Aulus tiba-tiba Terizla
Awalnya serius ternyata ngajak bercanda.
Boikot Elsevier.
Ini bukan hanya ajakan, melainkan sudah terjadi di universitas-universitas besar di negara Barat.
MIT, yang dulu menyebabkan kematian aktivis open access Aaron Swartz, sudah memutus kontrak dengan Elsevier sejak 2020. MIT pindah pakai ekosistem sendiri yang terbuka dan gratis.
UC, yang menyumbang 10% publikasi paper Amerika per tahun, juga memboikot.
Di Eropa juga sama. Max Planck Institute di Jerman juga sudah memutus hubungan dengan Elsevier sejak 2018.
Kasusnya kebanyakan sama. Elsevier diboikot bukan karena zionis atau Israel, melainkan sesederhana karena luar biasa sangat rampok, control freak, dan mengekang sampai tidak masuk akal.
Misal, ada praktik jahat bernama paket bundel jurnal, yaitu universitas dipaksa beli akses ke jurnal-jurnal yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Praktik belagu seperti inilah yang membuat universitas-universitas Barat sangat kesal dan memutus kontrak.
Indonesia?
a supervisor published their PhD student's thesis without acknowledging the student nor listing her as a co-author.
the student wrote to the Editor in Chief of the journal and got the paper retracted
mau bgt jd budak korporat yg kerja di sudirman, 9 to 5, gaji 2 digit, pulang kantor lgsg nge gym, kalo lg ga gym pergi ke bar buat hangout ato kerja. please let me be your slaves corporation business 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭