Secara satire jurnalis Israel, Gideon Levy menjelaskan 3 alasan mengapa Israel bisa eksis hingga detik ini. Pertama: Mereka meyakini sebagai orang-orang yang terpilih (the chosen one), sehingga boleh melakukan apapun yang mereka inginkan.
Kedua: Selalu merasa si paling victim. "Ada banyak banyak penjajahan yang lebih kejam dalam sejarah, tetapi tidak pernah dalam sejarah penjajahan, di mana si penjajahnya menampilkan dirinya sebagai korban", kata Gideon Levy. "Bukan hanya sebagai korban tetapi satu-satunya korban."
Ketiga: Ini yang paling krusial dan yang paling buruk, yaitu dehumanisasi terhadap penduduk Palestina. Menganggap orang Palestina bukanlah manusia setara seperti orang Israel, sehingga "tidak perlu ada pertanyaan tentang hak asasi manusia".
Gideon Levy adalah jurnalis dan penulis asal Israel, yang banyak tulisannya berfokus pada penjajahan Israel atas wilayah Palestina. Dia pernah memenangkan penghargaan karena menulis tentang hak asasi di wilayah yang dijajah Israel. Dia pernah dituduh sebagai propagandis organisasi pejuang H4mas karena kritikannya untuk pemerintah Israel.
“One million people. No food, no water. And still they are bombing them as they leave.”
Scottish First Minister Humza Yousaf shared a video from his mother-in-law Elizabeth El-Nakla, who is a retired Scottish nurse living in Gaza.
Data Pribadi Bocor Bertubi-tubi
Pemerintah dinilai gagal melindungi data pribadi. Masyarakat bisa menggugat kebocoran data yang makin marak terjadi.
Simak edisi terbaru Koran Tempo, hanya di https://t.co/NBBACBg5sH
#korantempodigital#KoranTempo
Homo, lesbi, they , them, dan si paling humanis pro lgbt, udah urusan ginian mah pura2 sibuk semua, akhirnya yg ngurus jenazah adalah orang2 yg kalian sebut bigot, konservatif, intoleran, transphobic, fasis...pret! humanis kalian hanya manis dipantat! #bakarbenderapelangi
Ingat....! cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya..! Dan anak pertama itu walau tak terlalu diperhatikan.... dia punya tempat spesial di hati orang tuanya....?