Anak-anak
kucing berkejaran
di jalanan jalanan pagi
menabrak bias cahaya
di depan kenangan
di belakang mengejar
dan aku...
di jari-jari ada kata,
kuatrinmu,
dan cerita bersamamu.
Di kota kami yang pentingkan pencitraan, bahkan iman dijadikan nilai tawar dari kebersihan, nyatanya tidak berdampak
Kesadaran itu timbul karena edukasi pentingnya bahaya sampah yg dibuang serampangan. Bukan karena pemberian sanksi kucing-kucingan warga dan pemkot.
Ketersediaan tempat pembuangan sampah atau minimal tempat sampah disekitar area terdampak serta kebijakan pemkot soal pembuangan sampah warga.
Sampah yg dari warga saat ini dibuang 2-3 hari, lalu smpah menumpuk di tempat sampah.
Area tengah kota bersih karena petugas yg rutin mengambil sampah sedang di sudut2 kampung sampah dibiarkan begitu saja.
Semua sepakat bahwa Manusia Yang Paling Berbahaya
Kenapa?
Ada niat dan kecerdasan yang bisa disalahgunakan.
Pistol, ular, dan singa, berbahaya secara "reaktif", mereka hanya menyakiti ketika dipicu, terancam, atau lapar. Bahaya mereka terbatas dan bisa diprediksi.
Manusia berbeda karena:
Ada 🧠
Otak manusia dapat merencanakan kejahatan.
Manusia satu-satunya makhluk yang bisa menyusun strategi untuk menyakiti orang lain secara sistematis.
Punya kemampuan 🔧
Manusia yang menciptakan pistol itu sendiri.
Ular dan singa tidak bisa membuat senjata. Manusia bisa dan tidak berhenti di pistol, tapi sampai senjata yang paling mematikan.
Otak 😈
Iya. Manusia bisa jahat tanpa alasan survival.
Singa membunuh karena lapar. Ular menyerang karena takut. Manusia bisa menyakiti orang lain karena iri, benci, serakah, atau sekadar iseng, tanpa ancaman apapun. Bahkan melakukan korupsi dan mengambil hak orang lain.
Rusaknya 🌍
Skala kerusakan tak terbatas
Seekor singa bisa membunuh beberapa mangsa, ular memangsa sekali sdh itu kembali, pistol selama pelornya ada tapi satu manusia dengan niat jahat bisa menghancurkan ribuan bahkan jutaan nyawa.
Intinya
Manusia bisa berpura-pura baik.
Ular kobra kelihatan bahaya. Manusia berbahaya bisa tampil ramah, tersenyum, dan dipercaya, lalu menghancurkan dari dalam. Jangan percaya sebuumannya, jangan terbuai kata-katanya. Bahkan pidato yg paling menggelegar realisasinya justru yg paling dibenci.
Meme ini sebenarnya menyampaikan pesan filsafat yang dalam, bahaya terbesar bukan datang dari alam, tapi dari pilihan moral manusia itu sendiri.
So...
Kerangka Sambutan Presiden dalam Upacara Hari Lahir Pancasila
✅Ucapan Syukur kepada TYME
✅Salam Pembuka
✅Latar Belakang Teman (disampaikan dengan kalen)
✅Ide Pokok HLP
✅Soroti konsensus Pancasila (agak keras dan serak2)
✅Konteks kekinian (negara ini baik2 saja, agak kalem)
✅Tantangan global (dinamika dunia, korupsi, Embege, kadeempe, rupiah, ISHG, yapping gak jelas serak2 kadang berhenti)
✅kita bukan negara yang pesimis (pantang kayak macan)
✅puji2 menteri
✅penutup.
Silahkan kalau mau tambah singgung PSG, Arsenal, kunjungan ke Eropa, juara antek2 asing, silahkan!
Kalian kalau belum dengan lagu ini berarti kudet.
Aku baru dengar bray... Ternyata lagu ini kesukaan @direktoridosen@TribunMilano juga. Yang pasti @golkarpedia suka bgt.
Dulu awal-awal datang ke Surabaya. Di inapkan di kamar sopir. Di bawah tempat tidur ada seperti box yang di geser tempat pakaian. Jadi pakaianku dan perlengkapan lain disimpan disitu karena memang tidak disediakan lemari.
Malam pertama tidur disitu, tengah malam aku dengar klotekan (seperti orang main musik di meja dengan ritme yang tetap).
Aku bangun. Lalu nyalakan lampu. Bunyi itu berhenti. Tidur lagi, gak lama bunyi lagi. Aku pikir "ah mungkin tikus." Berusaha tenang.
Tapi bunyi itu menganggu, ada perasaan takut. Ini rumah lama, usianya lebih tua dari negara ini.
Bangun, duduk dan berdoa. Bunyinya hilang. Kembali tidur, masih dalam keadaan setengah sadar, bunyi itu muncul lagi. Aku nyalakan lampu kembali dan tidur dalam keadaan lampu menyala.
Lampu menyala justru aku semakin takut. Aku matikan lagi dan nyalakan radio saja. Pikirku dapat nengusir bunyian itu.
Bunyi itu memang hilang, tapi tepat jam 2 di kamar mandi ada bunyi air seperti orang mandi dengan gayung. Deras sekali memang di kamar mandi ada gayung cukup besar, jika dipakai untuk menimba air dan disiram kedengaran sekali.
Aku mulai tak tenang. Penasaran, aku pergi ke kamar mandi kebetulan berada di luar kamar. Suara airnya hilang, kamar mandi kering.
Saat aku keluar dan melihat tali jemuran, kaget sekagetnya aku langsung ku lempar dan sumpah serapah meluncur dari mulutku. Burung hantu putih tepat di jemuran dihadapanku. Ember dan gayung spontan terbang kearah burung itu.
Burungnya juga terbang entah kemana dan aku tetap dalam ketakutan.