@7inchesunder Then three rejections. (He smiled softly.) Two, three, ten. It still doesn't change what I told you. You're allowed to be upset about it, though.
I usually go for boxing to clear my head. Though sometimes, all I need is a quiet evening and a good food. What about you? What usually helps you forget about work for a while? @Jejakansara
@Jejakansara That actually sounds like a rather nice balance. Business was always around me growing up, so I suppose it was a natural path. I started with food distribution, and things just kept growing from there.
kau orang pertama yang tahu."
Ia lalu mengulurkan tangan, meraih amplop tersebut dan memasukannya ke dalam saku.
Ia tidak mengajukan pertanyaan apa pun lagi. Instruksi dan batasan sudah cukup jelas. Husam bangkit dari kursinya, lalu melangkah meninggalkan ruangan. @ripensoul_V
"Semuanya kukendalikan langsung," kata Husam. "Tenang saja, tidak akan ada celah yang bocor keluar." Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Sisa jalurnya tetap penuh di bawah pengawasanku," lanjut Husam. "Saat aku mendapatkan informasi baru sekecil apa pun di lapangan,
@7inchesunder Two rejections don't define your worth, they just mean those roles weren't yours. Take a breath, trust your talent, and keep going. Your time is coming.
Pada saat yang tepat, ia mengayunkan raketnya dari bawah ke atas dengan sapuan forehand.
Husam memanfaatkan tenaga dorong dari laju servis Tanindra, mentransfer seluruh beban tubuhnya ke depan untuk mengirim bola balik melengkung dalam,
di balik bar, sampai akhirnya menyadari bahwa keduanya sama-sama suka main tenis.
Husam menyesuaikan genggaman pada raket di tangannya, memutar gagangnya sedikit untuk memastikan posisinya sudah pas. Ia lalu melangkah menuju garis batas lapangan. "Yuk, mulai main." @BYSAMVARA
Pertemuan mereka berawal dari jalur coffee shop. Husam punya kebiasaan mengeksplorasi kedai kopi lokal demi berburu filter coffee, hingga ia menemukan satu kedai kecil milik kenalan Tanindra. Berada di ruang kedai yang terbatas membuat mereka sering mengobrol bersama barista
Ia menatap ke arah Chrome, menyerahkan keputusan langkah internal sepenuhnya kepada lawan bicaranya. "Fokus saja menjaga operasional internal tetap bersih. Aku akan meminta temanku untuk bantu menyelidiki dari dalam. Sisanya, biarkan aku yang urus." @ripensoul_V
Husam memberi jeda sejenak, membiarkan kalimatnya menggantung di udara.
"Begitu kita pegang kartu matinya, baru kita bisa menentukan langkah selanjutnya. Apakah kita kunci pergerakannya, atau kita buat dia sibuk mengurus masalahnya sendiri," tambah Husam.