Merokok di zaman dulu kesannya keren. Macho. Pemberani. Bahkan dikesankan menjadi sumber inspirasi bagi seniman hingga desainer.
Juga dikesankan sebagai "syarat" bagi pekerja keras, tukang lembur, hingga pecinta kopi.
Sekarang, kesan itu sudah luntur. Merokok tidak lagi memberi kesan keren. Malah mungkin sebaliknya.
PALESTINA-ISRAEL:
1) Sekarang, ditengah tingginya kesadaran warga dunia dan derasnya tekanan banyak negara kpd Israel, saat inilah menurutku “kesempatan emas” utk menegakkan negara Palestina.
2) Walau jika niatnya ingin mengusir sepenuhnya Israel dari atas tanah itu — hanya negara Palestina saja yg berdiri — realistis saja, jelas itu tidak mungkin.
3) Sebagaimana pendapat banyak negara termasuk Indonesia, “two state solution”. Solusi 2 negara. Itulah maksimal yg bisa dicapai terhadap persoalan ini.
Tinggal soal batas, wilayah mana yg jadi bagian Israel dan Palestina, ini lagi pasti yg akan jadi persoalan. Rakyat dan Pemerintah di 2 negara pasti tidak akan menerima. Namun mau tidak mau ini harus diputuskan. Namanya negara, wilayahnya harus jelas, batasnya juga. Karena ini terkait penduduk yg tinggal diatas tanah itu yg akan jadi warganegara.
4) Mayoritas kita orang Indonesia tentu ingin hanya Negara Palestina saja yg berdiri diatas tanah itu. Namun melihat fakta-fakta yg ada rasanya tidak mungkin. Krn untuk mencapai itu tidak ada cara lain, Palestina harus mengalahkan Israel dalam perang. Merebut kembali wilayahnya yg dikuasai Israel.
Apa itu mungkin saat ini?
5) Sebagai contoh:
Mesir saja yg puluhan kali lebih kuat dan besar dari Palestina dan saat itu dipimpin Gamal Abdul Naser yg sangat hebat, hanya butuh 6 hari dikalahkan Israel dalam perang. Padahal ketika itu Israel baru berdiri, mereka pergi perang masih pakai senjata bekas.
Termasuk hal ini diulang kembali di perang Yon Kippur 1973. Kalau ini personelnya lebih besar lagi, karena gabungan. Dimana koalisi negara Arab yg saat itu terdiri dari: Mesir, Suriah, Yordania dll kembali mengajak perang Israel.
Hasilnya, dalam “perang ulang” ini kembali Israel menang. Koalisi negara Arab kalah. Bahkan beberapa wilayah Arab dikuasai balik oleh Israel, walau dikemudian hari mereka kembalikan. Setelahnya mereka tidak berani lagi mengajak perang Israel. Malah skrg negara-negara Arab itu banyak yg kerjasama dgn Israel.
6) Dengan fakta ini, apa masih mungkin berpikir mengusir dan menghilangkan Israel dari tanah itu? Dimana skrg mereka tambah kuat, militernya tambah hebat, ilmuwan tambah banyak, senjatanya tambah ampuh, bahkan nuklir pun skrg mungkin mereka punya. Apalagi ditambah — ini yg paling penting — skrg Israel juga didukung sekutunya Barat.
Jadi rasanya dgn fakta ini, tidak mungkin lagi diatas tanah itu hanya berdiri Negara Palestina saja.
7) Barat juga kulihat berpikir realistis. Jika negara Israel sampai tidak ada, bisa-bisa puluhan juta orang Yahudi itu akan datang dan masuk lagi ke negara mereka. Malah jadi persolan baru lagi.
8) Itu maka dengan realitas ini banyak skrg negara-negara Arab bahkan telah membuka hubungan diplomatik resmi dgn Israel. Diantaranya Mesir yg dulu jadi musuh beratnya, Uni Emirat Arab, Yordania, Maroko, Bahrain dll. Termasuk terakhir bbrp waktu lalu Turki dibawah Erdogan.
9) Waktu terbaik mengalahkan dan mengusir Israel ini sebenarnya ketika mereka baru berdiri dulu. Krn masih lemah. Mesir dan koalisi negara-negara Arab sudah mencobanya, namun gagal. Jadi berharap mengusir mereka lagi skrg — dimana keadaannya tambah kuat — rasanya tidak mungkin.
Untuk itulah saat ini, realistis, solusi 2 negara yg paling mungkin.
10) Biarlah nanti pasca berdiri dan stabil jadi sebuah negara, Palestina memperkuat dirinya. Persenjataannya, tentaranya dll. Setelah itu jika mereka mau perang lagi dgn Israel utk merebut wilayahnya, ya silahkan saja. Ini lebih ada peluang.
Kalau dgn keadaan skrg, realistis saja, sampai kapanpun rasanya Palestina tidak mungkin bisa mengalahkan Israel. Apalagi didalam Palestina sendiri mereka pecah. Bersatu saja HAMAS dan FATAH belum tentu bisa mengalahkan Israel, apalagi pecah 2 begini.
11) Ini sekedar curahan pikiran, melihat realitas dan fakta-fakta yg ada. Bagi teman2 yg punya pikiran/pendapat lain silahkan tulis dibawah dgn ide dan pendapatnya. Penting jangan caci maki.
Sehat utk kita semua.
Hormatku,
JANSEN SITINDAON
–Mimpi keadilan Pegi Setiawan–
Mimpi Pegi tidak neko-neko. Ia ingin keluarganya bisa makan, adik-adiknya bisa terdidik. Karenanya ia memilih berhenti sekolah lalu bekerja. 10 tahun kemudian angan sederhana itu terancam musnah. Ia tiba-tiba dijadikan tersangka pelaku pembunuhan berencana di TKP yang tidak ia hadiri.
Utas
Dear @66Hasto@PDI_Perjuangan
Jangan merasa paling demokratis dan Jangan ajarkan kami tentang Demokrasi
Jika Kalian sendiri punya sejarah Buruk soal demokrasi
Dimana Mega berkuasa bukan atas pilihan rakyat, tapi dgn cara KUDETA Alm GUSDUR
cc @yennywahid@mohmahfudmd
@CImtgr Dalam hal ini saya setuju, saya juga gak rela anis gabung sama pragib.. ayo bung refly, ingatkan anis, jangan biarkan dia jadi penghianat (lagi)